aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24965 x

Khotbah
Senin, 07 Januari 2013
`BERSORAKLAH, AMIN HALELUYA` ( Wahyu 19 : 1-5 ).

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,

Memuji Tuhan merupakan tanggapan yang harus diberikan kepada Allah dengan alasan yang harus jelas dan benar. Memuji Tuhan bukanlah sekedar menyatakan `Haleluya dan menganggap bahwa inilah yang benar dan sudah diterima oleh Tuhan Yesus.

Memuji Tuhan merupakan tanggapan yang harus diberikan kepada Allah seperti dalam Mazmur 113: 3 yang menyatakan ` Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari v terpujilah nama TUHAN. Ini berarti memuji Tuhan merupakan sebuah tanggapan yang bertolak dari kesadaran bahwa :



1. Allah adalah Allah yang melakukan pembebasan. Melalui bacaan saat ini dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang melakukan pembebasan karena setiap bentuk tindakan dosa ( ayat 2 - pelacur besar ) yang terjadi dengan kuasanya yang berpengaruh, kini semua sudah dikalahkan. Kuasa - kuasa dosa yang serba hina dan destruktif kini sudah ditaklukkan. Penaklukan kuasa-kuasa jahat tersebut hanya bisa dilakukan oleh Allah ( ayat 1 akhir ) maka segala kuasa yang nampaka kokoh dan perkasa kini mengalami kekalahan dan ditundukkan. Maka seluruh umat Tuhanpun didorong untuk mengemukakan ungkapan pujian mereka ` haleluya - terpujilah Tuhan `.

Melalui hal inilah kita semua diarahkan untuk selalu memuji Tuhan `haleluya. Pujian tersebut bukanlah sebuah pujian yang hanya bersifat verbal tetapi menjadi punjian yang bertolak dari pengenalan akan seluruh karya Allah. Bagaimana kita mengenal karya Allah? Kita hanya bisa mengenal karya Allah ketika kita bersikap rendah hati ( tersungkur dan menyembah Allah - ayat 4 ). Maka semua tindakan dan karya Allah hanya mampu kita rasakan dan hayati ketika dalam kerendahan hati mengakui kekuasaan dan karya Allah dalam kehidupan kita semua (ayat1 akhir ).



Diakhir tahun 2012 ini kita semua perlu merenungkan kembali semua karya Allah yang sungguh besar dan perkasa sehingga ketika kita mengucapkan haleluya - puji Tuhan, ini bukanlah ungkapan kosong dan tidak bermakna atau sekedar ikut2 an, tetapi merupakan ungkapoan yang keluar dari kesadaran kita bahwa kita sudah mengalami karya tindakan dan pemeliharaan Allah selama satu tahun. Melalui semua tindakan ini seklaigus kita diajak untuk tidak mengabaikan pujian kepada Tuhan sebab siapakah yang alayak untuk di puji selain Dia ( Maz. 103: 2 - Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! )







2. Umat hidup takut akan Tuhan. Melalui pujian yang dipanjatkan kepada Tuhan maka sekaligus kepada umat dituntut untuk hidup dalam kekudusan. Ketika umat meuji Tuhan dan memuji-Nya dalam kebenaran maka puji-puian itu terwujud dalam tindakan yang menghadirkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Ini berarti umat Allah menjadi umat yang selalu hidup dalam usaha untuk menjauhi kecemaran ( ayat 2 - kata pelacur ) dan menyakini bahw adanya jaminan pemeliharaan dan penyertaaan Allah ( ayat 2 akhir - melabalaskan darah hamba-hamba-Nya ). Melalui pujian yang dikemukakan maka nampaklah bahwa Firman Tuhan hendak memberi penjelasan dan penguatan kepada setiap umat-Nya bahwa : mereka harus kudus dan mereka kehidupan mereka terjamin. Dengan sikap demikian maka umat yang selalu mejaga kekudusan hidupnya adalah umat yang bisa saja mengalami tekanan dan penindasan tetapi mereka akan mengalami pembelaan oleh Allah. Pesan yang kuat disampaikan oleh Firman Tuhan ini bahwa jika hamba itu sudah mati sekalipun maka Allah yang akan melakukan pembalasan kepada mereka yang jahat. Inilah pesan yang disampaikan kepada umat pada waktu itu bahwa mereka yang hidup dalam usaha yang kuat untuk menjaga ke-kuds-an mereka dari penemaran oleh dunia ini maka mereka akan berhadapan dengan resiko penolakan dunia tetapi hidup mereka terjamin dalam tangan Tuhan.



Maka umat yang menaikkan puian kepada Allah adalah umat yang memebri persembahan yang kudus dan asap persembahan itu naik kepada Allah ( ayat 3 ). Asap yang naik adalah asapa persembahan yang mengingatkan persembahan Kain dan Habel. Persembahan yang diterima Allah ditandai dengan asap yang naik kepada-Nya. Maka pujian kepada Allah dapat disejajarkan dengan persembahan yang disampaikan kepada-Nya. Melalui ungkapan ini lahirlah kemudian tekad yang kauat untuk selalu hidup dalam kekudusan yang Allah kehendaki.


Jemaat yang terkasih,

Dalam konteks inilah ketika kita akan mengakhiri tahun 2012 ,kita diingatkan bahwa jaminan yang bersumber dari penyertaan Allah merupakan peristiwa yang hanya bisa dihayati dalam ke-kudus-an. Dunia dengan segala kecemaran yang ada padanya dapat menjadi polutan yang merusak kehidupan manusia. Maka kita semua diundang untuk selalu memuji Tuhan sehinggga ada asap yang naik kepada-Nya sebagai tanda bahwa pujian kita diterima oleh-Nya. Seluruh pujian ini hendaknya tampil dalam kehidupan kita selaku orang percaya yang terus mengakui dan memahami bahwa Yesus kristus adalah pembela kita semua sekarang dan selama-lamanya. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518