aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 15706 x

Catatan Refleksi
Jumat, 16 Agustus 2024
Yohanes 8:36
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA
Setiap 17 Agustus kita merayakan hari kemerdekaan. Kata merdeka lalu hadir di semua laman konvensional (gapura bambu, tembok pos ronda dsb) atau laman virtual. Namun kini ... Merdeka tidak lagi milik semua orang sebab merdeka terhisab menjadi milik sedikit orang.

Romantisme merdeka dengan pekik menggelegar kini menjadi cekikikan para vampir yang siap melumat. Merdeka dengan darah berganti air liur keserakahan yang dibungkus ayat-ayat suci.

Merdeka dengan semangat heroik kini berubah menjadi semangat herodes dengan kuasa menggunung untuk penggal kepala Yohanes. Merdeka yang berjiwa satria kini hadir dengan jiwa kerdil pribadi kerdil yang reputasinya dekil.

Merdeka artinya ada yang harus disingkirkan dan ada yang harus tersingkir karena itu hidup memang harus berzikir. Ketika intoleransi diwujudkan dengan hati penuh aroma brutus si tukang telikung.

Merdeka artinya siap didaulat dan siap juga diberhentikan sebab hanya mereka yang tebal nurani yang siap dengan berbagai situasi. Merdeka artinya belalang diseberang lautan nampak jelas sementara serigala bergincu hanyalah noktah ketamakan yang dianggap biasa.

Merdeka seperti drama Korea yang menjual ilusi karena nurani alami delusi.

Merdeka tidak lagi dihayati sebagai moment bersujud di hadapan-Nya sebab merdeka bukan ibadah tetapi sujud hanya kepada mamon dalam segala bentuknya. Sebab hati para imam menjadi bergairah karena ayat suci untuk menipu umat.

Merdeka adalah abaikan para syuhada sebab merdeka adalah milik para pemulung keserakahan yang tinggal di gerobak kejahatan dan berselingkuh dengan kurawa.

Namun ibarat MRT yang megah dan harum namun berjuang dengan gelapnya lorong tatkala PLN lunglai, merdeka tetap punya makna.

Merdeka lalu bermakna ketika kita hayati bahwa hidup harus bertumbuh. Bertumbuh dalam segala hal kebajikan agar merdeka dapat tersenyum bukan saja di tembok2 pos hansip di kampung2 tapi juga di tembok2 virtual para pandawa.

Jadi Merdeka adalah mereka yang disentuh dengan antusiasme. Mereka yang disuguhi narasi kebajikan dan berjuang mewujudkannya.

Merdeka adalah militansi dalam diri yang berjuang sekalipun harus sendiri sebab melawan arus keserakahan memang dimulai dengan merdeka untuk berkata cukup.

Maka kemerdekaan adalah realitas dan bukan imajinasi sebab seorang Sahabat pernah berkata: Jadi apabila Anak itu memerdekalan kamu, kamupun benar2 merdeka (Yoh.8.36)


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)