aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 15954 x

Khotbah
Minggu, 25 Mei 2025
Ulangan 20: 1-4
GEREJA YANG BERSAKSI

GEREJA YANG BERSAKSI
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kitab Ulangan adalah narasi Musa tentang karya Allah yang besar dalam pengalaman kehidupan umat. Umat Israel yang keluar dari Mesir sebagaian besar telah meninggal sehingga umat yang memasuki Tanah Perjanjian adalah umat yang tidak mengalami penderitaan Mesir dan umat yang tidak mengalami keajaiban karya Allah dan umat yang tidak menyeberangi laut Mati. Jadi tiga pengalaman besar yang dialami oleh umat pasca keluaran Mesir tidak dialami oleh generasi baru yang akan masuk tanah perjanjian.
Nasihat yang dikemukakan oleh Musa adalah nasihat yang nampak pada guratan wajah seorang yang berusia 120 tahun (Ul 34: 7) yang ditempa oleh banyak peristiwa dan keadaan. Contohnya adalah Keluaran 14: 14, 25 semua menunjukkan bahwa Allah yang berperang untuk umat. Nasihat yang dikemukakan bukanlah soal-soal teoritis tentang bagaimana Allah menolong mereka tetapi dalam pengalaman yang menggentarkan bersama Allah. Kepada generasi baru dikemukakan tentang perlunya sebuah pengharapan yang bertumpu pada iman (band. Ul.8: 5 dan 6). Sebuah pengakuan yang menjelaskan bahwa Allah terlibat dalam setiap tindakan untuk menyatakan kualitas janji Allah kepada nenek moyang Israel. Dengan perspektif demikian kita akan mendalami pokok penting pada pasal 20: 1-4, sebuah pengajaran yang menjelaskan bahwa:

1. Umat Harus Percaya Pada Allah (ayat 1-4)
Musa menuturkan bahwa dalam pengalaman yang panjang sejak Mesir sampai perbatasan Kanaan memberi gambaran bahwa Allah yang berperang untuk mereka. Dalam keadaan yang tidak terlatih karena pergerakan dari satu tempat ke tempat lain Musa mengarahkan pandangan generasi baru kepada Allah. Mereka akan mengalami pertempuran yang berbeda tetapi apakah pada jaman Musa atau jaman Yosua nantinya, bukan Musa atau Yosua yang menentukan kemenangan tetapi Allah sendiri. Umat harus meyakini bahwa jika mereka berhadapan dengan musuh yang berkekuatan destruktif (ayat 1) maka hendaknya umat memasuki medang perang itu dengan kepastian bahwa umat harus hidup dengan mengandalkan Allah. Umat tidak boleh gentar dengan jumlah musuh atau kekuasaan musuh sebab umat harus percaya bahwa Allah yang memberi kemenangan dan bukan melalui persenjataan.

Dalam konteks sekarang hal peperangan juga ditemukan dalam PB sebagaimana nasihat Yesus tentang akhir jaman di Matius 24: 6. Namun perang dalam konteks ini adalah peperangan rohani. Peperangan yang membutuhkan kesiapan bagai seorang tentara yang terlatih. Peperangan yang membuat seorang murid menjadi semakin menyadari pentingnya keterlibatan Tuhan (Lukas 21:9). Maka dimasa kini yang diperlukan adalah kesediaan untuk setiap hari berperang. Manusia bisa membuat peluru kendali tetapi bisa mengendalikan diri untuk melakukan kejahatan. Gereja saat ini harus berhadapan dengan kuasa-kuasa yang destruktif, pinjol, judol, dan semua rayuan untuk kaya dalam waktu singkat. Itulah peperangan yang kita hadapi dewasa ini. Apakah gereja cukup kuat berhadapn dengan peperangan yang dikatakan Paulus sebagai peperangan rohani? (Efesus 6: 10-12). Di sinilah kesaksian yang sesungguhnya harus terwujud yakni gereja yang bersaksi dalam menghadapi kuasa-kuasa yang merusak. GPIB Jemaat Sumber Kasih berusia 34 tahun bukan dengan mulus atau gampang sebab harus berhadapan dengan kuasa-kuasa yang hendak mematahkan kesaksian gereja, yang hendak menumpulkan kesaksian gereja. Semua itu menjadi pengalaman bahwa kita tidak akan berhenti untuk terus berlatih sebab hanya dengan terus berlatih untuk mempercayakan diri pada Allah Tritunggal kita dimungkinkan untuk mengalahkan kuasa jahat.

2. Keterlibatan Imam Untuk mengingatkan Dan Untuk Percaya (ayat 3-4)
Pada bagian ini dikemukakan oleh Musa bahwa seorang Imam terlibat untuk mengingatkan. Imam yang mengingatkan dengan kata-kata ‘janganlah lemah hatimu’, ‘jangan takut’,’jangan gentar’ dan ‘jangan gemetar’, semuanya bersifat imperative/perintah. Kenapa demikian? Sebab dengan sikap demikian berarti umat tidak percaya pada kuasa Allah dan tidak mengandalkan-Nya. Ayat 4 dengan jelas menunjukkan bahwa Allah terlibat langsung dalam menjaga dan melindungi anak-anak-nya. Sungguh suatu penghiburan yang kuat suatu jaminan yang tidak bisa diabaikan.
Maka kepada kita semua kata-kata perintah ini tetap berlaku sebab Yesus sendiri menyatakannya di Matius 14:27, bahkan dari Kejadian 15:1 sampai Wahyu 2:10 ada 145 ayat tentang jangan takut. Untuk menjelaskan bahwa keadaan memang tidak baik-baik saja tetapi umat selalu diingatkan bahkan diperintah untuk jangan takut.
Inilah juga perintah bagi gereja, bagi umat bahwa hidup adalah perjuangan untuk memberi kesaksian dimanapun kita berada. Sebesar apapun tanggung jawab kita dan sekecil apapun kepercayaan yang diberikan hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ingat manusia bisa bikin RUDAL tetapi tidak bisa kendalikan hati.

Sahabat-sahabat terkasih
Semua peristiwa yang dialami oleh kita adalah peristiwa yang semakin mengokohkan kita untuk tetap hadir dan berkualitas bukan saja sebagai warga gereja tetapi juga warga dunia usaha, dunia kerja dan warga masyarakat serta WARGA keluarga. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-saia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518