Dibaca : 15863 x
KhotbahMinggu, 22 Juni 2025 Lukas 18:1-8 SERUAN KEBENARAN DAN KEPASTIAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Perumpamaan yang dikemukakan oleh Yesus dalam bacaan kita saat ini hendak memperlihatkan aspek mendasar dalam kehidupan beriman yang berujung pada doa yang tidak jemu-jemu (The Message Bible: consistently and never quit). Pengajaran ini penting sebab para murid akan mengalami banyak tantangan dan pergumulan oleh karena iman kepada Yesus Kristus. Para murid akan menjalani kehidupan yang tidak mudah sebab unsur-unsur yang mengaburkan ‘tanda-tanda kedatangan Anak Manusia’ akan hadir dengan kuasanya yang destruktif. Berhadapan dengan kenyataan yang demikian maka perumpaan ini menampilkan suatu pemahaman mendasar tentang bagaimanakah menjaga relasi dengan Allah. Maka doa yang dikemukakan bukanlah soal ‘mengendalikan kehendak Allah’ atau ‘mengubah rencana Allah’ tetapi soal mengendalikan diri di hadapan Allah dan mengubah rencana seturut kehendak-Nya. Jadi dalam perumpaan ini Yesus hendak menunjukkan bahwa ujung dari sebuah doa adalah perubahan diri. Perumpamaan ini menunjukkan perhatian besar pada sang hakim yang disebut berulangkali (ayat 2, 4, 6) memberi penegasan bahwa antara hakim dan janda tidak saling kenal, tidak memiliki relasi yang khusus dan berada pada posisi yang kontras. Melalui pernyataan yang demikian maka Yesus hendak menunjukkan bahwa tidak demikian dengan Allah sebab Allah mengenal setiap orang percaya (Yesaya 43:1), Allah punya relasi yang baik dengan setiap orang percaya (Kolose 3:24) dan Allah mengubah posisi setiap orang percaya dari yang akan binasa tetapi memiliki hidup (Yoh.3:16). Dengan pengajaran demikian maka hendak dikemukakan hal penting yakni:
1. Jangan menyerah sebab selalu ada pengharapan (ayat 1-5)
Hidup sebagai orang percaya adalah hidup yang seharusnya berkualitas. Kenapa? Sebab hidup orang percaya adalah hidup yang selalu berpengharapan. Perumpamaan ini menjelaskan dengan gamblang bahwa kesediaan untuk terus berdoa dengan tidak jemu adalah doa yang tidak terjawab. Doa dengan tidak jemu menunjukkan bahwa keadaan yang didoakan tidak berubah tetapi diri orang percaya terus mengalami perubahan. Setiap orang percaya yang berdoa adalah mereka yang berdoa karena relasi dengan Yesus demikian kuat sehingga soal terkabul atau tidak bukan lagi yang utama sebab yang utama dan terutama adalah relasi/hubungan dengan Allah didalam Yesus Kristus. Doa yang tidak jemu-jemu adalah soal kualitas relasi diri dengan Allah bukan soal kehendak diri tetapi soal kehendak-Nya. Lex orandi, lex credendi: bagaimana kita berdoa, itu menentukan bagaimana kita beriman dan percaya. Maka doa bukan saja soal kata, bukan saja berhamburnya banyak kata tetapi doa selalu terwujud dalam kehidupan. Maka menjadi ironis ketika doa dipanjatkan tetapi sebagai pribadi tidak dihidupi oleh doa. Arah perumpamaan ini secara gamblang dikemukakan oleh Yesus agar para murid dapat menghadirkan tanda-tanda kedatangan Kerajaan Allah dan belajar dari peristiwa Nuh dan Lot (Lukas 17: 26 dan 28). Hidup sehari-hari yang berpengharapan bukan berarti hidup yang mudah sebab berharap membutuhkan ketekunan, membutuhkan militansi.
Bagi kita semua selaku umat Tuhan dewasa ini, kita perlu menelisik ulang perilaku doa kita agar supaya doa selaras dengan gaya hidup setiap hari. Doa memungkinkan kita mengalami perubahan dan doa mempertebal antusiasme kita untuk menghormati pasangan, menguatkan pengharapan kita bagi anak-anak dan cucu. Semakin sering kita berdoa seharusnya semakin berubahlah diri kita agar jangan kita pandai berdoa tetapi kelakuan tetap minus, kelakuan tidak takut Tuhan, kelakuan tidak menghormati sesama. Mari heningkan pikiran dan hati kita agar puasa kata-kata akan memunculkan kekayaan dalam perilaku baik yang dimulai dari keluarga. Maka jangan cepat menyerah sebab selalu ada harapan dan harapan dalam Yesus Kristus tidak pernah mengecewakan (Roma 5:4-5)
2. Allah pasti bertindak, pastikan hal itu (ayat 6-8)
Marthin Luther pernah berkata ‘Doa adalah tembok dan benteng gereja yang kuat; doa adalah senjata Kristen yang ampuh’. Melalui pernyataan ini Luther menunjukkan betapa pentingnya doa sebab doa mengokohkan kehidupan agar tidak dicemari oleh dosa yang mematikan. Doa sebagai bentuk hubungan yang erat dengan Allah adalah doa yang memantulkan energi kepastian bahwa Allah adalah Allah yang baik. Kuatnya relasi ini membuat setiap orang percaya dapat memahami bahwa dirinya terbatas oleh waktu sementara Allah adalah Allah yang tidak dibatasi waktu. Maka doa sebagai benteng dan tembok dalam peperangan iman adalah doa yang tidak lagi berbicara soal waktu tetapi soal PASTI (ayat 7). Ketika manusia menuntut kepastian dari kehidupan yang terbatas pada waktu maka Allah menunjukkan bahwa kuatnya relasi dengan Allah yang tidak dibatasi waktu adalah yang paling penting. Allah tidak menunda pertolongan-Nya dan selalu bertumpu pada kehendak-Nya. Sehingga dalam perspektif yang demikian dapat dikemukakan bahwa hidup yang pasti bukanlah fatamorgana tetapi hidup yang pasti adalah hidup yang bermakna di tengah ketidakpastian. Perilaku hidup yang diwarnai dengan kepastian adalah hidup yang senantiasa menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah (ingat doa Bapa Kami). Hidup yang penuh kepastian bahwa Allah pasti bertindak diwujudkan dengan menyatakan kebajikan pada sesama. Hidup dalam persekutuan yang menghormati sesama sehingga persekutuan menjadi berkualitas. Di tengah ketidakpastian ekonomi, ketidakpastian politik, ketidakpastian kebenaran, maka hendak ditegaskan bahwa Allah yang mengasihi adalah sebuah kepastian. Pastikan bahwa kehidupan kita tidak diwarnai dengan keraguan atau jika keraguan itu hendak mengendalikan kehidupan kita, pastikan bahwa Allah hadir untuk memastikan kehidupan yang bermutu.
Sahabat-sahabat terkasih
Dengan pengajaran demikian maka hendak dikemukakan bahwa doa bukan saja soal kehendak diri tetapi adalah soal kehendak-Nya. Doa bukan saja tentang kepentingan diri sendiri tetapi juga soal kepentingan banyak pihak. Maka hadirkan relasi yang bermutu dengan Allah Tritunggal sehingga kita tidak menjalani hidup dengan bayang-bayang keraguan tetapi dengan penyertaan Allah yang baik, itu PASTI. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerihlelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|