aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16175 x

Khotbah
Minggu, 17 Nopember 2024
Markus 2:1-12
ADA YESUS DI RUMAH (2)

ADA YESUS DI RUMAH (2)
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi<br>
Rumah adalah kata yang tidak saja menghadirkan makna persekutuan tetapi RUMAH sekaligus adalah soal rasa dan sudut pandang. Rumah menjadi bermakna ketika hadirnya disambut dengan harapan. Rumah tidak sekedar tembok dan atap tetapi daya tarik menyebabkan jutaan orang rela untuk melakukan perjalanan panjang. Rumah tidak sekedar ruang tamu dan ruang keluarga serta ruang lainnya tetapi soal kebijaksanaan mengisi setiap ruang dalam rumah (Amsal 24:3-4). Rumah memiliki batas yang jelas disni dan disana sebab batasan yang jelas itu menandakan adanya relasi yang sehat dari setiap anggota keluarga. Jadi rumah adalah soal rasa ketika suasana penolakan bisa dialami di luar rumah tetapi di dalam rumah terjadi penerimaan. Ketika kegagalan dialami diluar rumah namun dalam rumah rumah kegagalan itu dapat diserap menjadi keteguhan. Rumah adalah rasa. Rumah tampil ke depan mata, ketika kehangatan membungkus dada. Rumah menjadi nyata, ketika senyum dan tawa menggores di bibir. Rumah menjadi hidup, ketika kebahagiaan bisa dibagi di antara orang-orang terkasih. Rumah juga adalah perspektif. Ia tampil, ketika kita melihat dunia dengan kaca mata yang tepat. Ia terlihat, ketika kita membersihkan diri dari bercak-bercak kotor yang membuat kabur sudut pandang kita. Rumah menjadi tak hanya kata, ketika pikiran dan realita berjalan bergandengan tangan. Setiap orang membutuhkan suasana rumah yang membuatnya merindukan kehangatan bersama.<br>
Dalam konteks inilah ketika Yesus hadir di rumah Ia dengan segera menghadirkan unsur pembeda. Ketika Yesus ada di rumah di Kapernahum maka yang terjadi adalah banyak orang hadir untul menjumpai-Nya. Banyak yang hadir dengan semangat yang sangat fungsionala yakni melihat karya-Nya dan bukan mendengar ajaran-Nya. Yesus yang hadir di rumah adalah Yesus menunjukkan bahwa mujizat bukanlah yang utama sebab pengajaran adalah yang terpenting. Ketika Yesus ada di rumah maka ajaran tentang kuasa yang dimiliki-Nya dijadikan nyata melalui penyembuhan (ayat 10 dan 11). Ketika Yesus hadir di rumah maka rumah memiliki pemahaman yang baru bahwa di dalamnya setiap anggota keluarga bisa saja lumpuh dan terkulai lemah tetapi relasi persahabatan membuat atap rumah tidak lagi menjadi penghalang. Maka hal penting yang harus diperhatikan ialah:<br>
<br>
1. Rumah Adalah Ruang Persahabatan (ayat 1-7)<br>
Hadirnya Yesus yang membuat persahabatan menjadi berarti tidak saja relasi individual tetapi kolektif. Bukan saja yang lumpuh tetapi para sahabat yang membawa. Rumah menjadi rumah kini ramai dengan keberanian membongkar atap untuk menjumpai Yesus. Rumah tidak lagi menjadi ruang yang santun saja tetapi ruang yang penuh rasa hormat. Jika Yesus hadir di rumah maka kuasa-Nya merubah cara pandang anggota keluarga. Sebab kini rumah tidak hanya menjadi rumah berhikmat tetapi rumah persahabatan, rumah persekutuan. <br>
Kini kitapun diundang untuk menghayati bahwa keterlibatan Tuhan dalam kehidupan kita hingga sekarang bukanlah persoalan sederhana. Sebab ukuran rumah tidak lagi menentukan ukuran pemeliharaan Tuhan. Harga rumah tidak lagi melampaui harga pemeliharaan Tuhan. Rumah menjadi tempat dimana konflik ada, pergesekan terjadi, tetapi semua itu karena relasi yang dekat. Maka ketika Yesus hadir di rumah terjadilah pengayaan makna sebab anak dan orangtua memeiliki cara pandang yang baru. Ketika Yesus hadir di rumah maka keterputusan dari belenggu dosa menghasilkan cara hidup yang juga memerdekakan. Jadi kesadaran inilah yang akan membuat kita mensyukuri perjalanan hidup sampai sekarang bahwa karena Yesus ada di rumah maka kerinduan kita kepada rumah menjadi kerinduan yang menghangatkan.<br>
<br>
2. Yesus Ada Di rumah Tetapi Tidak di rumah (ayat 8-12)<br>
Ketika Yesus hadir dengan segala perombakan yang dilakukan oleh keluarga maka kehadiran Yesus bukan berarti Yesus menjadi tahanan rumah. Yesus yang menjadi tahanan rumah adalah Yesus yang tidak diterima dengan baik dalam rumah. Pertanyaan dan jawaban Yesus terhadap ahli taurat adalah gambaran bahwa Yesus menentang praktek sebagai tahanan rumah. Yesus yang di rumah justru adalah Yesus yang mengutus ke keluar rumah dan kembali ke rumah (ayat 11). Inilah bentuk kekuasaan yang meuncul untuk mendewasakan si lumpuh dan para sahabat. Mereka tidak menetap di zona nyaman rumah tetapi harus keluar rumah dalam memberi kesaksian di tengah realitas hidup. <br>
Maka ketika Yesus hadir di rumah Ia justru mengutus kita untuk keluar rumah, Ia justru mengutus kita untuk berkiprah dalam perjumpaan dengan orang banyak. Yesus yang hadir di rumah bukanlah Yesus yang terbelenggu tetapi merdeka untuk menjumpai kita semua dengan keadaan masing-masing. Maka ketika Yesus hadir di rumah kita diutus keluar rumah di manapun berada. Di sanalah kita memberi kesaksian tentang makna kehadiran Yesus di rumah. Di sanalah kita memberi kesaksian tentang penyembuhan yang dialami.<br>
Sahabat-sahabat terkasih<br>
Jadi hadirlah dengan semangat bahwa Yesus hadir di rumah, sehingga kelumpuhan dalam segala bentuknya dapat teratasi. Sehingga keramaian tidak menghalangi perjumpaan dengan Yesus. Sehingga setiap bentuk perjumpaan adalah perjumpaan yang memerdekakan.<br>
Maka hadirkan pertanyaan reflektif ini:<br>
1. Sudahkah rumahku menjadi rumah persektuan<br>
2. Sudahkan rumahku menjadi rumah pemulihan<br>
3. Sudahkan rumahku menjadi rumah pengutusan<br>
Dengan menjawab sudah maka kitab oleh teruskan perjalanan bersama Tuhan Yesus yang selalu hadir di rumah namun mengutus keluar rumah. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518