Dibaca : 15770 x
KhotbahMinggu 11 Januari 2026 Hakim-hakim 6:1-14 GIDEON: RELASI ALLAH DAN UMAT
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Sebuah pertanyaan klasik dan seringkali menjadi pertanyaan yang tidak terucapkan dalam kehidupan umat percaya adalah ‘jika kita umat Tuhan, mengapa persoalan begitu besar’. Sebuah pertanyaan yang memerlukan sikap reflektif mendalam karena berkaitan dengan hakikat sebagai umat Allah. Jika kita adalah umat Allah mengapa pertolongan Allah terasa lamban dan mebiarkan umat ada dalam sengsara. Di sisi lain pertanyaan penting ini kadang dikemas sebagai pertanyaan sinis bahwa apakah artinya kebersamaan dengan Allah jika harus menderita. Pertanyaan seperti ini sekaligus sebagai tanda ‘menyerah’ dan melepaskan diri dari tanggung jawab gigih mengatasi persoalan. Inilah pertanyaan yang bisa hadir dalam beragam peristiwa dan menjadi pertanyaan yang kadang mengendap tanpa jawaban. Kenapa hal ini penting dikemukakan? Inilah jawabannya.
Hakim-hakim yang ditetapkan Allah di tengah umat-Nya adalah hakim-hakim yang hadir di keadaan yang tepat. Mereka hadir dalam sebuah misi yang membebaskan umat dari keterpurukan ekonomi dan kemerosotan spiritual. Dan bagaimana Allah bertindak membebaskan umat menunjukkan bahwa para hakim bukanlah aktor utama. Di sinilah kisah menjadi menarik. Gibeon sebagai anak termuda dalam keluarga dan dari kaum terkecil dalam suku Manasye (Hakim 6: 15) mengemukakan kekecewaan pada Allah nenk moyang Israel yang telah membebaskan mereka dari Mesir. Semua kisah yang tidak lagi relevan dengan keadaan Gideon yang harus bersembunyi ketika mengirik gandum. Suatu keadaan yang kontras dengan cerita heroik Allah yang membebaskan Israel dari Mesir (Hakim 6: 9). Gideon adalah seorang yang menanyakan ulang karya Allah tersebut dalam suasana apatis. Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan adalah demikian:
1. Runtuhnya ketaatan kepada selalu punya akibat (ayat 1-6)
Pada bagian ini dikemukakan bahwa pengingkaran terhadap hubungan perjanjian antara Allah dan umat punya dampak besar. Ayat 1 dan ayat 10 menjelaskan hal tersebut. Allah sudah memerintahkan umat agar hidup dalam relasi yang berkualitas dengan-Nya. Bukan sekedar gelar yang dilekatkan sebagai umat Allah namun yang melakukan apa yang dibenci-Nya (Ulangan 5: 6-10). Hal inilah yang harus dilakukan umat yakni membeci apa yang dibenci-Nya dan mencintai apa yang dicintai-Nya. Ketika ketaatan yang semu dilakukan dengan pikiran bahwa sebagai umat Allah seharusnya hidup sejahtera namun kini dihadapkan pada petaka. Ketaatan kepada Allah tidak mendominasi kehidupan dan tidak menavigasi perjalanan hidup maka dapat dipastikan bahwa bencana sudah berada di depan pintu. Ketaatan kepada Allah merupakan penuntun sebab Allah adalah Allah yang menyatakan karya keselamatan kepada manusia.
Maka sebagai umat Allah kitga diundang memasuki relasi ketaatan dengan pemahaman yang meresap dalam diri bahwa apa yang dicintai-Nya harus dicintai dan demikian sebaliknya. Namun hidup kita sendiri di kelilingi oleh Midian masa kini yang mencengkeram kuat dan memiskinkan (band. Ayat 2). Ketaatan kepada Allah memang bukan perkara mudah ketika Midian masa kini hadir dengan perangkap yang memelaratkan (ayat 6) sehingga diperlukan pertobatan. Sebab taat kepada Allah ialah mengakui otoritas-Nya yang dominan dalam kehidupan. Ketaatan pada kehendak Allah bisa memunculkan banyak pertanyaan ketika pergumulan datang tapi hidup taat pada hubungan perjanjian bagaikan membangun rumah di atas batu (Matius 7: 24). Allah yang berurusan dengan kita saat ini adalah Allah di dalam Tuhan Yesus yang taat (Filipi 2:8) maka taatlah kepada-Nya.
2. Allah Berkarya Manusia berpartisipasi (ayat 9-14)
Allah adalah kasih dan sekaligus adil dengan menerapkan hukum-hukum-Nya. Artinya dalam tindakan-Nya yang menghukum sekaligus di dalamnya terkandung kasih yang besar. Maka Allah yang membebaskan adalah Allah yang bertindak karena Ia setia pada janji-Nya. Allah menempatkan Gideon sebagai utusan yang disertai dan diberkati. Melawan Amalek memang bukan perkara mudah namun Gideon percaya pada janji penyertaan Allah (ayat 22-23). Allah yang bertindak dalam pembebasan dan sekaligus melibatkan Gideon adalah Allah dengan rencana besar. Dari yang tidak percaya diri dan apatis kini berubah menjadi pribadi yang baru. Gideon mengalami perubahan ketika dengan terbuka menyambut tanda kehadiran-Nya. Alistair Begg bahkan mengemukakan bahwa ‘there is no one who insignificant in the purpose of god’ (Tidak ada seorang pun yang tidak berarti dalam tujuan Tuhan) hendak menegaskan bahwa yang dipercayakan-Nya melakukan pembebasan adalah manusia yang bisa takut, pesimis namun dalam keterlibatan Tuhan bisa terjadi transformasi besar dalam kehidupan.
Di minggu ini kita mungkin sedang berada dalam pergumulan akibat dosa, dosa ketidaktaatann, dosa pengkhianatan dalam keluarga, dosa korupsi, dosa kesombongan, mari kita bersama bertobat untuk memahami bahwa tidak dosa yang terlalu besar sehingga kasih-Nya tidak berdaya, tidak sebab kasih-Nya amat besar dan mampu mengubah cara pandang kita dalam menjalani kehidupan.
Sahabat-sahabat terkasih
Dalam pemahaman demikianlah kita semua memasuki tahun ini dengan penuh antusias sebab Allah didalam Yesus Kristus adalah Allah yang taat pada janji-Nya dan janji-Nya ialah menyertai kita disepanjang perjuangan kita. Tetaplah taat dan setia pada Tuhan. maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|