aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16060 x

Khotbah
Minggu, 30 Maret 2025
Mazmur 89:2-3
MAKNA KASIH SETIA TUHAN

MAKNA KASIH SETIA TUHAN
<div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7">Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,</font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7"><br></font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7">
Kasih setia? Adakah kasih setia dewasa ini ketika pengkhianatan menjadi keseharian? Adakah kasih setia ketika himpitan demikian kuat bagai arus deras yang menghancurkan pondasi kehidupan. Pertanyaan tentang kenapa Allah berdiam diri ketika cara hidup yang menghancurkan nurani tidak lagi diantisipasi? Dalam konteks Mazmur 89 yang terdiri atas dua bagian yakni ayat 1-38 dan 39-50 dikemukakan bahwa Allah demikian setia terhadap Daud dan keturunan (ayat 21). Allah yang dengan kasih setia yang besar terlibat dalam kehidupan Daud adalah Allah yang terus mengawal kehidupannya (ayat 30). Seluruh gagasan yang dinarasikan oleh pemazmur menunjukkan bahwa di tengah kenyataan yang membingungkan karena kejahatan moral seolah biasa maka kasih setia Tuhan menjadi pertanyaan serius.</font></div><div align="justify"><font size="7"><br><font face="Arial, Sans-Serif">
Di sinilah letak persoalan yang digumuli oleh pemazmur karena kenyataannya sungguh memilukan sebagaimana diperlihatkan ayat 39-52. Pada bagian kedua pasal ini Nampak sangat kontradiksi karena jika sebelumnya kasih setia Tuhan demikian luar biasa namun di bagian ini kasih setia Tuhan telah luruh. Pemazmur memperlihatkan di bagian awal Mazmur 89 bahwa kasih setia Tuhan adalah jaminan kehidupan sebab kasih setia Tuhan adalah karakter (ayat 9, 15, 25 dst). Allah adalah Allah yang setia dalam perencanaan dan Tindakan sebab kesetiaan bukanlah soal kata pemanis tetapi soal komitmen, soal kesediaan untuk menukik pada realitas sehingga kasih setia tidak bicara di awan-awan. Allah adalah Allah yang bekerja sebagaimana dikemukakan oleh Yesus (Yoh.5:17) dan Ia bekerja dalam semangat kasih setia.</font></font></div><div align="justify"><font size="7"><br><font face="Arial, Sans-Serif">
Jika demikian maka pembelajaran penting yang perlu diperhatikan dalam bacaan hari ini adalah:</font><br><br><font face="Arial, Sans-Serif">
<b>1. Ia Setia Dalam Kehidupan (ayat 2)</b></font><br><font face="Arial, Sans-Serif">
Allah yang setia dalam kehidupan hendaknya terpantul dalam kehidupan sebagai sebuah kesaksian. Kesetiaan Allah yang diresapi sebagai daya untuk terus bergerak antusias adalah kesetiaan yang memunculkan antusiasme. Sehingga kasih setia-Nya menjadi kasih setia yang tidak bersifat transaksional namun di bungkus oleh semangat antusiasme. Kesetiaan Allah bukanlah kesetiaan yang ditampilkan dengan kultur entertainment tetapi kesetiaan-Nya kontra kultural. Maka kesetiaan-Nya tidak perlu dipertanyakan sekalipun dalam hidup bisa dijumpai pertanyaan yang tidak terjawab. Ia setia dan kesetiaan-Nya menghidupkan dalam apa yang disebut sebagai <i>‘the upsidedown kingdom’</i>. Sebuah teologi pembalikan yang menunjukkan bahwa kasih setia Tuhan harus terpantul dalam kehidupan setiap hari. Jika dewasa ini nurani tidak lagi tampil dengan kesetiaan maka perilaku yang merendahkan sesame, serakah, manipulator, memerlukan kehadiran kita yang kontra kultural. Hal ini tidak mudah tetapi apakah artinya hidup tanpa memantulkan kesetiaan Tuhan? Kesetiaan dalam relasi di keluarga, relasi pasangan, saudara bersaudara. Kesetiaan yang tidak dibangun dengan semangat Yudas (yang mengkhianati) atau Petrus (yang menyangkal). Kesetiaan seperti inilah yang sedang trending dan harus dilawan dengan nilai kesetiaan yang sederhana dan muncul dalam keseharian sebagai sebuah kecerdasan (QQ)</font><br><br><font face="Arial, Sans-Serif">
<b>2. Ia Setia Dalam Segala Keadaan (ayat 3)</b></font><br><font face="Arial, Sans-Serif">
Allah yang setia dalam kehidupan tidak bersifat situasional, tidak bersifat untung rugi dengan semangat kalkulasi. Allah yang sebagai karakternya adalah Allah Maha kuasa. Kesetiaan Allah yang berpuncak pada salib dan kebangkitan Yesus adalah kesetiaan dalam segala keadaan. Yesus menunjukkan hal itu dalam pergulatan di Getsemani. Maka kesetiaan Allah dalam Yesus dalam segala keadaan menjadi jaminan bagi kita selaku orang percaya. Kesetiaan-Nya tidak terpengaruh oleh kesetiaan kita sebab pada dasarnya Ia setia. Kesetiaan-Nya tidak bergantung pada kolekte kita, pada kebaikan kita. Ia setia dalam hukum pembalikan-kerajaan yang sungsang. Maka selaku orang percaya dewasa ini, satu kata yang harus dikumandangkan ialah kata LAWAN. Lawan beragam bentuk korupsi yang juga terjadi dalam gereja. Lawan pengkhianatan terhadap kebenaran yang juga terjadi dalam gereja. Lawan dengan semangat kontra kultural yang mungkin tidak disambut sukacita tetapi harus menggelitik kesadaran moralitas kita bahwa Allah setia dan tidak perlu dipertanyakan.</font><br><br><font face="Arial, Sans-Serif">
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasih,</font><br><font face="Arial, Sans-Serif">
Dalam konteks inilah kita semua bergerak dalam arak-arakan yang mengaku bahwa kita rapuh tetapi kasih setia-Nya tidak pernah mengalami erosi.&nbsp;</font></font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7"><br></font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7">Maju terus Bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih Lelah kita tidak sia-sia. Amin.</font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7"><br></font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7"><br></font></div><div align="justify"><font face="Arial, Sans-Serif" size="7"><br></font></div>




Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518