aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16106 x

Khotbah
Minggu, 24 Nopember 2024
Matius 8:18-22
BERTOLAK KE SEBERANG

BERTOLAK KE SEBERANG
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Teks bacaan kita saat ini adalah teks sesudah Yesus menyampaikan pengajaran yang terkenal yakni khotbah di Bukit (pasal 5-7). Melalui khotbah di Bukit Yesus memperlihatkan suatu tata kehidupan yang baru, suatu perintah yang menggemakan makna sejati dari Injil (Kabar Baik). Khotbah Yesus yang menjadi acuan tentang suatu tatanan kehidupan selaku pengikut Yesus -pemuridan yang mendeklarasikan pola kehidupan yang sungguh-sungguh berbeda dari ajaran yang selama ini didapatkan dari para Ahli Taurat. Yesus menunjukkan bahwa khotbah di Bukit bukanlah sebuah narasi yang indah tetapi sebuah karya yang menggemparkan. Itulah sebabnya para pendengar takjub sebab Ia mengajar mereka dengan penuh kuasa (7: 28-29). Sesudah khotbah di Bukit itulah Yesus menyatakan bahwa pengajaran-Nya ditindaklanjuti dengan karya yang mendatangkan sukacita, pengharapan melalui penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan-Nya. Baru pada bagian bacaan ini dikemukakan bagaimana syarat untuk menjadi pengikut-Nya. Sebuah pernyataan yang mengejutkan sebab Yesus menempatkan totalitas seorang murid. Dengan kata lain Yesus menegaskan bahwa menjadi pengikut/murid Yesus haruslah memiliki kesediaan yang penuh dan utuh. Pdt. Joas mengemukakannya dengan istilah Heart (passion), Head (Learn) dan Hand (action). Ketiganya yakni heart, head dan hand menunjukkan apakah seseorang dengan serius bersedia untuk ‘bertolak ke seberang’, yakni meninggalkan yang lama dan memasuki yang baru dengan segala konsekuensinya. Inilah harga sebagai seorang murid yang harus terus dijaga dan dirawat. Menjadi seorang murid tanpa harga bagaikan ujian dengan modal plagiat. Pola seperti ini bisa saja terasa janggal tetapi dalam konteks waktu jaman Yesus, soal hidup pemuridan ini akan menghadirkan perbedaan yang mendasar. Maka pengajaran ini menunjukkan bahwa:

1. Menjadi murid selalu berbeda dari kerumunan orang banyak (ayat 18-20)
Mereka yang banyak berkerumun adalah mereka yang memiliki passion tapi tanpa head and hand. Mereka antusias untuk menjumpai Yesus tetapi mereka hanya antusias untuk mujizat, antusias untuk hal-hal yang menyenangkan. Pada tahap ini tidak ada harga untuk mengikut Yesus sebab orang banyak bisa saja antusias tetapi semakin berkurang yang mau belajar/mendalami Firman Tuhan (Head) dan semakin berkurang lagi yang mau melaksanakan (Hand). Tiga dimensi pemuridan ini harus bergerak secara bersama sebab jika salah satu berkurang tidaklah utuh kapasitas sebagai murid. Sebab bertolak ke seberang lalu berurusan dengan situasi yang berubah, situasi yang menantang, situasi dimana anasir jahat demikian hebat. Namun dalam keutuhan sebagai murid Yesus maka goncangan apapun tidak menggoyahkan kapasitas sebagai murid. Murid yang selalu bijaksana sebab mendengar dan melaksanakan perkataan-Ku (7: 24). Sehingga antusiasme yang disertai dengan keinginan untuk mendalami kekayaan Firman Tuhan dan melaksanakan adalah tipikal dari murid yang bijaksana. Jika demikian maka menjadi murid Yesus bisa saja mengalami penolakan, bisa saja disingkirkan, bisa saja diabaikan tetapi murid yang sejati akan terus bertolak ke seberang. Inilah the power of habit. Kebiasaan untuk terus antusias dan belajar serta melakukan akan memunculkan kualitas murid yang tidak membenci tetapi dibenci, tidak menolak tetapi mengalami penolakan sebab sekalupun badai itu datang menghantam kehidupan para murid namun mereka tahu bahwa Yesus berkuasa untuk menundukkan. Sekalipun kehidupan kadang tidak ramah namun tetap menyadari bahwa Ia selalu bersama.
Bukankah ini yang kita perlukan yakni murid-murid yang selalu antusias dan sekaligus ma uterus belajar dan berujung melakukan perkataan-Nya. Melakukan perkataan itulah yang disebut pelayanan. Lalu dimanakah area pelayanan kita?
Bukan di gereja, bukan di Paduan suara, bukan. Area pelayanan kita ada diluar di setiap keluarga, disetiap pekerjaan, disetiap perjumpaan dengan sesama. Jadi pelayanan di gereja tidak penting? Jawabnya penting tetapi bukan yang terpenting sebab yang terpenting itu di dunia (Yohanes 3:16). Hadirkan semangat pemuridan yang cerdas itu dalam keseharian sebagai orang yang bijak supaya setiap orang yang berjumpa dengan kita mereka memberi kesaksian tentang hidup ke-Kristen-an yang bermutu.

2. Pemuridan dengan motivasi yang jernih (ayat 21-22)
Seorang murid-Nya (bukan dari 12 murid) mengemukakan motivasi yang tersembunyi dibalik pernyataan yang nampak baik. Pernyataan yang nampak simpatik karena menghormati ayah yang meninggal. Namun perlu dipahami bahwa pernyataan ini dalam tradisi pemakaman Yahudi yakni ketika ayah meninggal maka anak tidak kemana sebab selama 7 hari hanya menerima tamu yang berbelasungkawa. Sedangkan penguburan kedua adalah setelah setahun tulang-tulangnya dipindahkan ke kotak ossuary (kotak tulang belulang). Pelaksanaan penguburan kedua ini dianggap penting oleh orang Yahudi, apalagi ia sebagai anak, sudah menjadi kewajiban baginya untuk melaksanakan penguburan kedua. Di sinilah percakapan dengan Yesus terjadi yakni bahwa motivasi terselubung itu dibuka oleh Yesus karena dalam konteks ini ada warisan yang akan diterima oleh sang anak. Maka Yesus menunjukkan bahwa ikutlah aku menjadi pembatas yang tebal antara keuntungan finasial dan mengikut Yesus. Harus ada pilihan mengikut Yesus atau mengikut mamon? Maka yang dikehendaki oleh Yesus ialah mengikut Dia harus dengan motivasi yang jernih dan tulus. Jangan mengikut Yesus seperti kebanyakan orang hanya supaya mendapat keuntungan. Mengikut Yesus terlebih dahulu maka segala yang baik yang didapatkan akan menjadi berkat. Mengikut Yesus terlebih dahulu maka segala yang dimiliki jadi bermanfaat. Dengan begitu maka bertolak ke seberang bukan saja soal geografis tetapi soal gaya hidup, soal gaya pikir dan soal gaya pelayanan. Semuanya perlu bertolak ke seberang.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pengjaran demikian maka kita perlu bertanya pada diri sendiri, sudahkan kita menjadi murid yang sungguh-sungguh menyatakan Heart, Head dan Hand? Ketiganya membentuk Habituasi /kebiasaan yang memungkinkan kita menjadi murid-murid yang bijaksana. Selalu ada harga sebagaimana gambaran ini ‘sebuah kapal akan nampak indah berkilauan ditimpa sinar Mentari ketika ditambatkan didermaga, namun kapa tidak dibuat untuk diam di dermaga tetapi untuk berlayar mengarungi samudera yang menantang. Demikianlah kita semua, kita tidak hadir hanya sebagai warga jemaat yang cantik dan tampan di ibadah gereja tetapi menjadi warga gereja yang berjuang sebagai ayah, berjuang sebagai ibu, berjuang sebagai anak-anak di luar gereja karena kita diciptakan untuk bertolak ke seberang, untuk bersaksi bahwa Tuhan selalu menyertai kita di berbagai keadaan. Tetap semangat dan meju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita untuk bertolak ke seberang tidak pernah sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518