Dibaca : 16725 x
Catatan RefleksiRabu, 07 Juli 2021 Kolose 3: 23 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Hari Keluarga Nasional tahun ini dirayakan dalam kondisi yang mencemaskan karena covid-19 varian delta yang sedang "mengamuk" di Indonesia. Pada Hari Keluarga Nasional ini ada banyak keluarga yang sedang meratap karena meninggalnya anggota keluarga. Keluarga yang sedang berjuang di tengah lunglainya anggota keluarga yang terpapar dan terdampak.
Di tengah beragam kecemasan yang sedang dipubilikasi atas nama tranparansi informasi maka setiap keluarga harus bisa beradaptasi dengan situasi sulit yang tidak terhindarkan. Maka di Hari Keluarga Nasional ini perlu digaungkan terus sikap optimis untuk tidak mengabaikan akal sehat bahwa covid -19 memang ada tetapi nilai sebuah keluarga tidak dapat digerus oleh virus covid -19.
Keluarga sebagai komunitas yang turut memengaruhi komunitas adalah keluarga yang siap untuk menghadapai dua hal penting yakni:
1. Perubahan. Dewasa ini keberadaan keluarga memang sedang menghadapi tantangan serius baik dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari luar. Dari dalam keluarga perubahan yang terjadi adalah perubahan cara pandang setiap pasangan. Suami perlu merubah cara pandangnya bahwa suami bukan saja "economy provider" tetapi suami juga adalah pilar penting yang bertanggungjawab atas semakin baiknya kehidupan keluarga. Apakah artinya suatu keberhasilan tanpa disertai dengan kesejahteraan keluarga. Di samping itu perubahan peran perempuan atau istri dalam keluarga harus diterima sebagai keniscayaan. Hal ini bertolak dari pemahaman bahwa setiap individu bukan hanya laki atau perempuan punya hak yang sama membangun ketahanan lembaga keluarga. Maka cara pandang yang harus dibangun adalah cara pandang tentang fungsi keluarga disertai hakikat dari keluarga itu sendiri. Fungsi keluarga bukan saja bergerak dalam alur yang normatif tetapi harus selalu didasarkan pada pemahaman fundamental bahwa keluarga Kristiani hadir dalam solidaritas dengan sesama.
2. Tantangan. Perubahan bisa menghadirkan harapan tetapi sekaligus juga bisa mengancam. Hal ini penting dipahami karena setiap keluarga yang tidak siap dengan tantangan akan terancam. Tantangan keringnya komunikasi di media sosial, tantangan semakin lunturnya kekerabatan dan tantang gaya hidup yang semakin egois menjadikan keluarga dalam kondisi harus bertahan dengan sungguh-sungguh.
Maka pemikiran berikut bisa menjadi bagian perenungan bersama di Hari Keluarga Nasional 2021 yakni: soal kepemilikan (ownership). Pasangan bukanlah dalam perspektif "kepemilikan" sebab pasangan adalah milik Tuhan. Pandangan ini jika diterapkan dengan sungguh-sungguh akan menggembirakan sebab perlakuan terhadap pasangan adalah perlakuan terhadap sang pemilik yankni Tuhan (band. Kolose 3: 23)
Anak-anak bukanlah "milik" orangtua sebab mereka adalah milik Tuhan sebagaimana pernyataan saat sakramen baptisan (band. Yes. 43:1b). Dengan pemahaman demikian maka kehadiran setiap anggota keluarga selalu bermuara pada pertanggungjawaban di hadapan Tuhan kelak.
Kegembiraan Piala Eropa dimasa pandemi ini tetap membahana sekalipun protokol kesehatan harus dipenuhi. Ada tim Belanda yang mengikut tim lain pulang kenegeranya dengan sedih (Portugal juga, sampai-sampai ban kapten dibuang dan ditendang Ronaldo) namun sportifitas tetap harus dijaga dan solidaritas tetap hidup. Itulah semangat PialaEropa, dan semangat itu juga yang selalu membara di tengah setiap keluarga yakni sportifitas yang dijunjung tinggi (mohon maaf bukanlah hal tabu) tapi solidaritas juga tetap terjaga (satu dengan lain saling mendoakan). Maka di Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021, tetaplah gembira dan tidak hanyut oleh berita mencemaskan. Tetaplah menggunakan akal sehat agar sportifitas dan solidaritas tetap terjaga. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah setiap keluarga tidak pernah sia-sia.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Jumat, 06 September 2019 WARISAN UNTUK ANAK-ANAK KITAArsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |