Dibaca : 15692 x
KhotbahMinggu 21 September 2025 Amsal 8: 1-36 SPIRITUALITAS ALKITAB
.jpeg) Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
The saddest aspect of life right now is that the science gathers knowledge faster than society gathers wisdom-Isaac Asimov. Pernyataan Asimov menunjukkan bahwa terdapat keprihatinan yang mendalam terhadap manusia dewasa ini. Pengetahuan manusia demikian luar biasa tentang apa saja namun tanpa disertai hikmat berujung pada sikap destruktif. Pengetahuan memberi pengajaran tentang hidup yang bersyukur tetapi hikmat memberi tahu bagaimana cara bersyukur yang benar. Pengetahuan memberi pengajaran tentang hidup yang sukses tetapi hikmat menuntun bagaimana hidup sukses dicapai. Seluruh kehidupan yang dijalani manusia tidak terlepas dari pentingnya hikmat sebab tanpa hikmat kehidupan berlangsung mekanis tidak memiliki rasa sebab dengan dingin dan tak bernyawa. Lihatlah kejahatan kemanusiaan yang terjadi dimana-mana dan dengan tingkat kematian yang mencengangkan.
Jika demikian apakah yang dikemukakan oleh sang guru hikmat? Hikmat dikemukakan bagai seseorang yang berseru-seru di berbagai tempat (ayat 2 dan 3), hikmat juga berseru kepada para raja dan pembesar (ayat 15 dan 16). Pada dua keadaan inilah hikmat memberi pengajaran bahwa tidak ada yang bisa membatasi hikmat dan tidak ada status sosial yang membatasi hikmat. Ketika hikmat hadir di segala tempat maka hendak dikemukakan bahwa hikmta memang diperlukan memberi makna di semua lini kehidupan. Hikmat tidak hanya hadir di ruang-ruang tertentu tetapi bisa hadir dimanapun dan memang demikianlah seharusnya. Jika hikmat adalah gabungan pengetahuan dan kecerdesan (ayat 12) dan menghadirkan sudut pandang yang berkualitas maka muaranya adalah kebenaran. Jika hikmat mempengaruhi pengetahuan dan kecerdasan maka ujungnya adalah kehidupan yang berkualitas yakni hidup yang tahu kapan jadi garam, kapan jadi terang (band. Pengajaran Yesus di Matius 5:13). Jadi hikmat bukanlah teori tentang bagaimana hidup yang benar, tetapi tindakan tentang bagaimana hidup yang benar.
Jika demikian apakah yang hendak dikemukakan melalui pengajaran Amsal 8 ini? Pengajaran penting yang hendak dikemukakan adalah:
1. Hikmat sungguh bernilai tinggi (ayat 19 dan 21)
Mereka yang mencintai hikmat tidak punya waktu untuk dikuasai oleh kebodohan sebab mereka yang mencintai hikmat selalu hadir dengan warna kebenaran. Kebenaran bukanlah kebenaran matematis/scientific, bukanlah kebenaran factual (historis), kebenaran afektif (subyektif), kebenaran moral, kebenaran teologis (relasional). Hikmat dalam perspektif ini bernialai tinggi karena urusannya adalah urusan relasional dengan Allah (ayat 22). Maka nilai tinggi hikmat ditemukan dalam relasi dengan Tuhan dan jika relasi dengan Tuhan tidak dirawat dan dijaga maka hikmat yang adalah kebenaran itu mengalami penolakan. Jadi hikmat yang bernilai tinggi adalah hikmat yang membangun dan merawat relasi. Kehidupan keluarga menjadi sangat bernilai tinggi ketika relasi diantara anggota keluarga dikuasai oleh hikmat. Suami tahu apa yang harus dilakukan kepada istri demikian sebaliknya. Orangtua paham apa yang harus dilakukan kepada anak. Inilah hikmat yang tidak terukur oleh dollar maupun euro. Artinya hikmat dapat diwujudkan dalam relasi dengan-Nya dan salah satunya adalah dengan membaca Alkitab. Firman Tuhan yang kita baca tidak saja hadir dengan kuasa yang menggugat diri tetapi hadir dengan nasihat yang menghidupkan. Semakin seseorang membaca Alkitab seharusnya semakin menemukan dirinya yang rapuh dan berdosa. Inilah pintu masuk hikmat yakni mengenal siapa aku setelah mengarahkan pandanganku kepada Allah. Jadi memiliki hikmat bukan berarti tanpa masalah, sebaliknya memiliki hikmat berarti paham cara menghadapi masalah. Paham bertindak di tengah masalah, paham dalam mewujudkan kebenaran.
2. Hikmat yang menubuh dalam Pribadi (ayat 27, 30, 35-36)
Hikmat yang dikemukakan dalam pengajaran ini adalah hikmat yang menjadi manusia Yesus sebagai puncak hikmat. Hikmat hadir bagaikan seorang anak yang suka dengan anak manusia (ayat 31). Jika hikmat demikian penting dan dikemukakan dalam relasi yang membahagiakan maka sejatinya mereka yang berhikmat adalah mereka yang berbahagia. Kebahagiaan sebagai hasil dari menjaga jalan hikmat, menjaga jalan kebenaran. Hikmat yang menubuh adalah hikmat yang menghidupkan sebab siapa membeci hikmat berarti mencintai maut (ayat 36). Dalam konteks inilah dapat dikemukakan bahwa Firman itu telah menjadi manusia dan berkenan diam diantara kita. Firman itu hadir dan mengasihi manusia dan berujung pada keselamatan dan bukan maut. Firman itu menubuh dalam diri Yesus sehingga Paulus sendiri menyatakannya dalam 1 Korintus 1:24). Maka betapa bernilainya hidup yang berhikmat sehingga tidak hanya pandai beribadah teapi cerdas beribadah secara aktual setiap hari.
Dalam pengajaran demikianlah hendak dikemukakan bahwa hidup kita membutuhkan hikmat yang membuat kita paham bahwa tertawa diatas penderitaan orang lain adalah kejahatan dan bukan kebenaran. Hikmat menolong kita memahami bahwa Alkitab bukan saja buku tetapi penuntun dan penuntun itu hidup.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan begitu kepada kita semua ditawarkan kesempatan yang sama untuk menerima hikmat. Hikmat yang membuat kita semakin paham bahwa nilai dalam kehidupan adalah HIDUP oleh karena Ia mengasihi kita yakni Yesus. Maka carilah hikmat, rengkuhlah hikmat dan berjalan bersama hikmat agar seluruh lini kehidupan kita menjadi sarana kesaksian bahwa kita hidup dalam kebenara. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|