Dibaca : 49 x
Catatan RefleksiSelasa 7 April 2026 Filipi 2: 5 RUANG RINDU (Letto)
 Salah satu lagu lama dari band nasional yang aku suka adalah RUANG RINDU (Letto). Lagunya terasa beda, tidak seperti lagu-lagu band nasional lain yang cukup didengar dan tidak butuh perenungan.
Letto lain, syair lagunya sekalipun mudah dinyanyikan tapi bisa timbulkan tanya. Salah satunya adalah di ruang rindu.
Hari ini ada dua rindu yang menghadirkan ruang tertentu, rinduku dan rindu-Nya. Bukan hanya aku tetapi Dia juga rindu menyapaku sehingga kerinduan kami adalah kerinduan persahabatan. Dasar dari kerinduan kami adalah cinta dan dalam cinta kepada-Nya aku tidak ragu sekalipun tidak melihat-Nya. Rinduku kepada-Nya cukup memberi gambaran tentang Dia yang ternyata juga merinduiku.
Aku tak pernah minta dilahirkan hari ini,
aku tak pernah minta dilahirkan pada hari Selasa subuh 62 tahun lalu
Aku tak pernah minta lahir di sebuah asrama dengan bantuan bidan dan bukan di rumah sakit dengan bantuan dokter
Aku tak pernah minta .....
Aku memang tidak minta tapi aku harus menerimanya.
Aku tidak minta tapi aku juga tak bisa menolak sebab lahirku adalah ruang rindu yang kujalani.
Maka sejak Selasa subuh 1964 hingga Selasa 2026 ini, ruang rinduku dipenuhi oleh rindu-Nya dan aku menyambut kerinduan-Nya.
Hanya dalam ruang rindu seperti ini maka disetiap angka Ulang Tahun membuat hati bersyukur. Ia berkarya bagiku dan keluargaku agar kami memberitakan kerinduan-Nya kepada banyak orang, bukan dengan kata saja tapi dalam setiap pengalaman duka,suka,pergumulan dan sebagainya. Inilah rindu yang didasarkan pada cinta
Ketika cinta hadir maka ada atau tidak ada tidak lagi menjadi utama sebab kehadiran yang dicintai adalah segalanya. Aku ada tapi aku larut dalam cinta kepada-Mu.
Mataku tak melihat tapi mata hatiku melihat-Mu dan aku bersyukur
Jadi malam ini Gusti, nyuwun sewu, matur nuwun amarga matur nuwunku ana tresna-Mu
Aku tak bangga dengan diriku sebab dalam syukurku aku bangga pada-Mu yang tak pernah berhenti untuk mengasihiku dalam ruang rindu.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Jumat, 06 September 2019 WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITAArsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |