Dibaca : 24061 x
KhotbahSelasa, 08 Januari 2013 (Roma 15:7-13) `MENYAMBUT YESUS, HARAPAN HARUS TEGUH`

Pemazmur menyatakan bahwa ia berharap kepada Firman Tuhan ( Maz. 119:81). Mengapa pemazmur berharap kepada firman Tuhan adalah karena Firman it menjadi pelita dan terang ( Maz. 119:105). Jika demikian maka berharap bukanlah sekedar berharap tetapi menunjukkan sikap : diam, tetap, ajeg kepada Firman Tuhan. Maka berharap pada Firman Tuhan meperlihatkan kesadaran untuk focus kepada Firman Tuhan dalam semua aktifitas. Ketika bekerja fokusnya firman Tuhan, ketika memasak fokusnya firman Tuhan, ketika kuliah fokusnya firman Tuhan. Inilah yang dimaksudkan dengan berharap kepada firman Tuhan.
Rasul Paulus menyatakan bahwa pengharapan umat Tuhan bukanlah sesuatu yang baru tetapi sudah sejak Perjanjian Lama di Yes. 11 : 10, maka ketika umat berharap kepada Tuhan maka yang terjadi adalah umat melayani satu dengan yang lain ( ayat 7 dan 8, bacalah ayat-ayat tersebut ). Memiliki pengharapan lalu tidak dipahami sebagai sebuah kepemilikan yang individualistis tetapi bermakna menjadi berkat bagi banyak pihak. Semua hal tersebut berujung kepada kemuliaan Allah.
Kepada jemaat di Roma, rasul Paulus hendak mengemukakan bahwa hidup yang berpengharapan adalah hidup dalam kepastian, kepastian untuk menjadi berkat bagi sesama. Maka pengharapan didalam Yesus Kristus memiliki pengertian untuk senantiasa berada dalam tuntunan dan arahan Tuhan melalui sabda firman-Nya. Tuntunan dan arahan firman Tuhan tersebut memberi kemampuan untuk tetap bertahan di tengah gelombang dan tantangan yang bermuara kepada pemberitaan injil bagi semua orang.
Ketika kita hendak menyambut Yesus, maka pengharapan kita harus kuat. Kenapa harus kuat ? sebab pengharapan itu bermakna di tengah gelombang tantangan dan pergumulan kita dimampukan untuk memberitakan kabar sukacita kepada banyak orang. Pemberitaan ini berawal dari keluarga, dari rumah tangga. Advent lalu bermakna besar sebab kita tidak menyambut Yesus untuk kepentingan sendiri tetapi menyambut Dia dalam makna pemebritaan kabar sukacita.
Marilah kita menjaga pengharapan kita yaitu pengharapan yang berarti mau menjaga kekudusan kita selaku umat Tuhan yang bersaksi di tengah dunia. Sehingga masa advent menjadi masa perenungan kita dalam keheningan bertanya pada sanubari: sudahkah kita bermakna bagi suami-istri, anak, orangtua ? sudahkah kita menghadirkan kehidupan yang berpengharapan seperti yang dikehendaki Firman Tuhan. Akhirnya bacalah Roma 5 : 5. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|