aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16318 x

Khotbah
Minggu, 26 Januari 2025
Mazmur 104:1-5
KARYA ALLAH DAN PENGAKUAN MANUSIA

KARYA ALLAH DAN PENGAKUAN MANUSIA
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Manusia dengan segala kemampuan yang dimilikinya merupakan mahluk yang dilengkapi dengan kemampuan untuk mencerna karya-Nya. Manusia dalam kapasitasnya yang melampaui ciptaan lainnya termasuk alam memungkinkan manusia dengan kuasa yang dimiliknya juga mengelola alam dengan baik. Namun dosa telah menempatkan manusia bahkan menjadi predator bagi alam dengan merusak dan mengakibatkan kerusakan luar biasa. Alam tidak saja dieksploitasi dengan sewenang-wenang tetapi dikeruk demi kepentingan manusia dan atas nama kepentingan itulah maka yang terjadi adalah melihat alam memang tersedia untuk dirinya.

Maka ketika alam menghadirkan ‘perlawanan’ dengan bencana yang hadir seolah menjadi pengingat bahwa manusia perlu mengerti batas-batas yang dimilikinya. Pada titik inilah manusia diingatkan bahwa alam bukanlah untuk memenuhi keinginan manusia yang tanpa batas tetapi menjadi pengingat bahwa Allah pencipta yang memungkinkan alam hadir dengan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Kekayaan alam bukan sekedar mineral yang terkandung di dalamnya tetapi kekayaan yang mengungatkan manusia pada kapasitasnya sebagai pengelola dan bukan perusak.

Dalam konteks demikian maka nasihat yang dikemukakan pemazmur menjadi pembelajaran penting sebab dikemukakan oleh pemazmur bahwa Allah yang menciptakan alam semesta dan sikap manusia yang tidak menghormati alam adalah pemberontakan terhadap Allah. Pembelajaran yang dikemukakan sebagaimana bacaan kita saat ini menjadi penting karena memposisikan Allah sebagai yang berdaulat atas alam semesta. Pemazmur yang mengawali dengan pujian kepada Allah agar baik pemazmur dan umat dalam kebersamaan menatap alam dengan perspektif yang lain (ayat 1). Mazmur 104 adalah rangkaian pujian tentang manusia yang mengalami transformasi iman. Pemazmur menyatakan di Mazmur sebelumnya yakni 102 dan 103 tentang keluhannya terhadap beragam kejahatan yang menimpa pemazmur sehingga ia merana �" 102: 3-5 yang menunjukkan betapa pemazmur berada di kondisi yang rawan sebab Allah seolah tidak mendengar keluhannya (102:5). Di Mazmur 103 sang punjangga menunjukkan bahwa Allah menyangi pemazmur seperti seorang Bapak (103:13). Dan di Mazmur 104 ini pengajaran Allah dinyatakan kepada pemazmur melalui kisah penciptaan seperti di Kejadian 1 dan 2. Alam semesta yang diciptakan Allah menunjukkan bahwa Allah menata semua ciptaan-Nya dengan kuasa yang menertibkan. Allah adalah Allah yang terus bekerja menunjukkan karya-Nya yang bertumpu pada kuasa dan keagungan-Nya. Pemazmur menjelaskan betapa pentingnya pengakuan bahwa Allah demikian agung atas semua ciptaan-Nya supaya manusia menyadari keterbatasannya di hadapan Allah yang tidak terbatas. Pengajaran inilah yang memungkinkan pemazmur senantiasa menyadari keberadaan dirinya. Jika demikian pengajaran apakah yang hendak dikemukakan oleh pemazmur?



1. Kuasa-kuasa yang merusak bisa saja hadir perkasa namun keyakinan pada Allah yang Agung menjadi pilar penting (ayat 1-3). Melalui ayat-ayat ini hendak dijelaskan bahwa Allah adalah Allah yang tidak pernah berhenti dalam berkarya dan hal itu ditegaskan oleh Yesus dalam Yohanes 5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga. Allah adalah Allah yang bekerja menghadirkan damai sejahtera dan bukan Allah yang merancang kejahatan bagi manusia.

Manusia memang bisa mengalami kejahatan yang meruntuhkan semangat dan membelenggu harapan. Manusia bisa saja diperhadapkan dengan pikiran-pikiran jahat yang hadir dalam tindakan yang mencelakakan. Namun melalui pengajaran ini dikemukakan bahwa dengan siapa kejahatan itu dihadapi adalah hal yang prinsipil. Bersama siapa kenyataan jahat dihadapi menjadi tanda kemampuan untuk terus berpengharapan. Umat Tuhan perlu mendalami pengajaran ini agar supaya tidak menjadi umat yang mewujudkan kejahatan sekalipun bisa terpuruk. Umat Tuhan perlu selalu menghayati bahwa Allah yang dipercaya adalah Allah yang turut bekerja mendatangkan segala kebaikan (Roma 8:28). Ketika angin, langit dan awan menjadi alat Allah menjadi bukti karya-Nya maka setiap orang percaya dapat terus bersandar pada karya-Nya, kerja-Nya. Maka kita semua diundang oleh pemzmur untuk dengan sungguh-sungguh memperhatikan setiap jengkal karya Allah dalam kehidupan. Jangan menyerah dan terus berharap.



2. Karya-Nya tidak pernah goyah (ayat 5). Pengajaran penting berikutnya adalah bahwa Allah menempatkan bumi dalam kuasa-Nya sehingga ciptaan-Nya ini tidak akan goyah. Di sinilah pemazmur menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang secara kokoh menjaga ciptaan-nya termasuk manusia. Allah adalah Allah yang memperlihatkan karya-Nya yang tidak akan goyah. Bukankah ini menjadi penghiburan bagi umat? Penghiburan sebab dengan kokohnya ciptaan Allah sama dengan kokohnya Allah sendiri. Jika ciptaan-Nya tidak akan goyang maka Allahpun tidak pernah goyah dalam menyatakan kuasa keselamatan bagi manusia. Pemazmur bahkan menyatakan bahwa renungannya kiranya terdengar kepada Allah (ayat 34) sebab pemazmur menyadari aspek penting dalam hidup yang diperhadapkan dengan persoalan dan pergumulan yakni bersyukur atas jangkauan tangan Allah yang menyelamatkan (ayat 34b). Melalui pengakuan inilah pemazmur tiba pada pujian kepada Allah ‘haleluya’ (ayat 35). Maka umat yang mengalami perubahan mendasar dalam hidup adalah umat yang menjunjung tinggi pengakuan bahwa Allah adalah Allah yang Agung dan berkuasa.



Sahabat-sahabat terkasih

Melalui pengajaran inilah kepada kita diingatkan bahwa hidup memang tidak mudah dan hidup bersama Allah bukan berarti tanpa persoalan. Namun pemzmur menyatakan memuji Allah bukanlah soal rasa tetapi soal asa soal pengharapan. Jangan putus asa dalam hidup yang mungkin tidak mudah sebab Allah terus berkarya sampai selama-lamanya. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518