aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16119 x

Khotbah
minggu, 10 Nopember 2024
Roma 8: 31-39
AMOR VINCIT OMNIA

AMOR VINCIT OMNIA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi Pengetahuan (knowledge) dan pengertian (understanding) selalu memerlukan pertanyaan yang mendasar, yang essensial. Pertanyaan yang tepat akan menghasilkan pengetahuan yang memungkinkan setiap orang tiba pada jawaban mendasar bahwa pengetahuannya belum lengkap. Kesadaran demikian akan menolong setiap orang untuk terus belajar dan dalam proses pembelajaran ada banyak pertanyaan diajukan. Tepat di tengah kitab Roma yang terdiri dari 16 pasal, Paulus mengajukan pertanyaan yang sangat penting. Pertanyaan yang berkaitan dengan iman Kristen, pertanyaan yang akan menuntun pada jawaban yang tepat. Soal pertanyaan ini menjadi sangat penting ketika umat Tuhan dihadapkan pada pergumulan yang tidak ringan. Umat Tuhan dihadapkan pada persoalan berat ketika penguasa memaksa mereka untuk meninggalkan Yesus. Maka apa yang dikemukakan Paulus di ayat 31a, 32b, 33, 35 adalah sebuah tanggapan iman kepada Yesus yang begitu kuat. Rasul Paulus menunjukkan bahwa dalam keadaan yang paling sulit sekalipun tidak pernah Allah meninggalkan kita sendiri. Sebaliknya dengan lantang rasul Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih Allah yang merengkuh setiap orang percaya menjadi unsur pembeda. Ketika melalui karya pelayanan Tuhan Yesus maka setiap orang percaya dimungkinkan ada dalam persekutuan yang erat dengan-Nya maka soal Allah berdiri bersama orang percaya bukanlah mantera ajaib untuk mengatasi persoalan. Rasul Paulus memberitakan injil kepada setiap orang percaya dalam pergulatan mereka dengan setiap penolakan sehingga setiap pertanyaan yang diajukan Paulus mengerucut pada Yesus Kristus. Pernyataan Paulus memperlihatkan adanya komitmen yang kuat untuk terus mengikuti Tuhan dengan setia. Paulus mengajarkan hal penting yakni: 

1. Apapun keadaan yang dihadapi tetap percaya kepada-Nya (ayat 31-36) 
Setiap orang percaya perlu mengetahui bahwa Allah dipihaknya. Allah dipihak orang percaya bukanlah alasan untuk hidup dengan sesuka hati. Allah dipihak orang percaya menunjuk pada karya keselamatan yang dilakukan oleh Allah sehingga setiap orang percaya tidak memiliki andil apapun agar Allah dipihaknya. Setiap orang beriman ditantang untuk selalu meyakini bahwa Allah berpihak kepada mereka yang tersingkir, terabaikan, tertindas (bnad. Keluaran 22:23). Jadi percaya kepada Yesus bisa saja mengalami tekanan yang hebat, pergumulan yang luar biasa, namun dalam keteguhan iman tetap percaya kepada-Nya. Dalam ayat ke-36 bahkan dikemukakan bahwa kekuatan yang yang merusak dan menindas itu bahkan terjadi setiap hari (band. Mazmur 44:23). Jadi bentuk penindasan bisa hadir dalam berbagai bentuk tetapi setiap orang beriman yang ulet dan tidak cengeng akan selalu mengalami kekuatan yang bersumber dari-Nya. Kata "jika" di sini seharusnya diterjemahkan "karena". Ini bukan "jika" yang meragukan, melainkan "jika" yang pasti. Karena Tuhan di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita? Dan lagu cinta ini dimulai seperti ini, bahwa Tuhan kita di pihak kita. Pertama-tama, izinkan saya mendefinisikan "kita". Ini penting. Untuk pesan selanjutnya, Anda harus memahami definisi "kita". "Kita" di sini tidak merujuk kepada setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi ini. Ini didefinisikan dengan jelas sebagai mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana-Nya. Mereka adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan karena mereka adalah orang-orang yang telah dipilih Tuhan sebelum waktu, yang telah dipanggil Tuhan dengan kuasa-Nya, yang telah dibenarkan Tuhan, dan suatu hari akan dimuliakan. Dengan kata lain, mereka adalah orang-orang yang menjadi milik Yesus Kristus. Mereka adalah orang-orang yang mengasihi-Nya, dan inilah "kita" yang sedang kita bicarakan. Tuhan di pihak kita, Tuhan tidak melawan kita, Dia juga tidak acuh terhadap kita. Dengan pemahaman yang demikian maka hendak dikemukakan bahwa Allah dipihak kita bukan karena kita berkualitas tetapi karena kita semua rapuh dan tidak berdaya. Allah dipihak kitalah yang memungkinkan kita tidak runtuh ketika persoalan mendera kehidupan, pemutusan hubungan kerja dialami. Allah dipihak kita hanya terjadi karena Ia demikian mengasihi kita dan turut dalam karya kebajikan kita sekalipun hasilnya ada tekanan dan penindasan (bandingkan Roma 8:28). Maka dalam perjalanan hidup ini, suasana keluarga kita dihadapkan dengan kesulitan ekonomi, kelemahan karena sakit, ketidakadilan di tempat kerja, tetapi semua itu tidak menyurutkan kasih Allah. Di rumah kita berjumpa dengan pahlawan iman yang hadir dalam keuletan seorang suami, keteguhan seorang istri bahkan doa seorang anak.

