Dibaca : 15722 x
Khotbahkamis, 1 Januari 2026 Mazmur 127:1-5 MANUSIA BERPARTISIPASI DALAM KARYA ALLAH
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Sesuai hasil penelitian dari katadata.co.id dikemukakan bahwa ditahun 2026 negara yang paling optimis dalam menyambut tahun baru adalah Indonesia. Resolusi Tahun Baru yang paling umum untuk tahun 2026 — dari 25 resolusi yang termasuk dalam survei — adalah berolahraga lebih banyak. 25% warga Amerika mengatakan mereka bertekad untuk melakukan hal ini. Resolusi populer lainnya termasuk menjadi bahagia (23%), makan lebih sehat (22%), menabung lebih banyak uang (21%), dan meningkatkan kesehatan fisik (21%).Sebuah sikap optimis yang harus ditempatkan dalam perspektif spiritualitas sehingga optimisme tidak dibangun di atas pondasi rapuh.
Sikap optimis itulah yang digambarkan melalui bacaan Mazmur yang bahkan menunjukkan bahwa harus ada alasan yang kuat untuk optimis. Sikap optimis tidak boleh dibangun dalam pendekatan emosional namun harus ditempatkan dengan alasan yang tidak spekulatif. Inilah pengharapan yang memungkinkan hidup lebih bermakna karena pengharapan yang samar2 adalah pengharapan yang benar.
Dalam bacaan saat ini dikemukakan bahwa optimisme membangun keluarga yang diajarkan oleh pemazmur bahwa sia-sia membangun keluarga berdasarkan segala di luar Tuhan. Keluarga sebagai lembaga yang diciptakan Allah hadir sebagai persekutuan yang dinamis dan mengarah kemasa depan. Keluarga yang diciptakan Allah menjadi keluarga yang selalu dituntun melewati kerumitan dalam dunia. Pemazmur secara eksplisit menunjukkan bahwa berpartisipasi dalam lembaga keluarga milik Allah bukanlah perkara mudah. Pemazmur dengan tajam menjelaskan bahwa setiap jerih payah pasti sia-sia jika tidak melibatkan Allah. Maka pengajaran yang dikemukakan adalah demikian:
1. Allah adalah Allah yang bebas (ayat 1-2)
Allah yang bebas dalam karya-Nya adalah Allah yang berdaulat dan merdeka untuk menentukan sikap-Nya. Allah begini tidak bisa disuap dengan persembahan apalagi perbuatan baik sebab Allah baik bagi manusia. Allah yang bebas adalah Allah yang hendak ‘dirumahkan’ dan tindakan ‘merumahkan Allah’ adalah tindakan yang bertentangan dengan prinsip2 Allah yang berdaulat dan merdeka. Melalui ayat 1 dan 2 dikemukakan oleh pemazmur bahwa segala kerja keras dan optimisme manusia menjadi sia-sia jika tidak melibatkan Allah. pemazmur menunjukkan bahwa menerima Allah yang bebas adalah kesediaan mengalami pembaruan. Sikap optimis yang dimiliki harus selalu diterangi oleh Firman Tuhan sehingga sikap umat menjadi tenang. Allah adalah Allah yang berdaulat dikonfrontir dengan segala hal yang diwarnai usaha manusia. Kata ‘mengawal kota’, ‘pengawal berjaga-jaga’ menunjukkan bahwa kehidupan setiap upaya manusia dalam rentang waktu (pagi) adalah penyerahan diri. ‘Pada waktu tidur’ memperlihatkan pentingnya ruang untuk Allah.
Maka di tahun baru ini kepada kita dikemukakan bahwa masa depan nampak kabur dan tidak jelas, namun di tengah kenyataan demikian kita dihantar untuk berpartisipasi dalam karya Allah. Alah tahu bagaimana kita akan menjalani tahun 2026 dan Ia bekerja untuk mendatangkan segala kebaikan bersama kita (Roma 8:28).
Sejak awal henbdak dikemukakan oleh pengajaran ini agar kita selalu melibatkan Allah. kita perlu waspada agar Allah tidak ‘dirumahkan’ yakni kita yang menentukan kemudian Allah yang bekerja.
2. Lintas Generasi (ayat 3-5)
Karena Allah adalah lintas waktu maka kita yang terbatas hendaknya memiliki kepastian bahwa karya-Nya lintas generasi. Ada keluarga yang dikaruniai anak ada juga yang tidak. Keduanya tetap diberkati sebab tujuan bekeluarga untuk memberi kesaksian bagaimana rumah menjadi ruang pemulihan. Dan pengajaran tentang anak perlu menjadi perhatian kita di tahun 2026 sebab sekarang adalah masa untuk memperlihatkan keteladanan. Anak-anak tidak hanya memerlukan nasihat tetapi mereka juga harus melihat teladan yang baik. Persiapan diperlukan yakni dengan ‘menyediakan tabung yang terbaik’ yakni rumah agar anak-anak selalu merindukan rumah. Seperti anak panah menunjukkan bahwa ‘anak harus ditarik ke belakang’ artinya dipersiapkan dengan baik sebab ketika melesat bagai anak panah, setiap anak tahu kea rah mana tujuan hidupnya.
Dalam perziarahan menuju ke Yerusalem kita semua diundang untuk memastikan bahwa keluarga kita turut mengambil bagian. Keluarga yang sehat tidak membanding-bandingkan. Keluarga yang sehat selalu melibatkan Allah dalam pengakuan bahwa kita membutuhkan-Nya.
Selamat menjalani tahun 2026, dalam kepastian bahwa Ia selalu menyediakan yang terbaik bagi keluarga. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|