aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 25102 x

Khotbah
Sabtu, 09 September 2012
Kejadian 48 : 1 - 9
PERJANJIAN DAN KESETIAAN ALLAH

Khotbah Minggu ke XV sesudah Pentakosta

9 September 2012

PERJANJIAN DAN KESETIAAN ALLAH. ( Kejadian 48 : 1 - 9 ).

-----------------------------------------------------------------



Jemaat yang terkasih didalam Yesus Kristus,



Berada di Mesir selama 17 tahun sejak masa kekeringan yang terjadi bukanlah hal yang sederhana bagi seorang Yakub. Yakub yang berada di Mesir dalam jaminan Yusuf yang telah menjadi pejabat penting tidak membuat Yakub melupakan dari mana ia berasal dan perjanjian yang telah dinyatakan oleh Allah kepadanya. Segala sesuatu yang indah di Mesir dan jaminan yang diterimanya tidak membuat Yakub kehilangan kesadaran sekalipun ia telah lanjut usia , 147 tahun ( kej. 47 : 28 ). Yakub tidak kehilangan identitasnya sebagai pribadi yang mengalami perjumpaan dengan Allah bahkan sebagai Israel. Ia mengingatkan Yusuf agar jenasahnya dimakamkan di Kanaan ( kej. 47 : 29 - 31 ). Dengan mengatakan hal inilah Yakub menghubungkan kembali generasi sesudahnya dengan generasi sebelumnya di Kanaan sehingga ia selalu berada dalam kepastian masa depannya dan masa depan keturunannya.



Berada dalam keadaan yang menyenangkan bisa saja menggoda seseorang melupakan identitasnya sebagai murid Tuhan. Bahwa kehadirannya dimasa kini tidak dapat diputuskan dengan sejarahnya dimasa lalu dan dengan generasi yang berikut. Inilah keteladanan yang diikat dengan hubungan perjanjian yang sudah terbentuk selama ini. Karena itu perikop bacaan kita saat ini memperlihatkan hal-hal mendasar dengan keberadaan Yusuf serta keturunannya dimasa depan.




1. Yakub menegaskan ulang tentang janji Allah. ( ayay 1 - 4 ).



Dari sudut Yakub hal ini menjadi penting sebab dalam keadaan yang lemah sekalipun ia tidak mengalami kelemahan dalam hubungannya dengan Allah. Melalui peringatan yang dikemukakan Yakub hendak ditegaskan kepada Yusuf dan Manasye serta Efraim bahwa mereka tidak terputus dengan Kanaan. Kedudukan yang tinggi serta kehidupan yang berkecukupan bukanlah alasan untuk melupakan janji Allah. Janji Allah adalah janji yang dikemukakan dalam visi kemasa depan. Maka ke-kini-an tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengalami janji Allah yang luar biasa. Yakub menegaskan bahwa janji itu tetap berlaku dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Peristiwa Yakub yang sakit dan dengan tegar menyatakan bahwa ia tidak terpesona dengan realitas Mesir menjadi penegasan bahwa hidup yang dikuasai oleh janji Allah merupakan hidup yang bermutu.


Dari sini kita dapat mempelajari kekuatan yang tersimpan dibalik tubuh yang lemah. Kekuatan untuk senantiasa disegarkan oleh janji Allah ( kej. 35:11-12).

Kitapun dapat belajar dari peristiwa ini bahwa dimanapun kita berada dan bagaimanapun keadaan kita, janji Allah tidak berubah ( ibrani 10:23 ). Kesetiaan Allah pada janji-Nya menolong kita untuk selalu mawas diri bahwa masa kini tidak boleh membelenggu kita untuk mengalami janji Allah.

Sebagai orang tua kitapun mengingatkan generasi keturunan kita bahwa janji Allah tetap berlaku kepada semua generasi. Karena itu hiduplah selalu dalam naungan hubungan perjanjian dengan Allah, dengan cara mengingat terus janji itu dan mewujdukannya dalam hidup setiap hari.




2. Yakub menegaskan kesetiaan Allah ( ayat 5 - 7 )



Manasye dan Efraim sebagai keturunan Yusuf yang lahir di Mesir dalam pandangan Yakub adalah cucu-cucu perjanjian. Hal ini menjadi sebuah tanda bahwa yang lahir di Mesir ditarik kembali menjadi generasi perjanjian dan berada dalam barisan generasi perjanjian. Maka kehadiran sebagai generasi perjanjian menjadi peringatan kepada Yusuf bahwa Rahel ibunya dapat menjadi teladan. Rahel dikatakan sebagai yang elok sikapnya dan cantik ( kej. 29:17 ) dalam hal ini Yakub mengingatkan Yusuf tentang perempuan luar biasa yang dicintainya dan mendampingi Yakub sampai ia meninggal dan dimakamkan di Bethlehem ( ayat 7 ). Peranan seorang perempuan yang tidak dibaikan oleh Yakub untuk menunjukkan bahwa jika ibunya menjadi perempuan yang setia maka Yusufpun harus menjadi anak yang setia. Pada periode inilah Yakub mengaskan kembali kepada Yusuf bahwa kesetiaan kepada janji Allah merupakan hal penting.

Kesetiaan itulah yang kemudian menarik anak-anak Yusuf menjadi bagian dari hidup perjanjian dengan Allah. Setia pada janji Allah sampai pada akhirnya merupakan identitas setiap anak Tuhan.



Kita bisa pelajari disini ialah, Yakub mengingatkan Yusuf bahwa kesetiaan seorang ibu, kesetiaan seorang istri memiliki pengaruh yang besar kepada hidup seorang anak. Melalui kesetiaan seorang perempuan nampaklah kesetiaan Allah yang melampaui akal manusia ( Yesaya 25 : 1 ). Melalui kesetiaan inilah dibangun kehidupan yang berarti sebab dengan setia kepada Allah yang setia akan membuka masa depan yang berkualitas.


Kesetiaan dapat saja semakin mahal saat ini ditengah-tengah hidup yang tidak setia tetapi kepada kita diajarkan bahwa Allah didalam Yesus adalah Allah yang setia.



Kesetiaan itulah yang menarik generasi keturunan kita menjadi generasi yang diberkati ( ayat 8-9 ). Maka hidup dalam kesetiaan yang sekarang diwujudkan oleh orang tua menjadi teladan utama supaya anak-anak ternetuk dalam kesetiaan ( Maz. 136 : 26 ). Melalui pola hubungan kesetiaan inilah generasi keturunan menjadi generasi yang menjaga identitasnya ditengah kenyataan yang tidak setia.


Maju terus bersama Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia.  Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518