Dibaca : 15794 x
KhotbahMinggu, 17 Agustus 2025 Ester 3:1-6 MERDEKA (versi Haman Atau Mordekhai)
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kemerdekaan dapat menampilkan wajah paradoksal yakni merdeka untuk berbuat benar atau merdeka untuk berbuat jahat. Kemerdekaan tidak saja berkaitan dengan ‘rasa’ telah dibebaskan tetapi sekaligus berhubungan dengan ‘karsa’ yang berujung kepenuhan/keutuhan. Dalam tarik menarik makna kemerdekaan semacam inilah setiap orang percaya membuat keputusan yang merdeka agar hidup semakin bernilai. Pilihan untuk hidup merdeka Adalah pilihan dalam kemerdekaan sehingga setiap pilihan harus memiliki wajah kejujuran sebab merdeka sejatinya Adalah dalam kebenaran.
Dalam kisah yang kita baca saat ini dipersandingkan tokoh Haman dan Moedekhai dengan tampilan yang sangat berbeda. Jika Haman dalam kuasanya dengan merdeka membangun rencana jahat maka hal ini lansung dihadapi Mordekhai yang juga merdeka untuk mematahkan rencana tersebut. Jika Haman membalut rencana jahat dengan kuasa Ahazweros maka Mordekhai membalut kebenaran dengan kuasa Allah (band 4:14). Perbedaan keduanya semakin jelas jika menilik pada nama mereka. Jika Haman orang Agag Adalah keturunan suku Amalekh maka Mordekhai umat Israel yang ditetapkan sebagai lawan dari Amalek (Keluaran 17:14-16). Perbedaan juga semakin jelas ketika melihat ikhtiar Haman dan Mordekhai, yang satu hendak membinasakan seluruh Israel yang lain menyelamatkan. Jadi nampaklah kepada kita bahwa keduanya menampilkan pola hidup yang sangat bertentangan. Jika Haman hadir sebagai penguasa yang merdeka melakukan apapun maka Mordekhai hadir sebagai orang buangan yang merdeka menyatakan ketaatan kepada Allah dengan menolak berlutut pada Haman. Maka konflik yang terjadi seolah menjadi perebutan kekuasaan antara yang jahat dan benar. Antara yang berkuasa dan tidak berkuasa. Namun keduanya memiliki kebebasan untuk menentukan sikap yang berkaitan dengan banyak orang. Melalui kisah ini juga dikemukakan bagaimana Allah yang tersembunyi berkarya di tengah umat Israel yang mentap di Persia. Hal ini nampak dari nama Ester – Aster (dewa perempuan Babel) sebab nama Yahudi Adalah Hadasa. Demikian juga Mordekhai yang Adalah nama khas Babel bagi dewa Marduk. Mereka mnyembunyikan identitas mereka dengan perubahan nama yang tidak merubah iman mereka. Mereka menyembunyikan diri dibalik nama asing. Maka peristiwa Haman – Mordekhai adalah peristiwa penting untuk menjadi perhatian kita saat ini. Pengajaran itu adalah:
1. Merdeka untuk pilihan yang benar. Mordekhai mengambil keputusan untuk orang Israel. Sebuah pilihan yang tidak mudah sehingga ia harus mengoyak pakaiannya (Ester 4:1). Hasutan dalam kemarahan untuk membinasakan umat adalah kejahatan besar. Maka berpihak pada kemerdekaan adalah keberpihakan yang benar karena didasarkan keputusan yang benar. Dalam keputusan yang penuh kasih Allah telah memerdekakan manusia sebagai anugerah-Nya (Galatia 5:1) maka setiap orang merdeka hidup dengan kebebasan yang tertib, kebebasan yang terukur. Inilah merdeka versi Mordekhai. Maka bersyukurlah untuk kemerdekaan yang telah dinyatakan oleh Kristus. Maka setiap orang merdeka bukanlah orang yang senang untuk menghasut seperti Haman. Bukanlah orang yang senang atas penderitaan orang lain seperti Haman.
2. Merdeka untuk bertindak yang benar. Mordekhai mengambil tindakan yang benar untuk bangsa Yahudi. Bertindak benar bukanlah hal mudah sebab bertindak benar harus berawal dari hati yang murni (Mazmur 26:2). Kenapa demikian? Sebab Allah tahu apa yang terkandung dalam hati seseorang. Maka bertindak yang benar adalah tindakan yang didasarkan pada rencana yang menghidupkan dan bukan kematian. Di sinilah diperlukan sikap dari hati yang murni yang tidak merendahkan orang lain, meninggikan diri di atas orang lain. Bertindak benar bukanlah hal mudah tetapi Allah selalu menghadirkan kebenaran-Nya yang absolut. Semua tindakan yang merendahkan kemanusiaan adalah tindakan yang mencerminkan tidak adanya kemerdekaan.
3. Merdeka untuk hidup yang benar. Hidup yang telah dimerdekakan adalah hidup yang merawat kemerdekaan tersebut (1 Petrus 2:16). Hidup dalam kebenaran memang tidak mudah sebab harus diperjuangkan dan inilah sejatinya kemerdekaan yakni terus dihidupi secara benar (Matius 5:8). Hidup benar adalah hidup yang selalu dipersembahkan kepada Allah yang mengetahui hati setiap manusia. Maka merdeka hanya bernilai dalam kehidupan yang benar bukan kehidupan membawa keonaran.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Maka pilihlah, apakah kita mau memakai kemerdekaan versi Haman atau versi Mordekhai sebab kita semua akan mempertanggungjawabkan keputusan kita di hadapan Allah kelak. Keputusan yang tunduk pada karya Kristus yang memerdekakan adalah keputusan yang terbaik. Jadi saran saya pilihlah merdeka model Mordekhai, merdeka untuk membawa kehidupan dan bukan kematian. Merdeka untuk membawa kesejahteraan yang didasarkan hati tulus dan murni. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|