aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 15770 x

Khotbah
Minggu 4 Januari 2026
Ibrani 10:19-25
PERSEKUTUAN BERSAMA KRISTUS

PERSEKUTUAN BERSAMA KRISTUS
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Seorang Pendeta James David Greer mengemukakan bahwa ‘Ibadah adalah tanggapan orang percaya dengan seluruh keberadaan mereka – pikiran, emosi, kehendak, tubuh – terhadap siapa Tuhan itu, apa yang dikatakan dan dilakukan-Nya.". Pernyataan ini menegaskan bahwa soal peribadahan mungkin berlangsung secara reguler setiap hari Minggu, namun bagi Sebagian orang perlu dipahami apakah makna sebuah ibadah. Jika ibadah adalah sebuah tanggapan terhadap karya Allah dalam Yesus Kristus maka ‘tahukah kita siapa Yesus?’ Pertanyaan seperti ini nampak mengada-ada tetapi hanya mengetahui bahwa ‘danau Toba’ indah memang benar. Tetapi bukankah lebih mendalam lagi jika kita tahu luas danau Toba (Luas Permukaan: Sekitar 1.130 – 1.145 km persegi (lebih besar dari negara Singapura), Panjang & Lebar: Memanjang sekitar 100 km dan lebar sekitar 30 km. Kedalaman Rata-rata: Sekitar 216 meter. Kedalaman Maksimal: Mencapai 505 hingga 508 meter. Ketinggian Permukaan: Sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Dengan pengetahuan demikian maka car akita memandang danau Toba akan berbeda. Kita tidak hanya kagum namun sekaligus bersyukur bahwa ada danau seindah ini di Indonesia sebagai satu-satunya danau vulkanik aktif di dunia. Demikian juga dengan ibadah kepada Yesus, apakah dasar dari ibadah tersebut dan apakah akibat dari ibadah haruslah menjadi pemahaman kita yang mendasar sehingga ibadah bukan sekedar gerak tubuh tetapi sebuah respons yang bernilai.
Dengan pemahaman demikian maka penulis kitab Ibrani hendak mengemukakan bahwa pengetahuan tentang Yesus akan memunculkan tanggapan yang berbeda. Maksudnya ialah dengan memahami siapa Yesus maka pola ibadah kita kepada-Nya tentu harus berubah. Maka penulis kitab Ibrani hendak mengemukakan pengajaran bahwa:
1. Yesus – darah, tabir dan Imam Agung (ayat 19-21)
Yesus yang telah menebus dengan darah adalah Yesus mengubah status kita selaku orang percaya. Perubahan status ini penting sebab bukan saja posisi yang berubah, hakikat kita juga berubah (1 Korintus 6: 20 , 1 Petrus 1:18-19). Dengan tebusan yang mahal yakni darah maka setiap orang percaya memiliki jaminan dan kepastian berada dalam rengkuhan Allah yang penuh cinta, inilah tabir yang memisahkan sehingga melalui darah Yesuslah terbuka suatu pemahaman bahwa ibadah seharusnya menjadi ibadah yang mahal. Ibadah yang mahal menunjukkan bahwa ibadah itu dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ibadah yang memungkinkan munculnya kesadaran bahwa Yesus adalah sang Imam Agung yang tidak membawa domba kurban tetapi memberi diri-Nya sebagai kurban. Dalam keadaan demikian maka pengenalan akan Yesus seharusnya membuat kita semua gentar dan gemar. Membuat setiap orang percaya hidup dalam pengakuan yang menggetarkan sekaligus membuat hati bergemar. Dan jika Yesus telah memberi yang darah-Nya mahal maka kita perlu tahu bahwa hidup yang Jalani adalah hidup yang mahal, bernilai tinggi. Jika Yesus adalah Yesus yang merengkuh kita sebagai sahabat maka percaya kepada Yesus sekaligus memunculkan pertanyaan. Jadi Yesus tidak hanya sang jawaban, tetapi sekaligus adalah yang bertanya. Misalnya Matius 16:15, Yohanes 6:67).
Jadi jika kita memahami siapa Yesus bagi kita maka seluruh struktur kehidupan kita berada dalam terang pemahaman tersebut. Sebab Yesus dewasa ini telah ditempatkan hanya sebagai penyedia semua kebutuhan kita sehingga mengukur keberadaan Yesus secara transaksional, untung-rungi.
Siapa Yesus perlu dihayati dengan sungguh-sungguh sebab didalam Yesus dan melalui Yesus Allah menyatakan tindakan yang terduga – the upside down kingdom theology. Ini mengubah cara berpikir kita tentang Yesus dan karena itulah penjelasan tentang siapa Yesus harus terus dilakukan sehingga generasi sekarang tidak hanya mendengar tetapi melihat perilaku orang dewasa yang katanya beriman kepada Yesus.
2. Apakah jawabanku? (ayat 22-25)
Dengan memahami siapa Yesus dan percaya pada-Nya sepenuh hati dalam kebenaran maka seluruh model peribadahan kita didasarkan pada pemahaman yang demikian. Bahwa ibadah haruslah dengan hati yang tulus (αληθινές – alithines – True) Artinya dengan tidak pernah melupakan siapa yang menjadi fokus ibadah. Jika fokus ibadah bukan Yesus maka seluruh ibadah menjadi merosot nilainya. Terjadi devaluasi nilai ibadah. Jika ibadah tidak fokus kepada Yesus maka iman hanyalah spekulasi dan tidak bertumbuh dari kedewasaan dalam kesediaan untuk direngkuh-Nya akibatnya menjadi sombong rohani.
Iman dan pengharapan menjadi kesatuan sebab dalam iman ada pengharapan yang masih samar-samar (Roma 8:24). Semakin samar-samar semakin cemerlanglah iman karena terus diasah. Iman bukan sekedar percaya tetapi percaya itu ditampilkan dalam tindakan bersama orang lain. Itulah pentingnya ibadah yakni melihat orang lain sebagai yang juga dicintai Tuhan sehingga kita tidak punya waktu untuk merencanakan yang buruk bagi sesama. Tidak punya waktu untuk membenci sesama. Kalau dibenci sesama itu alamiah sebab kita tidak bisa berharap semua orang suka dengan kita. Jika kita tidak disukai karena ibadah keluarlah dari zona itu (2 Timotius 3:5). Janglah hidup dengan kebencian sebab itu merugikan kesehatan rohani kita.
Dengan pemahaman demikian maka kita memasuki tahun 2026 dengan pemahaman demikian bahwa Yesus bukan saja jawaban tetapi juga yang bertanya, sehingga seluruh alur peribadah kita adalah ibadah yang merawat persekutuan, menyuburkan relasi dan tidak punya waktu untuk menghakimi. Maka pernyataan Pendeta James David Greer menjadi tantang apakah persekutuan ibadah kita adalah respons yang sesungguhnya dan sebenarnya. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518