Maka setiap suami-istri bersyukurlah untuk pasanganmu, setiap ayah-ibu jangan malu untuk menyatakan kasihmu kepada anak-anak. Jangan biarkan anak-anak mengalami luka batin karena ucapan dan tindakanmu. Jangan merasa gengsi untuk menyatakan bahwa engkau bangga dengan anak-anakmu. Kehidupan bisa saja tidak berlangsung adil tetapi kita tahu pasti bahwa Allah berpihak kepada mereka yang mengalami ketidakadilan. Allah mengasihi mereka dengan kasih yang mengalahkan segala sesuatu (amor vincit omnia). Kasih Allah yang memungkinkan setiap orang percaya tegar menjalani hidup sekalipun airmatanya menetes. Ia tidak lunglai ketika didera pendindasan tetapi ia sendiri tidak menindas ketika memiliki kuasa. Jadi segala keadaan tidak merubah pendiriannya yang kokoh bahwa Allah selalu berpihak kepada-Nya. 

2. Menjadi pemenang (ayat 37-39) 
Rasul Paulus menyatakan bahwa menjadi pemenang dalam konteks ini selalu bersumber dari kasih-Nya. Artinya bahwa kasih-Nya memberi perpektif baru dalam melihat segala keadaan. Kasih-Nya membuat setiap orang percaya memiliki cara berpikir yang konstruktif.

Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda cinta/kasih yang paling tinggi dan paling mulia dari semuanya, cinta/kasih kepada Tuhan. Cinta kepada Tuhan adalah inti dari Kekristenan. Bahkan Tuhan memberi tahu kita bahwa Tuhan adalah cinta. Ada suatu masa ketika seorang teolog terkenal, namanya Karl Barth. Ia mengunjungi sebuah seminari. Ia berkhotbah di sana dan setelah itu ia mengumpulkan sekelompok kecil siswa untuk sesi tanya jawab dan diskusi, dan seorang siswa mengajukan pertanyaan ini kepada Karl Barth, "Tuan, dapatkah Anda meringkas untuk kami tentang apa sebenarnya Kekristenan itu?" Dan semua orang mengeluarkan pena dan kertas mereka, mencoba mencatat setiap kata yang akan dikatakan Karl Barth. Dan teolog itu pun membuka mulutnya dan berkata, "Ini adalah ringkasan dari kehidupan Kristen: Yesus mengasihi saya, saya tahu, karena Alkitab mengatakannya kepada saya."

Seseorang yang selalu hadir sebagai penuduh dan telah melakukan itu, yang ingin melakukan itu, yang secara teratur melakukan itu. Namanya adalah Diabolos. Apa itu Diabolos? Berikan saya namanya. Setan. Sebenarnya Diabolos diterjemahkan dalam bahasa kita adalah iblis. Tahukah Anda apa arti iblis? Diabolos. Dan apa arti Diabolos? Iblis. Apa arti Diabolos? Maaf? Penuduh atau pemfitnah. Bahkan Alkitab memberi tahu kita dalam Wahyu 12:10 bahwa iblis adalah penuduh saudara-saudara. Inilah spesialisasinya. Inilah yang dilakukannya. Itulah sebabnya dia disebut Diabolos. Dia datang kepada Tuhan dan berkata, Tuhan, tidak bisakah Engkau melihat apa yang dilakukan orang ini? Lihatlah hidupnya. Dengarkan apa yang baru saja dia katakan dan baca pikirannya. Bagaimana dia bisa melakukan ini? Anda telah melakukan begitu banyak hal untuknya dan inilah yang dia lakukan! Penuduh saudara-saudara, pemfitnah, penuduh. Dia berusaha untuk menuduh kita dan mendatangkan kutukan kepada kita. Namun kita dapat bersyukur bahwa kita dapat menjadi pemenang karena Yesuslah yang memenangkan kita melalui salib. Yesuslah yang telah memenangkan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Maka tidak satu kuasapun dapat memisahkan kita dari-Nya.

Jadi sahabat-sahabat terkasih, marilah kita selalu hidup dengan bersandar pada-Nya yang mengasihi kita dengan perkasa. Ia menjadi penolong dan sahabat yang setia ketika yang lain meninggalkan kita. Ia menjadi penolong kita ketika iblis hendak mencelakakan kita. Ia bertindak atas insiatif kasih dan konsisten dengan kasih itu. Inilah pemenang sejati dalam kehidupan yaitu setiap orang yang sekalipun dikalahkan oleh keadaan, dikalahkan oleh konspirasi, tetapi tetap hadir sebagai pemenang di rumah, di keluarga karena di rumah di keluarga disana kasih Allah menancap kuat. Kita bisa saja kalah, tetapi kasih Allah membuat kita tetap hadir sebagai pemenang dalam kehidupan ini. Jangan pernah ragukan itu dalam kehidupan saudara. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518