aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 181 x

Khotbah
Minggu, 25 Juli 2026
1 Yohanes 1:5-10
HIDUP DALAM TERANG

HIDUP DALAM TERANG
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Kesaksian Yohanes bahwa Allah adalah terang menunjukkan bahwa hakikat Allah yang menata (Yohanes 1:5) sekaligus adalah Allah yang berkonfrontasi dengan kegelapan. Terang sebagai identitas Allah adalah Terang yang menyatakan keteraturan dan ketertiban. Dalam Yohanes 8:12 Yesus mendeklarasikan diri-Nya sebagai TERANG DUNIA yang menunjukkan bahwa dalam gelapnya kuasa dosa yang mematikan maka Terang itu hadir untuk merengkuh setiap orang berdosa. Hadirnya Terang yang merengkuh manusia menunjukkan kegelapan bukanlah keadaan yang biasa sebab kegelapan dalam konteks ini bukan soal tiadanya cahaya saja tetapi lebih menjelaskan keadaan yang merusak (destruktif). Kuasa kegelapan ini mampu menghadirkan ketidakpedulian pada nurani, berbuat kejahatan dianggap biasa (arti dari skotos yakni kegelapan). Kata "kegelapan" yang dipakai di dalam Yohanes 1:5, memang bukanlah sekedar suatu kegelapan biasa, seperti gelapnya malam ketika padamnya lampu karena terputusnya aliran listrik sehingga membuat suasana kurang nyaman karena berbagai kegiatan menjadi terhambat. Tetapi kegelapan di sini berasal dari kata Yunani "Skotos" yang berarti kegelapan yang bersifat jahat, kegelapan yang menyerang, kegelapan yang membawa kematian. Dan ternyata yang bekerja di balik kegelapan itu adalah: kuasa iblis, kuasa dosa dan kuasa maut. Semua kuasa ini memang identik dengan kejahatan dan kegelapan. Itulah musuh sebenarnya yang telah mencengkram dan membeleggu begitu kuat semua manusia!

Maka pengajaran yang hendak dikemukakan ialah:
1. Terang selalu bermuara pada persekutuan (ayat 5-7)
Yohanes menjelaskan bahwa hakikat dari Terang adalah persekutuan maka persekutuan yang terwujud bukanlah sekedar hadir tetapi memiliki nilai. Bersekutu bisa saja diperlihatkan secara fisik namun lebih daripada itu apakah persekutuan dengan Allah menjadi persekutuan yang diakui keabsahannya. Yohanes menjelaskan bahwa persekutuan dengan Allah yang adalah Terang akan selalu menunjukkan pentingnya bersikap konfrontatif terhadap dosa. Dosa memang hadir dengan pendekatan yang merangkul namun selalu harus dikatakan tidak pada dosa dan ya pada kebenaran (ayat 6). Kenapa hal ini penting sebab bisa saja persekutuan dimodifikasi sebagai persekutuan yang bermuara pada ‘aku’ dan bukan ‘Dia’. Yohanes menunjukkan bahwa sekalipun tantangan ajaran sesat yang membedakan antara jasmani dan rohani begitu luart biasa namun setiap murid Yesus harus menyatakan hidup dalam kebenaran yakni Terang yang berkonfrontasi dengan Kegelapan (band. 1 Yohanes 2: 9-10).

Jadi melalui pengajaran ini hendak dikemukakan bahwa hidup dalam Terang bukan saja hadir di gereja tetapi harusnya dimulai dari keluarga. Bagaimana mungkin hidup sebagai murid Yesus yang adalah Terang tetapi dalam keseharian hidup dalam dusta. Katanya melayani Tuhan tetapi sesungguhnya melayani diri sendiri. Menempatkan diri sebagai yang maha benar itulah kegelapan sebab hidup dalam Terang senantiasa hidup dalam kejujuran. Maka yang diberitakan adalah perjumpaaan dengan Yesus menjadi perjumpaan yang diwarnai dengan pengakuan dosa sebab hanya dalam pengkuan dosa seperti itulah maka persekutuan dengan Sang Terang dapat diwujudkan.

2. Bahayanya Mengabaikan Dosa (ayat 8-10)
Kemudian untuk mempertegas penjelasan tersebut, Yohanes mengulangi poin ayat 8, hanya dengan kata-kata yang lebih keras. Ayat 10: “Jika kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa, kita menjadikan Dia pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”

Dengan kata lain, klaim tidak berdosa bukan hanya penipuan diri sendiri; itu juga penghujatan. Kalimat, “Aku tidak berdosa,” sama artinya dengan kalimat, “Allah adalah pendusta.”
Ini adalah kata-kata yang luar biasa keras. Jika ini bukan seorang rasul yang berbicara, saya dapat membayangkan seseorang saat ini berkata, “Apakah Anda harus menggunakan kata-kata yang begitu provokatif ketika Anda memperingatkan orang tentang kesalahan?” Yohanes jelas merasa bahwa begitu banyak yang dipertaruhkan sehingga bahasa, “Kamu menjadikan Allah pendusta,” tidak boleh dilunakkan menjadi sesuatu seperti, “Kamu tidak menyenangkan Bapa surgawimu.” Dengan pengajaran yang demikian maka merasa diri tidak berdosa sama dengan menghujat Allah dan mengingkari karya-Nya.

Hari-hari ini kita dikepung dengan banyak peristiwa dosa dengan pelaku yang nampak biasa saja. Dosa tidak lagi menjadi hal yang penting tetapi dianggap biasa sebagaimana biasa untuk melihat dosa orang lain. Maka diperlukan kerendahan hati untuk memahami bahwa diri sendiri juga memerlukan pengampunan dari segala kejahatan (ayat 9)

Pengajaran inilah yang memungkinkan gereja selalu hidup dalam persekutuan sebab terang selalu menyatakan persekutuan dalam kebenaran sementara kegelapan selalu merusak persekutuan dengan ‘keakuannya’.
Maka kita semua diundang untuk memasuki kehidupan yang Terang dan bukan persekutuan yang hipokrit. Gambaran pertama tentang Allah yang ingin Yohanes sampaikan kepada kita adalah gambaran Allah sebagai terang. “Allah adalah terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali.” Artinya, jika Anda mendekat kepada Allah, Anda tidak akan menemukan kebenaran yang gelap dan menakutkan. Anda akan menemukan kebebasan, harapan, dan sukacita. Di dalam Allah, kayu sandungan, ular berbisa, tebing, dan ranting yang rendah semuanya terungkap dan kita terlindungi darinya. Tujuan kita akan sukacita tertinggi dan kekal terjamin di dalam Allah karena tidak ada kegelapan di dalam Allah. Artinya, tidak ada bayangan yang mengintai di dalam Allah. Tidak ada agenda tersembunyi, tidak ada tulisan kecil. Dia adalah terang, dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Minggu 11 Januari 2026
GIDEON: RELASI ALLAH DAN UMAT

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518