Dibaca : 15943 x
KhotbahJumat, 18 April 2025 Makus 15: 20b-39 SALIB DAN AKIBATNYA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Salib adalah alat yang dipakai bangsa Romawi waktu untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menurunkan derajat kemanusiaan. Nilai diri manusia hilang ketika melekat pada salib sebab salib memiliki kuasa menyiksa manusia dan mematikan. Salib memberi pesan yang keras bahwa kuasa kematian demikian perkasa dan manusia demikian rendah. Peristiwa Yesus disalib adalah perisitwa yang menyampaikan pesan kuat betapa malangnya manusia berdosa dan betapa bernilainya kehidupan (1 Petrus 1:18-19). Yesus yang disalib adalah Yesus yang menanggung dosa manusia dan sekaligus Allah yang mengasihi. Yesus yang disalib adalah tanda betapa berdosanya manusia dan juga tanda betapa besar kasih Allah (Yohanes 3:16). Karena itu pada salib ditampilkan adanya perubahan kualitas manusia bahwa manusia tidak sekedar hidup tetapi sekaligus berkemenangan. Manusia tidak sekedar hadir tetapi diutus untuk memanusiakan manusia.
Salib menyampaikan pesan ganda bahwa manusia demikian berdosa dan sekaligus manusia mengalami kehidupan yang baru didalam Yesus Kristus. Simon orang Kirene adalah contoh terjadinya perubahan dalam hidup dan keluarga. Simon yang hadir di Yerusalem adalah Yahudi Afrika Utara yang pergi ke Yerusalem. Simon pergi ke Yerusalem sebagai bagian dari tradisi paskah Yahudi yakni ketika darah anak domba dilaburkan di pintu keluarga Yahudi sehingga maut tidak menerjang (Keluaran 12: 26-27, 46). Namun di Paskah kali ini Simon tidak saja hadir dengan tujuan merayakan hidup pembebasan Mesir tetapi sekaligus merayakan perubahan hidup akibat perjumpaan dengan Yesus Kristus. Salib tidak saja menghadirkan kengerian tetapi juga perubahan yang menghidupkan. Simon yang memikul salib Yesus adalah Simon yang keluarganya mengalami perubahan. Istrinya disapa sebagai ibu oleh Paulus (Roma 16:13) sementara anak Simon yakni Alexander dan Rufus menjadi rekan sepelayanan Paulus (Roma 16:13). Maka kuasa salib yang menghidupkan menjalar kemana-mana menghadirkan cara pnadang yang baru, pola hidup yang baru. Maka melalui kisah ini hendak dikemukakan pengajaran penting:
1. Salib Adalah Penolakan dan Penerimaan (ayat 20b-24)
Yesus yang disalibkan adalah bentuk penolakan terhadap dosa dan sekaligus penerimaan oleh karena kasih-Nya. Salib tidak saja memperlihatkan kuasa yang mematikan tetapi sekaligus kehidupan yang bermakna. Salib membawa pesan bahwa hidup harus berubah sebab hidup lama yang mematikan diganti hidup baru. Simon dipaksa untuk memikul salib Yesus tetapi Alexander dan Rufus dengan sadar memilih untuk meneruskan Injil. Inilah makna salib yang seharusnya menghantar pemahaman kita semua agar tidak kehilangan nilai kehidupan di tengah dunia yang merosot kualitasnya. Karya keselamatan melalui peristiwa salib tidak bisa dihina dengan anggur dan mur (ayat 23) sebab penderitaan itu diterima secara utuh oleh Yesus supaya kemenangan juga dialami oleh manusia. Jadi jangalah putus asa di tengah kenyataan yang mencekam, di tengah keadaan yang menekan. Suasana pergumulan yang dialami adalah kemenangan karena kita tahu bahwa dengan sadar kita percaya kepada Yesus. Salib menjadi tanda mengenal diri bahwa hidup demikian rapuh akibat dosa tetapi demikian bernilai akibat darah-Nya.
2. Salib Adalah Penghinaan dan Penerimaan (ayat 25-32)
Yesus yang disalibkan adalah Yesus yang dihina padahal sejatinya mereka menghina diri sendiri. Yesus yang direndahkan adalah Yesus yang meninggikan mereka yang direndahkan. Peristiwa salib adalah peristiwa yang hendak menjelaskan bahwa dosa memang merendahkan kehidupan tetapi kasih Allah meninggikan. Peristiwa Jumat Agung hendak mengingatkan kita bahwa orang bisa merendahkan saudara tetapi Yesus yang tersalib adalah Yesus yang meninggikan saudara. Maka kualitas kehidupan kita tidak ditentukan oleh tindakan yang merendahkan tetapi ditentukan oleh kasih Yesus yang meninggikan. Peristiwa penyaliban menjadi peristiwa mendasar bahwa hidup kita sangat bernilai.
Sahabat-sahabat terkasih,
Maka di hari Jumat Agung ini, kita semua mensyukuri kehadiran-Nya yang membawa perubahan dalam kehidupan. Kita memasuki kehidupan baru sebagai pemenang sebab salib adalah tanda gagalnya kuasa maut. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|