Dibaca : 15720 x
KhotbahRabu, 24 Desember 2025 Yohanes 1:4-9 HIDUP DALAM TERANG
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kesaksian Injil Yohanes tentang Yesus adalah terang manusia (ayat 4) menjelaskan betapa rusaknya keadaan manusia yang digambarkan dengan gelap. Yesus sebagai Terang hendak menegaskan bahwa Allah menyatakan rahmat dan anugerah-nya bagi manusia yang terpuruk oleh kegelapan. Kegelapan dalam konteks ini bukan soal tiadanya cahaya saja tetapi lebih menjelaskan keadaan yang merusak (destruktif). Kuasa kegelapan ini mampu menghadirkan ketidakpedulian pada nurani, berbuat kejahatan dianggap biasa (arti dari skotos yakni kegelapan). Kata "kegelapan" yang dipakai di dalam Yohanes 1:5, memang bukanlah sekedar suatu kegelapan biasa, seperti gelapnya malam ketika padamnya lampu karena terputusnya aliran listrik sehingga membuat suasana kurang nyaman karena berbagai kegiatan menjadi terhambat. Tetapi kegelapan di sini berasal dari kata Yunani "Skotos" yang berarti kegelapan yang bersifat jahat, kegelapan yang menyerang, kegelapan yang membawa kematian. Dan ternyata yang bekerja di balik kegelapan itu adalah: kuasa iblis, kuasa dosa dan kuasa maut. Semua kuasa ini memang identik dengan kejahatan dan kegelapan. Itulah musuh sebenarnya yang telah mencengkram dan membeleggu begitu kuat semua manusia!
Kedatangan Yesus yang bahkan menyatakan bahwa Dialah Terang Dunia (Yohanes 8:12, 9:5) menunjukkan bahwa dunia yang telah jatuh dalam kegelapan dosa dan maut memerlukan hadirnya Terang yang menghidupkan. Kehadiran Yesus sang Terang di tengah-tengah manusia menjelaskan bahwa Ia datang pada segala ciptaan-Nya (ayat 3) dan merengkuh semua ciptaan-Nya dalam dalam kebenaran dan rahmat-Nya. Rahmat Allah dalam Yesus bagaikan terang yang bergerak menghalau kegelapan dan memperlihatkan kuasanya yang mendatangkan kehidupan. Kehidupan demikian penting sehingga ancaman kegelapan adalah ancaman terhadap kehidupan ciptaan Allah yang dikatakan ‘baik’.
Dengan pemahaman demikian maka percaya kepada Terang yang menghampiri manusia adalah percaya kepada rahmat-Nya. Menyambut Terang yang datang menjumpai manusia berarti memastikan bernilainya kehidupan yang berkualitas. Dalam konteks demikian maka pesan yang disampaikan dalam peristiwa malam ini adalah:
1. Kuasa Terang Yang Memulihkan (ayat 4-5)
Jika kegelapan dengan kuasanya yang menghadirkan kebencian dan mengingkari nilai-nilai kerendahan hati maka kuasa Terang bersifat memulihkan. Kuasa Terang yang memulihkan memungkinkan setiap orang percaya tiba pada pengakuan bahwa keterlibatan sang Terang sungguh sangat diperlukan. Keterlibatan Yesus sang Terang dengan rahmat-Nya menghadirkan gaya hidup yang juga menghidupkan sesama. Kuasa Terang itu hadir dengan kreatifitas yang menghidupkan sehingga dijumpai oleh Allah dalam Yesus kristus adalah perjumpaan yang menggembirakan sebab Allah adalah Allah yang menggagalkan kuasa kegelapan. Semua bentuk kejahatan akan berhadapan dengan kuasa Allah yang menundukkan bahkan menghilangkan kegelapan. Inilah sukacita Natal, sukacita yang tidak diukur dengan nilai-nilai kegelapan tetapi sukacita karena hadirnya kuasa terang yang menjadi rahmat bagi manusia.
Maka Malam Natal ini mengundang kita untuk mempersiapkan Natal sebagai manusia baru, manusia yang percaya pada Yesus sang Terang. Menjadi manusia yang bersedia untuk diperbarui sehingga menyambut Natal bukan sekedar ibadah pra natal tetapi menyambut Terang yang membawa perubahan gaya hidup. Dengan demikian maka hidup menjadi bernilai karena terang tidak hadir untuk dirinya sendiri tetapi selalu berdampak pada bagi banyak pihak. Terang tidak hadir dengan membatasi diri sendiri tetapi selalu hadir dan memberi makna bagi banyak orang.
Mulailah hal ini dari keluarga sebab bisa saja kegelapan sedang menguasai keluarga yang mengarah pada kebinasaan. Keluarga-keluarga yang sedang dinaungi oleh kegelapan sehingga menganggap yang benar salah dan salah ,menjadi benar (bacalah. Yesaya 5:20). Suami-istri yang kehilangan sopan santun, anak-anak yang tidak menghormati orangtua, hari ini dikemukakan berita penting, mau menyambut Natal? Biarkan dirimu direngkuh oleh Sang Terang yang memulihkan dan menghadirkan gaya hidup yang dikehendaki oleh Yesus sang Terang
2. Saksi Sang Terang (ayat 6-9)
Mereka yang direngkuh oleh Terang adalah mereka yang hidup dalam nilai-nilai Terang. Nilai-nilai Terang adalah nilai-nilai menghidupkan segala ciptaan. Mereka yang hidup dalam Terang adalah mereka yang diutus sebagai saksi yang membawa Terang kepada sesama. Artinya mereka yang hidup dalam terang selalu berpikir tentang bagaimana membawa Terang dalam kehidupan setiap hari. Bukti bahwa seseorang hidup dalam Terang adalah dengan kerelaan untuk berhenti hidup dalam kebencian pada sesama dan hidup dalam cinta kasih (1 Yohanes 2:9-11). Menjadi saksi Terang menunjukkan bahwa dirinya bukanlah Terang itu sendiri sebab satu-satu-Nya Terang Dunia hanyalah Yesus. Maka kerelaan untuk menanggalkan kebencian dan hidup dalam muramnya tanpa kasih bukanlah kesaksian yang sahih tentang saksi. Seorang saksi Terang akan dengan rendah hati mengatakan ‘membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak (Yohanes 1:27). Hal ini penting sebab siapa meninggikan diri akan direndahkan dan sebaliknya siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan. Maka hiduplah dengan pola saksi Terang mulai dari keluarga. Suami-istri janganlah hidup dalam kesombongan, anak-anak janganlah hidup angkuh. Hati-hatilah sebab siapapun yang sombong akan direndahkan dan kualitas saksi sang Terang adalah hidup dalam kerendahan hati.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pemahaman demikianlah kita akan merayakan Natal bukan hanya sebagai peristiwa setahun sekali tetapi sebagai peristiwa kesediaan untuk percaya kepada Terang dan menjadi saksi Terang dalam keseharian. Sambutlah sang Terang dan Jadilah Saksi Terang supaya Natal jadi bernilai. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|