Dibaca : 15928 x
KhotbahMimggu, 27 Juli 2025 Keluaran 19: 1-9 ALLAH MEMBEBASKAN, ALLAH MENUGASKAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Pembebasan dari Mesir adalah peristiwa besar dalam kehidupan umat, pembebasan Mesir merupakan peristiwa besar sebab umat memang bebas secara fisik, namun pikiran tidak. Musa memimpin umat sebagaimana dikehendaki oleh Allah dengan tujuan yang telah dikemukakan-Nya (Keluaran 5:1). Ratusan tahun tepatnya 430 tahun (Keluaran 12:40) mereka ada dalam kungkungan Mesir dan kini memulai perjalan barui sebagai umat merdeka. Peristiwa pembebasan lalu menunjukkan bahwa Allah adalah Allah pembebas dan Allah adalah Allah yang berkarya berdasarkan tujuan pembebasan tersebut. Dalam konteks inilah kehadiran umat di Gurun Sinai menjadi penting karena perjalanan panjang menuju tanah perjanjian memerlukan kejernihan pikiran. Artinya perjalanan panjang yang dilakukan harus didasarkan pada pemahaman bahwa Allah yang berinisiatif dan Musa hanyalah pelaksana inisiatif Allah. Musa tidak menggeser kedudukan Allah dan umat perlu memahami siapakah yang membebaskan mereka. Dalam perspektif inilah kehadiran umat di depan gunung Sinai dan Musa yang menjumpai Allah di gunung Sinai menjadi titik tolak keadaan yang baru yakni ditegaskannya kembali relasi/hubungan perjanjian antara dan umat. Allah yang menuntun umat melalui Musa hamba-Nya adalah Allah perjanjian dengan tiga unsur di dalamnya yakni: tindakan Allah yang penuh kasih, tanggapan umat atas karya pembebasan dan kewajiban umat sebagai umat merdeka. Apa yang telah dialami oleh umat adalah perwujudan kasih Allah yang telah melakukan pembebasan. Apa yang dialami oleh umat menunjukkan betapa umat dikasihi-Nya padahal tanggapan umat tidak menghargai karya Allah. Perubahan status mereka yang digambarkan dengan ungkapan mendukung di atas sayap rajawali (ayat 4) mempertegas posisi Allah bahwa Ia adalah Allah perjanjian dan umat adalah umat perjanjian.
Hubungan perjanjian inilah yang akan mewarnai perjalanan panjang umat menuju tanah perjanjian. Hubungan perjanjian inilah yang harus terus dirawat sebab umat adalah umat yang mudah berubah. Kesadaran bahwa hubungan perjanjian memiliki tujuan menjadi prinsip perjanjian itu sendiri. Tujuan itulah yang dikemukakan di ayat 5 – harta kesayangan-Ku dan Kerajaan imam (ayat 6). Jika demikian pengajaran apakah yang hnedak dikemukakan?
1. Allah Membebaskan Dan Jawaban Umat (ayat 6)
Allah yang membebaskan adalah Allah yang mengasihi umat. Allah yang membebaskan adalah Allah yang setia pada hubungan perjanjian. Hal inilah yang harus dihidupi oleh umat dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Allah yang membebaskan itulah yang memberi peran baru bagi umat yakni kerajaan imam. Artinya sebagai umat yang mengalamai karya Allah yang membebaskan, karya Allah yang membuat umat berada di posisi baru menjadikan umat untuk terus memberi kesaksian tentang karay Allah tersebut. Umat hadir dengan keasadaran baru bahwa jangkauan karya pembebasan Allah harus diperluas melalui kehadiran mereka sebagai umat. Inilah pengajaran penting yang tetap berlaku, jangan pernah mengabaikan karya pembebsan Allah yang berpuncak pada peristiwa Kristus.
Karya pembebasan inilah yang diteruskan oleh umat sehingga setiap orang dapat mengalami karya pembebasan Allah. umat sekaligus diutus untuk memberitakan perbuatan-Nya yang besar (band. 1 Petrus 2:9). Inilah tanggapan umat terhadap karya pembebasan Alklah, inilah jawab yang diperlukan.
Marilah memulainya dari RUMAH, mensyukuri karya Allah yang membebaskan haruslah dimulai dari rumah. Di RUMAH/KELUARGA karya pembebasan Allah diwujudkan untuk berada di posisi yang baru, untuk memperlihatkan betapa pentingnya penyertaan Allah yang membebaskan. Allah sudah membebaskan maka tanggapan syukur atas pembebasan itu dimulai dari RUMAH. Pelayanan yang bertumpu pada pelayanan di rumah akan terus menyegarkan pemahaman kita bahwa betapa pentingnya pikiran yang merdeka untuk mengakui bahwa Allah yang melayani dan kita adalah bagian kecil dari pelayanan Allah yang luar biasa. Di samping itu sebagai umat yang KUDUS yang terus membahanakan karya Allah dalam keluarga menjadi hal penting. Konsep sebagai umat yang kudus (ayang dibedakan, tidak sama) memperlihatkan bahwa kekudusan itu dimulai dari pikiran. Pikiran yang kudus yang tidak tercemar oleh kenajisan adalah pikiran yang memerdekakan dan berporos pada Allah (band. Roma 11:36)
2. Allah Membebaskan Dan Kesaksian Umat (ayat 8-9)
Perjalanan panjang yang akan ditempuh adalah perjalanan dengan beragam peristiwa. Perjalanan yang memerlukan tekad kuat dengan syarat kesediaan untuk mendengar suara-Nya dan percaya. Mendengar dan percaya seringkali tidak selaras karena apa yang didengar tidak mengendap sehingga pudarlah percaya. Tuhan menjumpai manusia di setiap peristiwa sehingga setiap peristiwa menjadi sarana untuk ‘mendengar’ suara-Nya. Kewajiban umat untuk meneruskan apa yang didengarnya harus bertunmpu pada kepastian bahwa Allah berkarya dalam hidupnya. Kesaksian yang demikian adalah kesaksian yang utuh, tidak hanya kata tapi akta. Allah yang menjumpai umat adalah Allah yang menyatakan relasi perjanjian. Umat dikasihi-Nya maka dengarlah Ia yang mengasihi di setiap peristiwa.
Hal ini penting sebab dalam hidup yang beragam sungguh diperlukan kesediaan untuk menjawab sebagai sebuah kesaksian. Kesaksian bahwa kebaikan Allah dialami, kesaksian bahwa pemulihan Allah diterima, kesaksian bahwa teguran Allah didengarkan. Jadi Allah yang membebaskan adalah Allah yang menunjukkan bahwa Ia setia dslam ketiap keadaan yang dialami oleh umat. Pengajaran penting adalah kualitas pelayanan selalu bertumpu pada pemahaman yang benar siapa yang dilayani? Aktifitas pelayanan tidak hanya berpusat pada agenda tetapi lebih dari itu ialah ‘siapakah yang kulayani’. Maka hadir sebagai pelayan yang konsisten untuk menyatakan ‘Dia harus semakin besar dan aku harus makin kecil’ (Yohnaes 3:30)
Sahabat-sahabat yang Tuhan kasihi,
Dengan pengajaran Firman Tuhan ini hendak disampaikan kepada kita semua agar mulailah pelayanan dari rumah. Peristiwa yang dihadapi bisa beragam tetapi kesetiaan Tuhan tidak berubah. Maka Ia harus semakin besar dan aku harus makin kecil. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|