Dibaca : 16016 x
KhotbahMinggu, 06 April 2025 Matius 16:21-28 WASPADAI PERAN IBLIS
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Dalam kisah Yesus dicobai (Lukas 4: 13) dikemukakan bahwa menunggu waktu yang baik untuk kembali mencobai Yesus. Iblis dengan sabar menanti saatnya agar dapat membatalkan rencana dan karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Waktu yang baik itu dikemukakan dengan jelas dalam perikop bacaan kita saat ini ketika Petrus mengaku bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup (Mat. 16:16) namun pengakuan ini berubah total di Matius 16:22. Dalam The Message Bible dikemukakan bahwa Petrus memprotes deklarasi Yesus bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan. Hal ini memperlihatkan lemahnya sebuah pengakuan tentang siapa Yesus ketika dihadapkan pada situasi menantang. Lemahnya sebuah pengakuan tentang Yesus ketika didasari dengan corak berpikir dunia yang hanya mementingkan diri sendiri.
Pengakuan Petrus inilah yang justru dipakai oleh iblis yang menunggu waktu baik untuk menyerangnya. Yesus memprlihatkan sebuah pemikiran yang baru yakni pemikiran untuk setia pada kehendak Bapa dan itu berarti dihadapkan pada penderitaan. Sungguh pemikiran ini adalah pemikiran yang menantang sebab sesungguhnya siapakah yang dengan sukarela mau menderita? Karena itu gagasan tentang jalan penderitaan bukanlah jalan yang diagungkan atau dicari-cari tetapi sebagai keputusan untuk setia pada kehendak Bapa. Sebuah keputusan yang tidak mudah sebab menjadi sikap Yesus tegas. Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya (ayat 21) menunjukkan bahwa pergi ke Yerusalem adalah sebuah keharusan, bukan saja keharusan untuk menderita tetapi lebih dari itu keharusan mewujudkan karya keselamatan. Sebab pergi ke Yerusalem akan berujung pada kebangkitan. Maka cara Petrus mencegah adalah salah satu cara iblis yang hendak meruntuhkan rencana dan karya Allah. Salah satu cara untuk menggugurkan misi keselamatan sebagaimana pernah dikemukakan iblis di Matius 4:8-9.
Selanjutnya Ia mengemukakan tentang pentingnya memilah makna kehidupan yang disertai kesetiaan kepada kehendak Bapa. Kesetiaan seperti inilah yang akan menampilkan gaya hidup baru sebagai akibat dari setia pada kehendak-Nya yakni gaya hidup menyangkal diri. Jadi memikul salib bukanlah syarat tetapi memikul salib adalah akibat dari mengikut Yesus. Dengan sudut pandang demikian maka memikul salib adalah sebuah keharusan adalah sebuah realitas baru, adalah sebuah tindakan berserah penuh pada pimpinan Tuhan - Anyone who intends to come with me has to let me lead, you are not in the driver’s seat, Iam. Don’t run from suffering, embrace it. Follow me and I will show you how (TMB) Siapa pun yang ingin ikut denganku harus membiarkan aku memimpin, bukan kamu yang memegang kendali, akulah yang memegang kendali. Jangan lari dari penderitaan, hadapilah. Ikutilah aku dan aku akan menunjukkan caranya. Artinya memang jalan yang ditempuh Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, tidak ad acara lain. Jalan ini bukan jalan yang mudah tetapi tidak dihindari ketika tujuan utamanya adalah kehendak Allah bagi keselamatan manusia. Namun penderitaan bukanlah akhir dari kisah keselamatan tetapi kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan menjadi kisah kemenangan bagi setiap orang orang percaya. Sebuah kemenangan yang melampaui segala tawaran dunia. Sebuah kemenangan yang tidak terukur dengan kemilau dunia. Jika demikian palajaran apakah yang hendak direnungkan.
1. Hati-hati agar tidak menjadi alat iblis (ayat 23)
Ternyata waktu yang baik adalah ketika iblis memakai Petrus untuk menghadang karya keselamatan Allah. Bentakan Yesus menunjukkan betapa jahatnya rencana iblis dan sekaligus bentakan itu membuat iblis akan menunggu waktu baik berikutnya yakni di taman Getsemani. Iblis dapat dengan piawai memakai murid-murid Yesus waktu itu maupun sekarang yang kelihatannya seperti membela Yesus namun sesungguhnya tidak dilandasi kebenaran. Waktu-waktu ini adalah waktu untuk waspada apakah seluruh aktifitas kita dalam pelayanan untuk Tuhan atau untuk menghadang rencana Tuhan. Apakah kehidupan yang dijalani adalah hidup yang setia pada kehendak-Nya atau hidup yang setia pada iblis. Maka kita semua perlu bertobat dengan sungguh-sungguh dan dengan nurani menelisik diri sendiri ‘sudahkah aku melayani Tuhan atau jangan-jangan aku menjadi alat iblis’. Bacalah Yohanes 14:15.
2. Salib bukanlah akhir, kemenganlah yang menjadi akhir (ayat 27)
Kisah ini adalah kisah yang kemudian dilanjutkan dengan kiah Yesus dimuliakan dimana kepada ketiga murid diperlihatkan kemulian-Nya yang luar biasa. Salib memang mengerikan tetapi salib bukan akhir. Pergumulan sebagai murid yesus memang kita alami tetapi kalah bukanlah kata akhir sebab kemuliaan yang dipantulkan melalui penderitaan itulah kemenangan. Di minggu-minggu pra paskah atau sengsara ini kita semua diundang untuk tidak tergesa-gesa menyerah, menyerah pada keadaan, menyerah pada pergumulan tetapi tetap melangkah dalam kepastian seorang pemenang. Kepastian yang dijanjikan Tuhan sendiri.
Kepada setiap keluarga hendak dikemukakan pengajaran ini bahwa setiap anggota keluarga perlu waspada pada rencana iblis yang licik. Iblis bisa menghancurkan relasi suami-istri dengan tawaran menawan, namun patahkan tawaran itu dengan tetap setia pada kehendak Allah yang menyelamatkan. Kepada setiap keluarga hendak dikemukakan bahwa salib bukanlah akhir hidup kita sekalipun ada air mata dan kekecewaan. Sekalipun ada persoalan yang berat namun salib bukan akhir hidup kita…akhir kehidupan kita adalah menyatu dengan Bapa melalui rengkuhan Yesus Kristus dalam kuasa Roh Kudus. Jadi ingat salib bukan akhir.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|