Dibaca : 22568 x
Catatan RefleksiRabu, 09 Januari 2013 Mazmur 63:1-6 `MENYAMBUT YESUS,PANDANGAN HARUS JELAS
Berada di tengah padang gurun tentu merupakan peristiwa yang tidak nyaman dan sekaligus menggelisahkan. Suasana padang gurun adalah suasana terancam dan terbuka untuk diserang dari segala penjuru. Padang gurun adalah tempat dimana kesulitan menjadi kenyataan dan daya tahan tubuh yang prima menjadi kebutuhan yang penting. Salah satu tantangan padang gurun adalah kemampuan untuk memandang, sebab terik matahari akan mengaburkan pandangan kita. Angin dan pasir adalah tantangan yang tidak mudah karena mengganggu kemampuan kita memandang kedepan. Dengan suhu bisa mencapai 45 derajat celcius di bulan tertentu (juli atau agustus ) maka dehidrasi akan menjadi persoalan yang berat. Air menjadi kebutuhan utama sehingga kebutuhan akan air dapat disejajarkan dengan kebutuhan akan hidup.
Inilah situasi yang dihadapi oleh Daud ketika berada di padang gurun Yehuda. Kesulitan dan tantangan yang dialaminya bukanlah persoalan yang sederhana sehingga seluruh kegersangan padang gurun menjadi medan yang mematikan. Dengan keadaan yang demikian maka Daud berseru dan memandang kepada Tuhan. Kata memandang dalam ayat 3 menunjukkan bahwa Daud terarah, Daud mau belajar, Daud melihat, kepada Allah yang menyatakan kasih setia ( ayat 4 ). Melalui tindakan demikian nampak bahwa situasi alam yang berbahaya dan menekan, tidak mengurangi usaha Daud untuk tetap memandang kepada Allah dan belajar dari kekuatan-Nya yang besar. Daud tidak kehilangan arah di tengah suasana yang penuh dengan pergumulan tetapi senantiasa mengarahkan pandangan-Nya kepada Allah dan belajar menghayati karya Allah. Maka hal mendasar yang diperlukan dalam lingkaran pergumulan dan tantangan adalah mata yang tetap tertuju kepada Allah.
Ini berita yang juga disampaikan dalam kehidupan keluarga kita, bahwa memandang kepada Allah itu berarti memeiliki kesediaan untuk belajar memahami dan menghayati kekuatan-Nya. Di minggu advent ini kita semua diajak untuk memandang Tuhan, dengan memandang kepada Tuhan tidak berarti secara otomatis persoalan berkurang, tetapi dengan memandang kepada Tuhan kita semakin belajar untuk mengakui kedaulatan-Nya atas kehidupan kita. Kita pasti dimampukan untuk memuji dan memegahkan Tuhan ( ayat 4 dan ayat 6 , bacalah ayat -ayat tersebut ). Paulus pernah menyatakan bahwa kekuatan yang berlimpah-limpah ini berasal dari Tuhan, maka sungguh kitapun akan menyatakan hal yang sama. Maka kita memerlukan pandangan yang jernih dan bersih sebab tanpa kejernihan hati dan kebersihan jiwa pandangan kita menjadi kabur sebab Ia adalah Allah yang kudus. Dengan memandang kepada Tuhan dan kemuliaan-Nya kitapun dikuatkanmenyosong kedatangan-Nya.
Maju terus bersama Yesus, sebab dalam persekutuan dengan Tuhan maka kita akan dapatkan pandangan yang jelas kepada Tuhan dan kekuatan dari-Nya menjadi bagian kita sebab dalam pandangan Tuhan hidup kita tidak akan sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |