Dibaca : 16241 x
KhotbahMinggu, 22 Desember 2024 Lukas 1:39-45 KETIKA ALLAH BERKARYA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Peristiwa Elizabeth dan Maria adalah peristiwa tentang bagaimana dua perempuan dengan keadaan yang berbeda harus menerima tugas yang sama dari Allah. Peristiwa Elizabeth dan Maria adalah peristiwa yang memungkinkan terjadinya perubahan sudut pandang mereka terhadap apa yang dialami. Elizabeth yang mandul dan lanjut umurnya (1:7, 18) adalah perempuan yang harus berjuang mengatasi stigma bahwa dirinya dan Zakharia adalah pasangan yang tidak diberkati Allah. Hidup mereka benar dan tidak bercela (ayat 6) menunjukkan siapakah Elizabeth yang akan melahirkan Yohanes Pembaptis. Maka Elizabeth yang mengandung bukan saja mengaskan berkat Allah tetapi sekaligus tanda kemenangan atas ‘penghakiman publik’. Elizabeth yang mengandung dengan tegas memperlihatkan karya Allah yang tidak terbendung oleh keadaan. Keterbukaan Elizabeth juga menunjukkan bahwa ketaatan-nya bukan hasil pergumulan yang pendek tetapi bertahun-tahun.
Di sisi lain Maria seorang perempuan muda yang juga menerima kabar baik dan sekaligus mendebarkan. Perempuan ini mengandung dengan konsekuensi sosial yang menakutkan sebab hamil diluar nikah. Namun Maria menyatakan ‘..jadilah padaku…’ (ayat 38) memperlihatkan penerimaannya. Maka perjumpaan mereka - Maria dan Elizabeth adalah perjumpaan kegembiraan karena keduanya berjumpa dengan karya Allah yang mengerucut pada pernyataan ‘bagi Allah tidak ada yang mustahil’ (ayat 37). Dengan latar belakang demikian maka keterlibatan Allah dalam hidupn manusia dimulai dengan penerimaan sebagai bentuk responsive dan bukan reaktif. Perempuan-perempuan ini menunjukkan bahwa kehadiran mereka sekarang adalah kehadiran dengan misi Allah yang besar. Perempuan-perempuan ini adalah mereka yang berjuang keras bukan karena orang lain saja tetapi yang utama ialah dengan diri mereka sendiri sebab bukankah Maria harus mengatasi rasa takut dan Elizabeth harus mengatasi kekecewaan. Perjumpaan mereka bukan saja perjumpaan kerabat tetapi perjumpaan yang semakin meneguhkan Maria bahwa segala yang didengarnya dari Gabriel adalah benar.
Pesan apakah yang hendak kita terima saat ini melalui kisah perjumpaan Maria-Elizabeth? Pertama-tama sebagaimana dikemukakan ayat 39-41 bahwa perjumpaan itu membuat anak aodalam rahim melonjak dengan sukacita. Sukacita yang tidak diakibatkan hadirnya Maria tetapi hadirnya Yesus dalam kandungan Maria. Perjumpaan yang memungkinkan Elizabeth memahami karya besar Allah bagi dirinya dan Zakharia bahwa kehidupan mereka yang taat kepada Allah tidak mengencewakan. Bukankah ini adalah pesan yang kuat bagi kita dewasa ini apakah kehadiran kita membawa kegembiraan bagi sesama. Apakah perjumpaan dengan sesama semakin menguatkan sesama dalam menjalani hidup yang kadangkala penuh ketidakpastian. Dengan bersikap penuh kegembiraan terhadap karya Allah maka keberadaan selaku warga gereja semakin bermakna. Di minggu-minggu menjelang perayaan Natal kita perlu untuk meneliti diri sendiri apakah kehadiran kita melukai sesama atau memulihkan. Ini pertanyaan kontemplatif yang memerlukan kejernihan dan kejujuran. Sebagai ibu sudahkah kehadiran kita membawa sukacita sebab hadirnya seorang ibu bukanlah kehadiran sederhana sebab turut memberi pengaruh bagi anak. Dengan pemahaman yang demikian maka setiap perempuan dapat memahami bahwa kehidupan mereka sungguh berarti bukan karena mereka perempuan tetapi karena Allah berkenan atas mereka.
Pesan kedua yang juga penting sebagaimana dikemukakan dalam ayat 42-45. Siapakah aku menjadi pertanyaan kontemplatif sebab siapakah aku memperlihatkan keberanian untuk melihat diri sendiri sebab dengan melihat diri sendiri kita tidak terpengaruh untuk menilai orang lain. Penilaian diri yang baik akan membawa pengaruh kebaikan dalam perjumpaan dengan sesama. Dengan menanyakan siapakah aku? maka Elizabeth mampu untuk menyatakan bahwa berbahagialah mereka yang percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan terlaksana (ayat 45). Inilah pesan yang penting sebab seringkali tarikan untuk tidak percaya pada apa yang dikatakan Tuhan akan membuka keraguan dan ketidakpastian. Demikianlah kehadiran seorang ibu yang meragukan kehadirannya adalah ibu yang mendapat tantangan besar. Katakan pada diri sendiri bahwa ‘aku percaya pada perkataan Tuhan’ sehingga mampu mengubah sudut pandang terhadap berbagai peristiwa.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan belajar dari perjumpaan inilah kita semua dapat mensyukuri karya Allah dalam kehidpan kita. Hal ini penting sebab bersyukur hanya dimungkinkan oleh pribadi-pribadi yang mengenal dirinya sendiri dan tidak terpesona oleh orang lain. Bersyukur bahwa minggu-minggu adven mendorong kita untuk selalu meyakini bahwa apapun yang dikatakan Tuhan pasti terlaksana (ayat 45). Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|