Dibaca : 15780 x
KhotbahMinggu, 03 Agustus 2025 Mazmur 72:1-11 PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang seharusnya tidak terpisahkan. Pemimpin dan kepemimpinan memberi pengaruh bagi mereka yang dipimpin. Hal ini penting sebab ketika keduanya dipisahkan maka pemimpin atau kepemimpinan kehilangan kuasanya. Hal ini nampak dari kenyataan saat ini yang menarik yakni bir tanpa alcohol, kopi tanpa kafein dan pemimpin tanpa kepemimpinan. (Reza Wattimena). Makna pemimpin yang semakin tergerus oleh gaya hidup semakin memperlihatkan adanya kebutuhan akan figure pemimpin yang handal.
Pemazmur dalam hal ini mengemukakan betapa pentingnya kesadaran tentang keterbatasan diri. Pemimpin bukan figure yang tidak terbatas namun harus dengan segera mengelola keterbatasannya. Rumusan tentang seorang pemimpin yang baik sebagaimana dikemukakan oleh Mazmur 72:1-11 menunjukkan bahwa pemimpin perlu didoakan. Kalimat bahwa doa bagi seorang pemimpin menunjukkan bahwa pada dirinya sendiri seorang pemimpin tidak dapat mewujudkan keadilan dan kebenaran. Kalimat permohanan kepada menegaskan bahwa hanya Allah yang bisa menyatakan keadilan dan kebenaran. Seorang pemimpin mewujudkan keadilan dan kebanran yang didasarkan pada relasinya dengan Allah. Maka melalui Mazmur 72: 1-11 ini dapat dikemukakan pengajaran demikian
1. Kebenaran sebagai petunjuk bagi pemimpin (ayat 1-4)
Kebenaran yang dipanjatkan sebagai permohonan adalah keadilan dan hukum. Inilah kebenaran yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Dengan keadilan dan hukum maka seorang pemimpin terus menerus didorong untuk mewujudkan kebenaran yang memerdekakan (ayat 4). Pemazmur memperlihatkan melalui doa permohonan agar hukum dan keadilan yang dari Allah (ayat 1) menjadi hukum dan keadilan yang dialami oleh umat. Dengan demikian maka kesadaran bahwa Allah yang memimpin (teokrasi) kehidupan umat adalah Allah yang memakai seorang pemimpin untuk hal tersebut. Pemimpin yang dengan keadilan dan kebenaran Allah bersedia menjadi pribadi yang terlebih dahalu mengakui keadilan dan kebenaran tersebut.
Maka inilah yang perlu dihayati oleh setiap pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Pemimpin memerlukan hikmat dari Tuhan sehingga diperlukan sikap terbuka bagi karya-Nya untuk dialami. Maka belajarlah menjadi pemimpin yang baik dari masa muda. Pemimpin dengan kebenaran yang bersumber dari pemeberian-Nya. Keadilan dan hukum dari Allah kiranya meresap dalam kehidupan setiap orang sehingga menjadi pribadi yang matang dalam menjalan tugasnya. Berilah dirimu sepenuhnya untuk menjadi alat Tuhan menyatakan hukum dan keadilan sehingga setiap orang yang bertemu dengan saudara bersyukur bahwa sahabatnya seorang yang memahami kebenaran.
2. Damai sejahtera muara dari keadilan dan hukum (ayat 5-11)
Dalam bagain ini berulang kali pemazmur mengemukakan kata Kiranya. Kata kiranya menempatkan perhatian pada kehendak Tuhan yang berdaulat, penggunaan kata “kiranya” lebih dekat dengan esensi doa Bapa Kami: “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat.6:10). “Kiranya” menunjukkan bahwa segala sesuatu hanya dapat terjadi jika Tuhan mengizinkan. Ini sejalan dengan ajaran Alkitab bahwa manusia bergantung sepenuhnya pada Tuhan dalam segala aspek kehidupan (Ams. 3:5-6).
Dengan penegasan kata kiranya yang berulang kali hendak dikemukakan bahwa keadilan dan hukum Allah ketika dilaksanakan dengan baik maka Allah mengaruniakan damai sejahtera bukan saja kepada manusia tetapi segala ciptaan. Usia tidak lagi sekedar kumpulan angka-angka tetapi sebuah pengalaman iman bersama Tuhan (ayat 5). Inilah pemimpin yang dengan piawai menunjukkan kesediaan untuk mengalami pembaruan sehingga pujian tidak membuatnya terpuruk dalam kemegahan diri sendiri.
Inilah model kepemimpinan yang harus dimulai sejak muda dengan mencermati karya Tuhan dalam kehidupan. Hadir sebagai pribadi-pribadi yang memimpin adalah pribadi yang pertama-tama memimpin diri sendiri.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pengajaran inilah kita diundang untuk berdoa bagi pemimpin, berdoa agar setiap pemimpin selalu hadir dengan kebenaran Allah dan bersedia untuk diperbarui oleh Allah. model kepemimpinan seperti inilah yang harus dimulai dari rumah, dari keluarga. Untuk itulah diperlukan kesiapan diri sebab pemimpim yang baik bukan berarti selalu baik-baik saja. Kadangkala seorag pemimpin juga mengalami hal yang tidak baik. Namun kesediaan untuk terus hadir dengan baik akan menghadirkan kebaikan bagi banyak orang. Itulah kesaksian nyata pemimpin yang baik. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|