Dibaca : 22002 x
Catatan RefleksiRabu, 09 Januari 2013 Mikha 4:1-5 `MENYAMBUT YESUS,JANGAN KUATIR`
Umat yang Tuhan Yesus kasihi,
Salah satu cara iblis mengintervensi kehidupan beriman kita adalah dengan ajaran " kuatir itu manusiawi ", " kita masih hidup di dunia jadi sah-sah saja kalau kuatir ", " kuatir itu biasa " dan sebagainya. Ungkapan ini nampaknya sangat sesuai dengan akal pikiran kita dan dianut secara umum sebagai sebuah kebenaran. Jika demikian halnya apakah arti firman Tuhan di Filipi 4 : 6 ( bacalah ayat ini ). Kata "merimnao` / kuatir bermaksud menjelaskan bahwa seseorang yang kuatir adalah seseorang direpotkan dengan apa yang menjadi perhatiannya. Jadi hendak dikemukakan bahwa jika kita direpotkan oleh sesuatu yang menjadi perhatian kita sehingga hal-hal lain menjadi terbengkalai, itulah kuatir. Inilah yang tidak dikehendaki oleh firman Tuhan, ketika hidup kita hanya focus kepada masalah dan direpotkan oleh masalah dana melupakan penyertaan Allah.
Jika kita diperhadapkan dengan persoalan dan kita tidak focus pada persoalan tetapi tetap mengarahkan pandangan kepada Yesus, maka itu berarti kita tidak kuatir. Jika kita katakana bahwa kita sudahmengarahkan pandangan kepada Yesus tetapi masih kuatir juga, maka harus ada koreksi terhadap pandangan kita. Kehendak Paulus adalah supaya setiap anak-anak Tuhan tidak kuatir sebab kekuatiran menimbulkan kecemasan dan meruntuhkan pengharapan.
Dalam menyambut kedatangan Yesus, maka selaku umat Tuhan kita juga diperhadapkan dengan macam-macam peristiwa. Bisa saja saat ini kita sedang mengalami kedukaan. Bisa saja saat ini kita sedang dirundung masalah keluarga. Dalam semua keadaan tersebut satu hal yang tetap menjadi perhatian kita adalah "jangan kuatir`. Semua persoalan yang kita hadapi hendaknya tidak membuat kita kehilangan arah sebab itu kita harus focus kepada Tuhan. Yesus sendiri yang menyatakan agar kita tidak kuatir ( bacalah Matius 6:31 ), maka masih adakah alasan untuk itu ?
Firman Tuhan hari ini menyatakan bahwa hal utama yang perlu diperhatikan dalam menyambut kedatangan Yesus adalah: sehati, sukacita, berdoa, bersyukur. Inilah mutiara firman Tuhan agar kita tidak dibelenggu oleh kuatir. Kalau hidup keluarga kita selalu sehati, kita juga bersukacita dengan pertolongan Tuhan, serta tetap berdoa. Keluarga yang bersatu dan sehati adalah langkah kuat untuk mengatasi semua masalah dan tidak kehilangan arah. Didalam keadaan yang demikian maka semua potensi yang ada dalam keluarga menjadi sangat berarti. Maju terus bersama Yesus, maka rasa kuatir itu akan kita atasi dengan muara mengucap syukur. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |