aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 15696 x

Khotbah
Minggu 14 Desember 2025
Kejadian 18:1-15
TAKADA YANG TAK MUNGKIN

TAKADA YANG TAK MUNGKIN
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Hubungan perjanjian antara Allah dan Abraham (Kejadian 17:2) adalah hubungan perjanjian yang diprakarsai oleh Allah (ayat 4 dan 9). Hubungan perjanjian yang demikian adalah hubungan perjanjian yang tidak setara. Allah berkenan mengikat perjanjian dengan Abraham untuk mewujudkan rencana-Nya bagi semua umat. Hubungan perjanjian tersebut adalah hubungan perjanjian yang diwarnai dengan ‘gerak Allah dari masa depan’ dan ‘gerak manusia menuju masa depan’. Inilah gagasan yang muncul dari suatu hubungan perjanjian antara Allah dan manusia bahwa Allah berkenan menjumpai manusia dalam gerak dari masa depan kemasa kini. Pada titik inilah relasi antara Allah-Manusia menjadi relasi diwarnai dengan pengharapan.

Hidup dalam bingkai hubungan perjanjian memungkinkan hidup selalu diliputi pengharapan sekalipun dari keadaan tanpa harapan (hope against hope).
Dalam konteks inilah maka sukacita -gaudete dialami bukan karena segala sesuatu tercapai tetapi karena mampu menerima kehidupan yang tidak selalu berhasil. Namun dalam konteks Abraham-Sara hendak dikemukakan bahwa tertawa bukan saja merendahkan janji Allah tetapi sekaligus melawan janji tersebut yang berpotensi melemahkan pengharapan. Sukacita yang tidak didasari dengan pemahaman yang benar akan merendahkan nilai sukacita hanya pada aspek MEMILIKI. Pembacaan kita saat ini menunjukkan bahwa Abraham dan Sara menyadari keterbatasan mereka namun sekarang mereka berurusan Allah.
Abraham-Sara perlu perlu diarahkan oleh Tuhan untuk bisa memahami keberadaan mereka ketika kenyataan mustahil terwujud. Jika demikian maka hal yang perlu mendapat perhatian kita ialah:

1. Penerimaan (ayat 1-3)
Abraham yang menjamu adalah Abraham menerima ketiga tamu dengan ramah. Abraham yang menjamu tamu asing adalah Abraham yang terbuka dalam penerimaan. Abraham yang menerima adalah Abraham yang menyambut dalam sukacita sehingga sekalipun tidak dikenal namun Abraham. Sikap penerimaan dan pelayanan Abraham bukan saja dalam kaitan makanan namun berkaitan juga dengan sikap menolong orang lain untuk sebuah perjalanan panjang. Maka penerimaan menjadi hal penting khususnya ketika Tuhan menerima kita di meja perjamuan kudus. Penerimaan yang dilakukan dengan Yesus sebagai penebus menjelaskan betapa rapuhnya penolakan. Minggu Adven ini mengajarkan sukacita karena penerimaan Tuhamn. Ia menerima kita dengan tangan terbuka. Abraham yang menmperlukan tamu dengan baik (Kejadian 18:7-8). Penerimaan sekaligus menjadi bukti kebajikan Tuhan yang berkenan menerima kita semua.

2. Adakah sesuatu yang mustahil (ayat 14)
Salah satu istilah Kristen yang mungkin sudah pernah kita dengar adalah – bagi Allah tidak ada yang mustahil. Tidak ada yang mustahi menurut konteks ini adalah berkaitan dengan menjadi berkat bagi banyak orang (Kejadian 17:2). Jadi tidak ada mustahil bagi Allah bukan hanya berkaitan dengan Abraham-Sara tetapi berkaitan juga rencana Allah. Ketika realitas nampak tidak mungkin untuk berharap maka yang terutama ialah bagaimana dengan rencana Allah. Allah dalam Yesus Kristus menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil ketika berhubungan dengan rencana Allah.

Maka melalui pembelajaran ini, kita semua diundang menghayati relasi perjanjian dengan Allah sambil terus menghayati bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Maju terus bersama Tuhan yesus sebab dalam peraekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518