Dibaca : 16046 x
KhotbahMinggu 18 Mei 2025 Lukas 10:1-7 GEREJA DAMAI SEJAHTERA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Gereja sebagai persekutuan memiliki tugas dan tanggung jawab penting yakni menyembah dan memberitakan. Gagasan pokok tentang penyembahan dan pemberitaan ini terletak pada dua aspek penting yakni SIAPA yang disembah dan konsekuensinya adalah TAAT dan apa isi pemberitaan yang disampaikan kepada sesama. Dalam konteks apa yang dikemukakan oleh Scott W. Sunquist Professor of Missiology dengan jelas menyatakan bahwa:
the church, the body of Christ, has two basic purposes for its existence: worship and witness. All other functions point to and should aid in fulfilling these two purposes (Gereja sebagai Tubuh Kristus, memiliki dua tujuan dasar keberadaannya: penyembahan dan kesaksian. Semua fungsi lainnya mengarah untuk dan seharusnya membantu dalam memenuhi kedua tujuan ini.
Maka keberadaan para murid sebagaimana dikemukakan dalam bacaan saat ini adalah mereka yang diutus dengan tujuan untuk menyatakan diri sebagai Gereja yang beribadah dan Gereja yang misional. Gereja bagaikan tubuh yang menghirup udara dan menghembuskannya sebagai tanda yang hidup adalah Gereja dengan identitasnya sebagai umat yang menyembah dan umat yang diutus untuk misi Allah. Gereja yang hidup dan sehat adalah gereja yang terus menghirup dan menghembus udara damai sejahtera. Dalam khotbah saat ini hendak dikemukakan pengajaran penting yakni:
1. Yesus adalah Sang Pengutus Maka Taatilah (ayat 1-3)
Yesus yang mengutusa 70 murid adalah Yesus yang menyatakan bahwa ruang pengutusan itu semakin hari semakin meluas (tuaian banyak pekerja sedikit). Yesus yang sudah mengutus 12 murid sebelumnya di Lukas 9: 1 adalah Yesus yang mengutus lebih banyak lagi sebab memang jangkauan misi-Nya akan semakin luas. Pengutusan Yesus selanjutnya adalah pengutusan untuk memberitakan damai sejahtera karena semua yang diutusnya adalah mereka yang sudah mengalami damai sejahtera (Yohanes 14:27). Jika Yesus mengutus 70 murid maka mereka harus taat kepada sang pengutus dan ketaatan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka yang diutus adalah mereka yang taat dalam menjaga relasi dengan sang Pengutus. Kenapa? Sebab Yesus sang Pengutus itu akan mengunjungi tempat yang diperintahkan kepada para murid. Maka hadir sebagai gereja yang adalah manusia-manusia yang taat/obedient dari kata ab dan audire (dari mendengar). Jadi mereka yang diutus adalah mereka yang taat dan mau mendengar, mendengar suara sang pengutus yakni Yesus. Ketaatan untuk mendengar sang pengutus sebab mereka diutus memasuki realitas yang tidak mudah ‘seperti anak domba di tengah serigala’. Kenyataan di kelilingi oleh serigala adalah gambaran tentang hebatnya upaya penolakan dari mereka yang tidak taat (absurb absurdus yang artinya tuli). Kenyataan yang menantang inilah yang seharusnya membuat para murid semakin taat/mendengar. Ada di tengah serigala tetapi tidak menjadi serigala berbulu domba. Sebagai anak domba tidak mengadopsi perilaku serigala. Tetapi yang pasti adalah dimana anak domba itu ada disitu pasti ada sang gembala (Yohanes 10: 14 dan 27).
Jadi murid Yesus sudah menerima damai sejahtera dari Allah dan damai sejahtera itu tidak bersifat individu tetapi persekutuan. Maka damai sejahtera itu harus diterus sebagai ketaatan pada misi Allah dalam Yesus Kristus. dan betul tantangan tidak sedikit tapi Tetap taat adalah kata kunci untuk memberitakan damai sejahtera. Gereja yang sadar dan hidup yang selalu menghirup dan menghembuskan nafas adalah gereja yang seharusnya taat kepada sang Pengutus. Kita bisa berdalih dengan sejuta alasan tetapi pada akhirnya hati nurani yang akan menjadi filter apakah sebagai gereja kita sungguh taat kepada suara sang pengutus?
2. Damai Sejahtera Adalah Penting (ayat 4-7)
Dalam pengutusan yang dikemukakan Yesus dikemukakan juga tentang kewaspadaan, hati-hati, peka terhadap hal-hal yang sudah jadi kebiasaan namun dapat mengganggu tujuan utama pengutusan yakni penyembahan dan kesaksian. Hal kecil yang dikemukakan menunjukkan bahwa hal-hal kecil inilah yang bisa menjadi sandungan. Pundi-pundi, memberi salam, nampak sederhana tetapi menjadi batu sandungan. Ketika ukuran damai sejahtera adalah urusan pundi-pundi, Ketika ukuran damai sejahtera adalah urusan menyapa namun menghambat kerja misional maka Damai Sejahtera adalah penting dan harus diutamakan. Masuk ke rumah dimulai dengan damai sejahtera bagi rumah ini (ayat 5) menjadi titik tolak untuk mewujudkan berita pengutusan yakni damai sejahtera. Jika damai sejahtera dialami oleh sesama itu bukanlah hasil pelayanan gereja tetapi gereja taat kepada Kepala Gereja yakni Yesus. Pdt. Billy Graham pernah katakan bahwa ‘“Hanya Kristus yang dapat membawa kedamaian abadi kedamaian dengan Tuhan kedamaian di antara manusia dan bangsa-bangsa dan kedamaian di dalam hati kita.” Dalam rumah dan jangan pindah-pindah supaya setiap rumah mendapat waktu yang cukup, setiap rumah tidak disbanding-bandingkan
Karena itu biarlah dengan meghayati identitas kita sebagai tubuh Kristus yang menghirup dan menghembus udara damai sejahtera biarlah kita senantiasa terpana pada Dia yang selalu menjadi gembala yang baik maka Gereja selalu hadir dengan semangat untuk memberitakan damai sejahtera. Gereja yang dihadapkan pada tantangan dan pergumulan tetapi gereja tidak terganggu dalam misi utamanya yakni Taat pada Yesus dan memberitakan damai sejahtera.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|