aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 25186 x

Khotbah
Rabu, 09 Januari 2013
1 Petrus 3:1-7
`INGIN SUAMI BAIK? JADILAH ISTRI YANG BAIK`



Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,

Allah adalah Alah yang merancang lembaga keluarga dan rancangan itu tidak berhenti ketika rumah tangga terbentuk. Rancangan Allah mulai dilaksanakan dalam rumah tangga Kristiani yang dibentuk dari 2 orang manusia yang dipersatukan oleh-Nya. Rumah tangga Kristiani memiliki tujuan yang penting melampaui keberadaan rumah tangga itu sendiri. Suami-istri adalah pribadi - pribadi yang dipersatukan dalam ke-kudus-an janji nikah. Maka setiap suami-istri selalu ditempatkan dalam kesejajaran dihadapan Allah.

Suami sebagai kepala keluarga memiliki tanggung jawab besar yakni : tanggung jawab kepada Allah dan tanggung jawab kepada istri. Hidup dengan memahami tanggung jawab yang demikian memerlukan pertolongan seorang istri untuk selalu memberi dukungan dan topangan. Maka seorang suami yang berhasil adalah suami yang didukung oleh istri sebagai pasangan yang selalu hadir secara baik.

Istri adalah pribadi yang tidak diciptakan Allah dalam suasana kesal tetapi Allah menciptakan perempuan / istri dalam rencana besarnya untuk melengkapi seorang suami menjalankan perannya.

Jemaat yang terkasih ,

Rasul Petrus menasihati setiap istri untuk memperhatikan nasihat pentingnya demikian:

I. Ay 1-2: "(1) Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (2) jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu".

1) Di sini Petrus memberikan peraturan berkenaan dengan hubungan istri dengan suaminya.

2) Kata `tunduklah� sebetulnya bukan betul-betul suatu imperative / kata perintah, tetapi suatu participle yang mengandung suatu perintah (`Analytical Greek New Testament�), dan ini ada dalam bentuk present, menunjukkan bahwa itu harus dilakukan terus menerus. kalau istri diperintahkan untuk tunduk kepada suami, itu tidak berarti bahwa di hadapan Tuhan perempuan lebih rendah dari pada laki-laki. Ketundukan itu harus ada demi keteraturan dan kebahagiaan keluarga. Sama seperti sebuah team olah raga harus mempunyai kapten, demikian juga suatu keluarga harus mempunyai kepala, dan Allah menetapkan suami sebagai kepala. Karena itu, keputusan terakhir tentang apa yang akan dilakukan, dan bagaimana atau kapan hal itu dilakukan, ada pada suami. Maka pada ayat 1 ini diperlihatkan bahwa tunduknya istri kepada suami adalah dalam rangka memenangkan suami.

Memenangkan suami bukan berarti `tanpa perkataan� tetapi dengan mengingatkan betap pentingnya Firman Tuhan.

Ro 10:13-14 - "Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?"

Ro 10:17 - "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus".

Maka dimaksudkan bahwa istri memenangkan suaminya adalah melalui nasihat Firman Tuhan menyatakan kebenaran Firman Tuhan yang diwujudkan dalam tindakan. Ini berarti bahwa istri selalu memiliki hidup yang dekat dengan Tuhan.

Maka kunci pertama menjadi istri yang baik adalah dengan menyatakan firman Tuhan secara secara nyata. Setiap istri yang perlu terus membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan maka suami yang tidak taat itu akan dimenangkan. Suami-suami yang tidak taat adalah suami-suami yang doanya tidak akan Tuhan dengan ( ayat 7)

Doa mereka terhalang. Kata `terhalang� menunjukkan makna ` terpotong `, `Kata " TERHALANG " Yunani: EKKOPTO, mempunyai pengertian :

1. Cut down = mengalami penurunan atau tidak ada kenaikan

2. Cut off = di ` stop ` atau di ` interupsi ` , tidak bisa melanjutkan

3. Frustrate = sia-sia, frustrasi, gagal , tidak efektiv , tidak menguntungkan , tidak berpengaruh

Maka setiap istri yang baik akan memenangkan suaminya karena ia sendiri sudah dimenangkan oleh Yesus. Pertanyaan mungkin kapan ? berapa lama ? jawabnya adalah selama setiap istri tetap hidup dalam ketaatan kepada Allah.



II. Ay 3-4: "(3) Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, (4) tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah".



Bdk. 1Tim 2:9-10 - "(9) Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, (10) tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah".



Ef 5:29 - "Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat".

Ayat ini secara implicit menunjukkan bahwa kalau kita mengasihi diri kita sendiri, kita harus memelihara dan merawat tubuh kita. Tetapi yang inipun masih lebih rendah dari pada `memperindah� jiwa!

1Tim 4:8 - "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang".

