Dibaca : 15748 x
KhotbahMinggu, 28 Desember 2025 Mazmur 119:161-168 MENCINTAI TAURAT TUHAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Mazmur 119 sebagai Mazmur terpanjang dengan 176 ayat mengawali seluruh rangkaian Mazmur dengan pernyataan iman yang kuat di ayat 1 dan 2. Jadi sebelum pemazmur mengemukan pengalaman hidupnya yang luar biasa tentang ketidak adilan (ayat 107), tentang penyelewengan kekuasaan (ayat 157) pemazmur mendahuluinya dengan pernyataan ‘berbahagialah’ (ayat 1). Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup pemazmur yang sudah dijalaninya adalah pengalaman hidup yang bermuara pada pernyataan ‘berbahagialah’. Sebuah pernyataan yang bukan hasil imajinasi tetapi berdasarkan pengalaman hidup yang dijalani oleh pemazmur. Pemazmur sadar betul bahwa perjalalanan hidup bukanlah peristiwa sederhana sebab perjalanan hidup berarti perjumpaan dengan banyak sekali peristiwa. Dalam konteks mazmur bacaan saat ini diperlihatkan bagaiman kuasa-kuasa yang dominan dipergunakan sebagai alat kejahatan, ketika kecongkakan menjadi gaya hidup (ayat 21) semuanya dihadapai oleh pemazmur tanpa daya. Namun dari tengah-tengah pergulatan yang luar biasa itulah pemazmur mengarahkan pandangannya kepada Allah. Pemazmur mengalami kegelisahan yang luar biasa ketika berada dalam tekanan kejahatan. Namun di tengah keadaan yang demikian pamazmur tetap membuka diri dalam relasinya dengan Firman Tuhan sehingga tampillah ayat terkenal yang sering kita baca di Mazmur 119: 105 – firman itu menjadi pelita dan terang. Sesungguhnya inilah yang dimaksud oleh kisah pemazmur bahwa di tengah kemelut persoalan dan pergumulan hanya firman Tuhan yang menjadi penunjuk arah. Kenapa hal ini penting sebab bukankah diperlukan sikap yang tegas ketika bertemu dengan persoalan? Persoalan bisa saja menjadi persoalan hasil perbuatan kita sendiri, atau persoalan adalah persoalan yang diakibatkan oleh perbuatan orang lain. Dengan membuat peta persoalan seperti inilah seseorang dimungkinkan untuk tidak bersikap reaktif terhadap persoalan. Firman Tuhan memungkinkan pemazmur bersikap jujur dengan keadaannya dan mengakui bahwa Firman Tuhanlah yang menjadi sumber pemikirannya dalam mengatasi masalah.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pemahaman demikian maka bacaan kita saat ini hendak mengemukakan aspek penting yakni pentingnya bersikap tenang dan tidak terburu-buru. Pentingnya sikap mengendapkan semua peristiwa baru mengeluarkan kata-kata. Hal ini penting sebab bukankah jaman ini kata-kata tidak lagi difilter, kata-kata tidak lagi mencerminkan kualitas literasi (kualitas bacaan), kata-kata tidak lagi bersifat damai. Hal ini penting sebab dengan di tuntun oleh Firman Tuhan, pemazmur mengemukakan hal demikian:
1. Menjadi besar karena cinta Taurat (ayat 161-164)
Menjadi besar dan memiliki kuasa tentu sangat menggiurkan sebab menjadi besar dan jadi pembesar artinya punya kuasa yang besar juga. Menjadi pembesar dengan kuasa yang dilekatkan pada seseorang tentu beda dengan menjadi besar karena hati yang besar untuk mengakui kebesaran Firman Tuhan. Pembesar dengan kuasa yang dilekatkan dapat memakai kuasa itu untuk memenuhi Hasrat hatinya. Jika dipenuhi oleh kebencian maka kuasa itu dipakai sebagai alat untuk menghukum tanpa alasan (ayat 161). Pemazmur memakai kata gentar untuk menunjukkan alih-alih gentar dengan kuasa orang besar pemazmur justru gentar dengan Firman Tuhan. Itulah bukti dari cintanya pada firman Tuhan sehingga dengan kegembiraan seperti dapat jarahan adalah bukti bahwa firman Tuhan punya kuasa yang besar.
(band 2 Timotius 3:16 adalah ayat Alkitab yang menyatakan bahwa "Segala tulisan yang diilhamkan Allah (atau, "Setiap tulisan yang diilhamkan oleh Tuhan") memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran")
Maka perjalanan hidup yang kita lalui sampai sekarang bisa saja berjumpa dengan penyelewengan kuasa, penyelewengan mandat. Kita bisa saja mengalami penindasan mental oleh orang-orang yang merasa berkuasa. Dalam keadaan demikian hendaknya kita selalu berhati-hati dan tidak gegabah dan ceroboh dalam kata-kata. Sebab setiap kata-kata kita menunjukkan sejauh mana kita hidup dalam terang Firman Tuhan. Semakin kita dituntun oleh Firman Tuhanm aka semakin kita mengalami kebahagiaan. Ketika kuasa duka demikian menindas maka dalam terang firman Tuhan dengan lirih kita bisa berkata terpujilah Tuhan. ketika kuasa pengkhianatan begitu menyakitkan maka dalam terang firman Tuhan kitab isa berkata ‘aku mencintai Tuhan yang selalu setia.
2. Setia pada Firman Tuhan (ayat 165-168)
Damai sejahtera selalu berakar pada Firman Tuhan yang dikemukakan oleh pemazmur sebagai peristiwa yang sudah terjadi. Damai sejahtera dialami oleh pemazmur oleh karena cintanya pada Firman Tuhan dan esensi dari cinta selalu mendewasakan. Cinta yang dewasa tidak hanya kongkrit tapi abstrak. Anak-anak memerlukan bukti cinta yang kongkrit tetapi setelah dewasa bentuk cintra abstrak juga diperlukan. Ketika mereka melihat sikap orangtuanya mereka paham tentang masa depan. Damai sejahtera yang dilandasi cinta firman Tuhan adalah damai sejahtera bukan saja pada peristiwa yang sudah dialami tetapi bahkan pada peristiwa yang belum terjadi. Cinta pada Firman Tuhan bukan sebuah tindaka spekulasi tetapi pengharapan (Sperare vs Spectare). Dalam pengharapan memang tidak jelas/ bayang-bayang (band. Roma 8:24-25: "Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang terlihat, bukanlah pengharapan. Sebab siapa mengharapkan sesuatu yang telah dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.")
Inilah bentuk kesediaan untuk terbuka pada karya firman Tuhan bahwa kita bersedia untuk dikoreksi, dituntun dan dilindungi. Firman Tuhan memungkinkan kita untuk terus bertumbuh dalam cinta yang matang sehingga hidup menjadi sangat berarti bukan karena mampu mengatasi masalah tetapi karena mampu menjaga langkah sesaui kehendak Firman Tuhan.
Saudara-saudara, Firman Tuhan itu punya nama, Yesus adalah Firman yang sudah menjadi manusia. Jadi berbahagialah dalam tuntunan Yesus yang telah kita alami sampai sekarang. Bersyukurlah karena Ia mencintai kita bukan karena kita pantas dicintai tetapi cinta-Nya melamapaui ketidakpantasan kita. Maju terus bersama Tuhan Yesus dan engkau tahu dalam persektuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|