aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16154 x

Khotbah
Minggu 02 Februari 2025
Markus 5:21-24
PERJUMPAAN DAN PEMULIHAN

PERJUMPAAN DAN PEMULIHAN
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Kisah tentang penyembuhan anak Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan adalah kisah yang ditampilkan untuk menyatakan arah pelayanan Yesus. Kisah ini tidak saja berkaitan anak Yairus tetapi sekaligus terkait dengan perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun dan terpuruk secara finansial. Kisah ini bukanlah kisah sederhana tetapi kisah tentang perjuangan di tengah keadaan yang menegangkan dan mengharukan. Kisah dimana kesediaan untuk mendengar (ayat 27) berita tentang Yesus berujung pada sikap yang tepat sebab mendengar dan bersikap bisa saja berlawanan. Kisah ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan pemulihan bukan saja dari sakit tetapi pemulihan yang membuat manusia kembali mengalami ‘hidup’ yang berarti. Persoalan ini adalah persoalan yang dialami oleh banyak orang dan kisah Yairus menjelaskan mengapa manusia mengalami ‘hidup’ bersama Yesus.

Dua pribadi yakni Yairus dan perempuan dengan dua persoalan yang berbeda namun memiliki pengharapan yang sama yakni kesembuhan atau ekstrimnya kebangkitan dari kematian. Kematian demikian dekat dan dialmi keduanya yakni Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan. Bagi Yairus kematian anak sama dekatnya dengan kematian diri sendiri. Harapan masa depan menjadi hilang. Bagi perempuan yang saki pendarahan, secara utuh digambar sudah ‘habis’ baik harta maupun sosial dan religius. Bagi keduanya hidup menjadi demikian menegangkan bahkan harapanpun diperhadapkan dengan ketegangan (band. Pemazmur tentang Gembala Baik). Di sini ada 2 tokoh yang mempunyai kebutuhan yang sama. Pertama adalah Yairus, seorang kepala rumah ibadat, seorang yang saleh, dan di sini sama sekali tidak ada gambaran negatif seperti stereotip orang Farisi atau ahli Taurat. Dan dikatakan ia tersungkur di depan kaki Yesus, suatu tindakan penyembahan, kemudian memohon. Poin yang sederhana, kita lihat bahwa meski seorang digambarkan secara positif, saleh, itu bukan berarti tidak akan mengalami kesulitan yang menimpa kehidupan atau keluarganya.

Anak perempuan yang satu-satunya, sakit dan hampir mati, berumur kira-kira dua belas tahun. Dan bukan kebetulan cerita berikutnya, perempuan yang juga sudah dua belas tahun sakit pendarahan tidak bisa disembuhkan siapa pun. Dua belas tahun ini melambangkan Israel, yang juga dalam keadaan hampir mati tanpa pertolongan kuasa Tuhan, melambangkan juga kehidupan Gereja yang hampir mati tanpa mengalami jamahan Tuhan. Ada 2 perspektif dalam cerita ini, baik dari sisi Yairus dengan pergumulan anak perempuannya yang berumur dua belas tahun, maupun perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Maka pembelajaran penting yang hendak dikemukakan adalah:

1. Pelayanan Yesus adalah pelayanan yang tidak terbatas (ayat 21). Bergerak ke Gerasa dan kembali lagi keseberang kemudian berjumpa dengan Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan menunjukkan bahwa gerak Yesus adalah gerak yang melampau berbagai perbedaan. Perbedaan wilayah, perbedaan status, perbedaan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk Yesus meneruskan pelayanan-Nya. Yesus tidak menegur Yairus atau mengabaikan perempuan yang sakit pendarahan. Yesus menunjukkan bahwa pelayanan yang lintas perbedaan adalah pelayanan yang diperlukan. Pelayanan yang berlangsung hendaknya tidak dibatasi dengan pengkotakan apakah hanya anak-anak PT? kisah ini menantang gereja untuk terus berada dalam pendampingan bagi anak-anak ketika tantangan tentang kehidupan semakin nyata. Kisah ini juga adalah tantangan bagi gereja untuk terus melengkapi orangtua yang tidak ragu menjumpai Yesus seperti seorang Yairus.

Jika orang mati dan sakit pendarahan adalah kenajisan sesuai hukum Musa (Imamat 15:25-30 dan Bilangan 19:11-20) maka kenajisan akibat dosa dialami oleh semua orang. Maka hadirnya Yesus dalam penyembuhan ini bermuara pada hidup yang mengalami pemulihan, hidup yang tidak lagi dikendalikan kenajisan. Jika anak Yairus berusia 12 tahun maka tidak kebetulan bahwa ada perempuan yang 12 tahun mengalami sakit. Sebuah persoalan yang berkaitan dengan waktu dan Yesus menunjukkan bahwa bahwa Ia melampaui waktu. Jika karya-Nya dialami anak 12 tahun maka karya yang sama dialami perempuan yang sakit. Keduanya berkaitan dengan keberpihakan Yesus.

2. Sebutan yang memulihkan (ayat 34 dab 39)

Dua perempuan dengan dua persoalan yang berbeda tetapi mendapat sapaan yang sama yakni anak. Sapaan inilah yang memungkinkan dua perempuan ini mengalai kehidupan, sapaan yang menunjukkan bahwa relasi yang dibersihkan oleh Yesus adalah relasi yang berujung pada dekapan. Bukankah kita mau melakukan apa saja yang baik bagi anak kita. Bukankah gereja hadir bagaikan perempuan yang merengkuh anak-anak. Bukankah ini menjadi tanda bahwa keberadaan sebagai anak menegaskan totalitas ketergantungan.

Melalui kisah ini hendak dikemukakan bahwa relasi baru yang terbentuk dengan Yesus bukanlah relasi yang biasa. Ia merangkul kita untuk menunjukkan bahwa Ia berpihak kepada kehidupan. Jadi ketika beragama persoalan demikian menekan, sakit penyakit demikian menyakitkan maka kesadaran bahwa Yesus berpihak kehidupan akan berujung pada kesediaan untuk bertahan bersama Yesus. Bagaimana bergumul dengan sakit bersama Tuhan adalah kemenangan tanpa kesembuhan. Di sinilah kita hadir bersama untuk meneruskan pelayanan yang semakin menghidupkan karena berpihak pada kehidupan sebagaimana Yesus.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Pengajaran hari ini demikian penting sehingga berkaitan dengan kehidupan anak-anak sebab dari sini juga kita belajar bahwa kita semua adalah anak-anak Tuhan. Maka jalanilah kehidupan dengan kepastian bahwa Tuhan mau menjumpai kita semua dan Ia mau kita semua mengalami hidup. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518