aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 709 x

Khotbah
Minggu 22 Februari 2026
Lukas 16: 1-13
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

UANG: KEPADA ATAU TENTANG
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Show me where a man spends his time and money, and I’ll show you his god. Marthin Luther
Bagaimana cara seseorang menggunakan waktu dan uang menunjukkan apakah yang menjadi Tuhannya. Ungkapan ini menunjukkan bahwa cara seseorang menggunakan uangnya akan menunjukkan karakternya. Kenapa? Sebab nilai pada uang diberikan oleh manusia dan uang tidak memberi nilai pada dirinya sendiri. Maka ketika uang diperlakukan manusia secara keliru atau benar hal itu menunjukkan bahwa manusia memperlakukan dirinya sendiri secara keliru atau benar. Contohnya, ketika seorang anak membaca buku maka membaca kehilangan kenikmatannya ketika membaca dipahami sebagai cara untuk kelak mendapat uang. Dalam
perspektif demikian hendak dikemukakan sebuah pengajaran melalui perumpamaan tentang hamba yang tidak jujur. Perumpamaan ini tidak bertujuan untuk menjelaskan posisi Yesus yang membela hamba yang tidak jujur tetapi hendak memperlihatkan hal yang lebih mendasar.

Maka pengajaran yang hendak dikemukakan oleh Yesus ialah:
1. Kepada siapa pengajaran ini ditujukan (Lukas 15:1 dan 16:14)
Kepada siapa perumpamaan ini ditujukan menjadi penting sebab Yesus menunjukkan bahwa ada yang salah dengan cara hidup orang Farisi. Mereka nampak suci tetapi mereka adalah hamba uang yang menempatkan uang sebagai tuan. Bendahara itu memang tidak jujur tetapi paling tidak menjadi seorang yang berubah. Bendahara memang tidak jujur tetapi hadir sebagai figure yang cerdik. Di sinilah Yesus menunjukkan perbandingan yang mencolok bahwa penting seseorang menelisik dirinya sendiri sebelum menuding orang lain berdosa dan bersalah. Seseorang perlu melihat kedalaman dirinya sendiri sebelum menyatakan bahwa dirinya benar. Yesus memperlihatkan esensi dari perumpamaan bahwa Yesus tidak setuju pada ketidakjujuran bendahara tetapi terlebih lagi orang farisi. Yesus datang pada mereka yang hilang seperti domba, dirham yang hilang dan anak yang hilang. Maka pengajaran penting bagi kita adalah sebaiknya kita mewaspadai diri kita sendiri agar car akita mempergunakan uang dapat dipertanggungjawabkan. Bendahara ini mampu merubah cara berpikirnya tentang uang bahwa ketika dihadapkan pada masalah maka mengubah cara berpikir itu penting. Jangan bertahan dengan pikiran yang salah
sebab muaranya adalah kejahatan yang nampak disucikan.
Yesus menunjukkan bahwa mengubah surat hutang adalah salah tetapi paling tidak bendahara ini mengubah cara berpikirnya. Tidak demikian dengan orang Farisi yang nampak benar tetapi dalam kejahatan (band Matius 23:27)

2. Ikat persahabatan dengan MEMPERGUNAKAN mamon (ayat 9)
Yesus tidak pernah mengajar untuk mengikat persahabatan dengan mamon tetapi dengan mempergunakan mamon. Mamon (dewa keserakahan) atau Maimunah (beruntung atau Makmur). Jadi mempergunakan mamon adalah cara untuk menundukkan keserakahan, adalah cara untuk mengendalikan diri. Mempergunakan mamon sekaligus menunjukkan penguasaan atas keserakahan. Kita hidup di tengah-tengah keserakahan, serakah dalam kejahatan, serakah dalam dosa. Mamon itu hadir dalam banyak wajah sehingga setiap orang bisa dihadapkan dengan mamonnya sendiri. Di sinilah pentingnya mempergunakan mamom dan tidak dipergunakan oleh mamon sebab harus ada keputusan untuk tidak dikuasai oleh mamon. Bagi kita dewasa ini hendak dikemukakan bahwa mempergunakan mamon diperlukan kecerdikan dan ketulusan. Mamon / uang memang bisa menggali
keserakahan tanpa batas dalam diri kita. Namun dalam sikap mempergunakan mamon yang erat kaitannya dengan setia pada perkara kecil, maka kita dimungkinkan untuk
selalu hadir secara bernilai. Jika kita semakin kecil di hadapan Tuhan maka semakin besar perkara yang dipercayakan kepada kita.

3 Setia pada perkara kecil (ayat 10-13)
Yesus memperlihatkan bahwa setia pada perkarta kecil (ελάχιστο – elachisto) tidaklah berbicara soal ukuran tetapi soal sifat yakni kesediaan seseorang untuk menjadi kecil
bahkan tidak terlihat. Inilah yang akan dipercayakan hal-hal besar. Jika kesediaan untuk mempergunakan uang sebagai hal kecil yakni kesediaan diri untuk tidak angkuh,
kesediaan diri untuk tidak menilai uang sebagai penentu kehidupan, maka mereka inilah yang akan dipercayakan hal besar. Ini menjelaskan bahwa bahwa jika uang bukan Tuhan maka kita tidak perlu pengakuan dari orang lain. Bukankah seringkali kita perlu validasi dari orang lain untuk mengeaskan pengakuan bahwa saya ‘luar biasa’ karena uang. Inilah
yang ditolak oleh Yesus melalui perumpaan, hanya mereka yang rendah hati yang akan mengendalikan sebab hal kecil. Mereka yang rendah hati akan melayani dan bahkan ada kesediaan untuk tidak memerlukan validari orang lain. Mereka yang rendah hati untuk tiba pada kesimpulan bahwa saya memerlukan bukan saja kecerdikan tetapi juga ketulusan dalam mengelola uang. Maka hal kedua percayalah bahwa ketika engkau semakin merendah Tuhan akan mempercayakan banyak hal kepadamu. Jangan merasa diri penting sebab merasa diri penting selalu sibuk mencari pengakuan diri. Jika anak-anak dunia ini cerdik maka anak-anak terang harus cerdik dan tulus. Inilah yang membuat kita beda tidak sama dengan anak-anak dunia yang gemar mencari pengakuan dari orang lain.

Sahabat-sahabat terkasih
Maka kita hadir sebagai pengikut Yesus yang setia pada ajaran-Nya bahwa hidup sungguh bernilai dalam relasi dengan Tuhan bukan relasi dengan uang. Hadir sebagai pengikut Yesus yang konsisten bahwa kita tidak mencari pengakuan bahwa diri kita hebat tetapi dengan memiliki kesediaan bahkan untuk dilupakan. Maju terus bersama Tuhan Yesus
sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Minggu 11 Januari 2026
GIDEON: RELASI ALLAH DAN UMAT

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518