aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16031 x

Catatan Refleksi
Selasa, 21 Februari 2023
Mazmur 62:8
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Ketika hidup pasangan memasuki usia 32 Th perkawinan maka kenyataan ini semakin memberi pemahaman bahwa Cinta tidak lagi tampil dengan bahasa tapi matang dan semakin mencerdaskan dalam tindakan. Dititik itulah diperlukan kesadaran ojo adiguna semakin memahami bahwa kehidupan menjadi ruang pembelajaran yang semakin menundukkan diri di hadapan-Nya.
Maka cinta kita bukan lagi cinta dengan teori tetapi menjadi cinta yang tidak final dalam kesementaraan waktu namun final dalam kekekalan.
Semakin mencintai berarti semakin tenggelam dalam kebebasan untuk menyatakan cinta yang memerdekakan yang dicintai.
Maka semakin mencintai semakin menyadari cinta menundukkan semua keangkuhan.
Aku mencintaimu dengan cinta yang semakin menundukkan aku pada kesadaran bahwa mencintaimu adalah anugerah-Nya. Janganlah lelah mencintaiku sebab dalam cintamu sayap-sayap kebanggaanku tidak lagi berkuasa.
Aku mencintaimu dengan cinta yang membebaskan sebab sebagai pasangan dirimu memberi cinta yang memerdekakan.
Terimakasih Gusti sang Sumber Cinta sebab hari ini Gusti mengajariku bahwa dalam cinta ada daya hidup yang luar biasa. Daya hidup yang memberi pengertian bahwa hidup untuk-Mu adalah cinta yang tak pernah menguap.
Di sisi lain Suami-Istri yang berjanji untuk hidup bersama adalah suami-istri dengan keberanian mengakui keterbatasan diri dan kekuasaan Tuhan.
Suami-istri yang berjanji akan meletakkan hubungan perjanjian tersebut dalam terang hubungan perjanjian dengan Tuhan.
16-Februari-1991 adalah waktu perjanjian dan perjalanan perjanjianpun dimulai. Jalan perjanjian tidak selalu cerah di tengah hamparan bunga tetapi juga gelap dengan badai yang menghantam. Jalan perjanjian tidak selalu mudah sebab kadang airmata menjadi peristiwa yang tidak terelakkan. Jalan perjanjian tidak selalu gundah sebab ada tawa sukacita keberhasilan melihat anak-anak yang semakin dewasa.
Jalan perjanjian yang diperjuangkan di berbagai musim kehidupan semakin memperjelas siapakah yang memanggil dan mengutus suami-istri. Siapakah yang mendampingi, siapakah yang menegur, siapakah yang memulihkan, Tuhan Yesus.
Kesadaran ini bermuara pada kepastian bahwa suami-istri bukan milik pasangan tetapi milik Tuhan.
Maka suami-istri yang mengucap syukur adalah ungkapan syukur kolektif sebab perjalanan janji tidak pernah individual saja. Perjalanan perjanjian selalu melibatkan pihak yang membuat perjanjian yakni sumai-istri dan Tuhan
Hantarlah kami memahami bahwa cinta kami semakin membebaskan karena Gusti Sang Sumber Cinta selalu mencintai kami. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah tidak pernah sia-sia. Matur sembah nuwun Gusti.
Alex-Conny


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Jumat, 06 September 2019
WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITA

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)