Dibaca : 705 x
KhotbahMinggu, 5 April 2026 Matius 28: 1-7 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Peristiwa Paskah adalah peristiwa penting bagiu umat Israel. Peristiwa Paskah mengingatkan umat bahwa Allah telah melewati (Passover) setiap rumah/keluarga di Mesir. Peristiwa Paskah PL tidak saja menunjukkan karya keselamatan Allah yang ajaib tetapi sekaligus memperlihatkan keterlibatan-Nya dalam rangkaian perjalanan selama 40 tahun.
Di sisi lain Peristiwa Paskah Yesus adalah peristiwa yang memberi makna baru tentang karya keselamatan yang dahsyat (bacalah Ibrani 13: 12- yaitu Yesus yang memberi darah-Nya di luar pintu Gerbang). Paskah sebagai karya keselamatan adalah Paskah yang memperlihatkan takluknya kuasa kematian, takluknya salib yang dengan pongah menunjukkan sifat jahatnya. Paskah Yesus adalah terjadinya benturan dahsyat antara kuasa politik (romawi) dan Bait Allah (yahudi) di bawah kuasa Pax Romana. Semua kuasa yang menindas dan mematikan kini dihadapkan pada kuasa yang membangun dan menghidupkan. Sehingga peristiwa Yesus yang bangkit adalah peristiwa yang membuka harapan tentang masa depan baru. Sebuah keadaan dimana setiap orang tidak lagi tunduk pada kuasa yang mematikan dan dengan kepala tegak dapat berkata ‘hai maut dimana kuasa-Mu’ (band. 1 Korintus 15:55). Yesus yang bangkit adalah peristiwa yang menggelegar yang digambarkan sebagai gempa bumi yang hebat (ayat 2). Penaklukan maut telah diperlihatkan dengan gamblang dan eksplisit. Takluknya maut sekaligus menjelaskan betapa pentingnya peristiwa Paskah membalik situasi waktu itu.
Matius dengan jelas menunjukkan bahwa dahsyatnya peristiwa Paskah pertama-tama karena yang menjadi saksi justru penjaga-penjaga dan perempuan-perempuan. Dengan mengemukakan saksi yakni perempuan dan penjaga hendak dikemukakan bahwa peristiwa Paskah dijumpai oleh mereka yang tidak terduga. Inilah kisah yang menjelaskan bahwa cara kerja Allah melampaui segala daya nalar manusia sebab karya-Nya memang tidak terselami (TB2), tidak terduga (TB).
Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan melalui peristiwa Paskah ialah:
1. Paskah adalah harapan (ayat 1-6)
Kisah Paskah adalah kisah yang menimbulkan ketakutan bukan hanya perempuan tetapi juga para penjaga. Kisah Paskah menjelaskan bahwa Allah hadir dan membuka ruang penuh kasih sehingga yang tidak ada kuasa lain yang menghidupkan selain kuasa-Nya. Hanya dalam kuasa Paskah maka terwujud relasi baru antara Allah dan manusia. Allah menjumpai manusia dengan semua ketakutan manusia. Dosa harusnya membuat manusia semakin ketakutan di hadapan kesucian Allah. allah adalah Allah yang tidak pernah berpihak pada dosa yang mematikan sebaliknya dalam kebangkitan Yesus yang diperlihatkan keberpihakan Allah pada kehidupan.
Dewasa ini dosa tidak lagi menakutkan sebab dosa adalah sahabat manusia masa kini yang berpikir bahwa dirinya adalah pusat semesta. Dosa tidak lagi dianggap sebagai situasi genting tetapi hanya istilah yang mudah berlalu. Dewasa ini dosa demikian merasuk sehingga melihat dosa orang lain jauh lebih mudah daripada melihat diri sendiri. Dengan perspektif demikian maka peristiwa Paskah hendak menunjukkan bahwa kuasa dosa yang berujung maut dipatahkan oleh kuasa Kasih yang berujung kehidupan. Perempuan dan penjaga adalah mereka yang disisihkan oleh kuasa yang berlaku. Perempuan dan penjaga menjelaskan status mereka sebagai orang ‘pinggiran’ dan bukan orang yang ‘dipusat’ kekuasaan. Yesus yang bangkit adalah Yesus berdiri bersama setiap orang yang terpinggirkan oleh kuasa dosa.
Maka sambutlah Yesus yang bangkit dengan sukacita, sambutlah rengkuhan kasi-Nya yang membebaskan. Kita memang bisa disingkirkan oleh kuasa dosa tapi kita tidak pernah bisa disingkirkan dari kuasa Allah yang penuh kasih.
2. Paskah dipinggiran sebagai lawan pusat (ayat 7)
Sebutan nama tempat Galilea adalah wilayah dimana Yesus memulai tugasnya (bandingkan Matius 17: 3 dan Lukas 9:30-31). Yesus memang mengarah ke Yerusalem namun dihukum di luar Yerusalem (lihat Ibrani 13:12). Yesus disalibkan dan dimakamkan di daerah yang disebut sebagai ‘garden tomb’ (sebuah daerah diluar Yerusalem). Yesus yang bangkit kini mendahului para murid ke Galilea. Di Galilea dan bukan Yerusalem, ke darah pinggiran dan bukan pusat keagamaan dan politik. Yesus yang bangkit adalah Yesus yang menujukkan bahwa Paskah justru bermakna dalam perjumpaan dengan mereka yang mengalami marginalinasasi. Paskah justru menjadi berita yang tidak dikurung oleh tembok-tembok kuasa sebaliknya meruntuhkan paradigma yang berlaku saat itu yang sangat mengagungkan kuasa sehingga berpikir bahwa kuasa-kuasa duniawi akan bertahan seumur hidup. Paskah menjelaskan bahwa kuasa Allah dinyatakan oleh gereja yang membuka ruang bagi setiap pendosa. Gereja bagaikan rumah sakit bagi setiap orang yang mengalami kabar buruk di keluarga dan dimana-mana tempat. Gereja bukanlah ruang penghakiman tetapi sebaliknya mewartakan pengampunan. ‘pergi dan jangan berbuat dosa lagi’ kata Yesus. Jadi paskah ini menjadi kehilangan makna jika hanya berkutat pada budaya kebiasaan. Maka jangan ragukan peristiwa Paskah sebagai peristiwa yang terjadi dalam sejarah kehidupan sebab Paskah menunjukkan bahwa Allah selalu mau menghidupkan. Allah selalu berdiri bersama mereka yang tersingkir sebab Allah benci pada dosa tapi tidak pernah benci orang berdosa. Itulah berita Paskah yang harus menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa Allah membenci dosa-dosa kita tapi mengasihi kita supaya pergi dan jangan berbuat dosa lagi sebab sekarang kita hidup oleh KASIHNYA.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Paskah memberi pelajaran penting bahwa kita hidup tetapi bukan lagi kita melainkan Dia yang hidup didalam kita – Galatia 2:20. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIMinggu 11 Januari 2026 GIDEON: RELASI ALLAH DAN UMATArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|