aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 15700 x

Khotbah
Minggu, 19 Oktober 2025
Bilangan 14:1-10
BAHAYANYA SUARA TERBANYAK DAN BERITA BOHONG

BAHAYANYA SUARA TERBANYAK DAN BERITA BOHONG
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Dewasa ini kita hidup di tengah membanjirnya informasi sehingga tanpa sadar kita dihadapkan pada krisis informasi. Berbagai informasi yang memenuhi kehidupan kita berujung pada kebingungan menentukan manakah berita yang benar manakah berita yang tidak benar. Apalagi jika yang tidak benar terus diulang-ulang maka hasilnya adalah kebenaran. Inilah bahayanya berita yang tidak bertanggungjawab yang dikemukakan oleh pribadi-pribadi yang tidak bertanggungjawab. Krisis informasi adalah keadaan dimana orang tidak lagi mencari berita yang benar tetapi dengan mudah menerima informasi tanpa sikap hati-hati. Dewasa ini kita hidup di tengah-tengah kejahatan informasi yang berujung pada kegaduhan kolektif karena termakan berita yang palsu, berita yang tidak mencerdaskan.

Tanggapan umat Israel pada Pemberontakan umat kepada Allah merupakan reaksi umat pada informasi yang dikemukakan oleh 10 pengintai. Informasi yang menakutkan dikemukakan sebagai wujud dari ketidakpercayaan pada tuntunan Allah sehingga pertanyaan ‘mengapa Tuhan…(ayat 3) menjelaskan bahwa penyesatan informasi ditambah dengan ketakutan yang dialami oleh umat berujung pada pengabaian terhadap tuntunan Allah yang selama ini sudah dialami oleh umat. Istilah bersungut-sungut (ayat 2) menjelaskan bahwa rangkaian pengalaman penyertaan Allah telah dilupakan. Dalam konteks inilah maka pemberontakan umat bagaikan minyak yang disulut dengan api dan menghasilkan pemberontakan umat. Jika demikian pengajaran yang hendak dikemukakan teks bacaan ini adalah:

1. Hadirlah sebagai pembawa kabar baik (ayat 6-7)
Kabar buruk bisa saja hadir mebawa pengaruh yang buruk juga bagi umat. Umat yang selama ini dituntun oleh Allah dengan segera melupakan pemeliharaan tersebut. Umat lebih percaya kepada kabar buruk yang menunjukkan kualitas relasi umat dengan Allah yang juga buruk. Kabar buruk tidak bisa dielakkan dari kehidupan setiap hari namun kabar buruk seperti apapun hanya bisa ditanggapi dalam relasi yang baik dengan Allah. Maka kita dapat belajar betapa pentingnya membawa kabar baik di tengah situasi yang buruk. Kabar baik merupakan kabar pengharapan yang menunjukkan bahwa sekalipun kenyataan sungguh sulit namun diperlukan sikap waspada agar tidak mengalami krisis informasi. Kita diundang untuk tetap percaya pada kebaikan Allah dengan selalu belajar dari pengalaman hidup selama ini. Krisis informasi bisa menghadirkan suasan mencekam tetapi kita diundang untuk tetap bergantung pada informasi yang sahih dari kebenaran Firman Allah (band. Mazmur 55:22). Dengan percaya pada kepastian pemeliharaan Allah maka dalam ‘kesakitan kita mewujudkan kesaksian’. Inilah kabar baik bahwa sekalipun kita dihadapkan dengan situasi yang sulit kita tetap dimungkinkan untuk memberi kesaksian tentang kebaikan Allah. Janganlah percaya kepada setiap kabar buruk (band. 13: 32) sekalipun kabar buruk yang beredar lebih banyak dari kabar baik. Demikianlah dengan Pelkat PKLU yang berulang tahun hendaknya tidak dikuasai oleh kabar buruk sebab kabar buruk tentang PKLU memang banyak dewasa ini. Di tengah masyarkat yang kapitalis dan materialistis, PKLU tentu tidak memiliki tempat sebab tidak lagi menghasilkan kapital, tidak lagi menjadi bagian dari genarasi yang berorientasi pada produktifitas. PKLU perlu terus membawa kabar baik bahwa kami adalah saksi hidup tentang kebaikan Tuhan dalam kehidupan. dengan begitu maka PKLU dapat terus menampilkan sisi yang bernilai dari kehidupan.

2. Sungut-sungut dijawab dengan Sungguh-sungguh (ayat 9-10)
Hidup yang bersungut-sungut menunjukkan adanya perhatian hanya pada masalah yang besar tetapi tidak mengarahkan pandangan pada kasih Allah yang besar. Hidup bersungut-sungut artinya setiap hari hanya menghitung problem dan persoalan dan tidak pernah bersyukur bahwa kehidupan masih terus berlangsung. Bersungut-sungut artinya meragukan kedaulatan Allah dalam kehidupan bahwa Allah sanggup mengatasi setiap persoalan. Bersungut-sungut dapat menjurus pada sikap memberontak (kel. 15:24, Bil. 16:2) sebab hidup bersungut-sungut adalah hidup yang mengeluh terus menerus (complain).Maka pengajaran ini hendak menunjukkan bahwa kita mengganti sungut-sungut dengan sungguh-sungguh percaya pada kedaulatan Allah. hidup yang bersungut-sungut tidak pernah dapat mengatasi persoalan sebaliknya hidup yang dijalani dengan sungguh-sungguh bergantung kepada-Nya akan menjadi hidup cakap menanggung segalan perkara. Bagi PKLU baiklah tidak hidup dengan sungut-sungut sebab situasi memang sudah berubah. Bagi PKLU hendaknya hidup dijalani dengan sungguh-sungguh sebagai prioritas sebab PKLU tidak lagi memiliki kekuatan fisik namun sekarang berpindah pada kekuatan nilai. Keutamaan PKLU justru menampilkan nilai yang berkualitas tentang kehidupan sehingga dapat menjadi rujukan beragam pertanyaan. Di sinilah sungut-sungut menjadi tidak lagi berarti sebab digantikan dengan sungguh-sungguh untuk memberi kesaksian bukan lewat kata-kata tetapi lewat gaya hidup.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Maka derasnya informasi hoax memang tidak terhindarkan tetapi menjadi pembawa berita damai sejahtera adalah sebuah kewajiban. Kita tidak lagi hidup hanya dengan bersungu-sungut tetapi hidup dengan sungguh-sungguh supaya kesaksian kita tetap bermakna. Yesus sendiri memberi pengajaran yang penting bahwa manusia tidak hidup dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4) untuk menjelaskan bahwa bukan saja tubuh yang penting tetapi apakah tubuh memberi informasi yang penting. Tubuh ini bukan saja benda tetapi adalah gambaran tentang siap kita dan bagaimana kita dibentuk oleh pengalaman hidup yang bernilai bersama Allah. Maju terus bersama Tuhan sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518