Kata `ibadah� itu salah terjemahan; dan TB2-LAI tidak memperbaikinya.

KJV/RSV/NIV/NASB: `godliness� (= kesalehan).

Kata-kata `terbatas gunanya� menunjukkan bahwa sebetulnya memang ada gunanya. Tetapi manfaatnya hanya untuk dunia ini! Sedangkan kesalehan, bermanfaat untuk dunia ini maupun untuk dunia yang akan datang.

Dalam Yes 3 kita juga melihat betapa Tuhan tidak menyenangi cara berhias yang berlebihan, dan Tuhan menghukum perempuan-perempuan seperti itu.



Yes 3:16-24 - "(16) TUHAN berfirman: Oleh karena wanita Sion telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher dan dengan main mata, berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerencing dengan giring-giring kakinya, (17) maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan TUHAN akan mencukur rambut sebelah dahi mereka. (18) Pada waktu itu Tuhan akan menjauhkan segala perhiasan mereka: gelang-gelang kaki, jamang-jamang dan bulan-bulanan; (19) perhiasan-perhiasan telinga, pontoh-pontoh dan kerudung-kerudung; (20) perhiasan-perhiasan kepala, gelang-gelang rantai kaki, tali-tali pinggang, tempat-tempat wewangian dan jimat-jimat; (21) cincin meterai dan anting-anting hidung; (22) pakaian-pakaian pesta, jubah-jubah, selendang-selendang dan pundi-pundi; (23) cermin-cermin, baju-baju dalam dari kain lenan, ikat-ikat kepala dan baju-baju luar. (24) Maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung; dan tanda selar sebagai ganti kemolekan".



Maka rahasia kedua ialah setiap istri tidak melihat kecantikan secara lahiriah tetapi batiniah. Berapa banyak harga untuk kelihatan cantik ? itu tidak dilarang tetapi jika ke tempat kecantikan bisa 3 jam sementara baca alkitab 5 menit sudah bosan, maka perlu ada pembenahan.

Semua keadaan yang terjamin secara spiritual menhadirkan kelemhlembutan :

Amsal 27:15 - "Seorang isteri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan".

III. ayat 5-6 : Ay 5-6: "(5) Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, (6) sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman".



1) Di sini Petrus memberikan teladan dari perempuan-perempuan yang saleh yang mencari keindahan rohani dan bukannya keindahan jasmani. Mereka tunduk kepada suaminya. Dan ia menonjolkan Sara, yang menyebut Abraham sebagai `tuannya�.

Kej 18:12 - "Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: `Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?�".

Tetapi tentu saja tidak ada gunanya kalau seorang istri menyebut suaminya `tuan� tetapi ia tidak tunduk. Jadi kata-kata harus sesuai dengan perbuatan.



2) Perempuan-perempuan yang meneladani Sara akan disebut anak-anaknya (`her daughters�), artinya mereka dianggap sebagai orang-orang yang beriman / setia.

Sama seperti orang laki-laki yang beriman disebut sebagai `son of Abraham� (Gal 3:7 Ro 4:11 Luk 19:9), demikian juga orang perempuan yang percaya disebut `daughter of Sara�.



3) `tidak takut akan ancaman�.

KJV: `are not afraid with any amazement.� [= tidak takut dengan kebingungan].

NIV: `do not give way to fear� (= tidak menyerah pada rasa takut).

Ada 2 penafsiran tentang hal ini:

� Calvin menafsirkan bahwa maksud dari bagian ini adalah sebagai berikut: istri harus tunduk kepada suami, dan ia tidak boleh takut bahwa ketundukannya akan menyebabkan nasibnya makin buruk. Ia tidak boleh takut bahwa ketundukannya akan disalah-gunakan oleh suaminya dengan makin menekan dia.

Menjadi perempuan atau istri yang tidak takut pada ancaman, sebab bukankah seringkali istri yang tunduk disalahmengerti oleh suami sebagai kesempatan untuk berbuat jahat. Maka istrei tidak perlu takut pada ancaman iblis yang demikian tetapi selalu meyakini kebenaran yang ada pada dirinya.

Maka rahasia ketiga menjadi istri yang baik adalah `tunduk dalam keyakinan tidak takut pada ancaman�. Suami sering mengancam dengan kata-akat yang menyakitkan tetapi istri yang baik dan berkemenangan tidak akan takut untuk teurs menyatakan kebaikannya dan tidak terganggu dengan ancaman.

Sekarang ini jaman aneh, orang tidak lagi takut pada Tuhan...mengasihi suami dikira takut sehingga diaremehkan.

Hai istri-istri tetap semangat dan terus berbuat baik. Jika saat ini suami belum meperlakukanmu dengan, itu bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Terus berbuat baik ... maka perbuatan baikmu akan membawa kemenangan. Amin






Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518