Dibaca : 16107 x
KhotbahMinggu, 03 Nopember 2024 Mazmur 84: 1-6 KELUARGA MEMUJI ALLAH
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Rindu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan relasi yang erat antara dua pribadi. Rindu menunjukkan adanya hubungan yang berkualitas dan senantiasa memiliki arti. Dalam kerinduan seseorang dapat menunjukkan betapa berartinya yang dirindukan. Rindu tidak lagi bicara soal jarak sebab jarak dapat ditutupi oleh rindu, rindu adalah soal respek, soal menghargai yang dirindui sehingga waktu berjalan lamban dan menggelisahkan.
Kerinduan seperti ini bukan saja soal rasa tetapi soal kesadaran bahwa ada yang dirindukan. Pemazmur menunjukkan betapa kerinduan menjadi titik awal untuk memuji Allah. kenapa bisa? Sebab dalam kerinduan manusia yang paling dalam manusia tidak pernah mampu menjumpai Allah, namun Allah yang menjumpai manusia melalui Yesus Kristus untuk menunjukkan bahwa Allah juga rindu merengkuh manusia dalam rengkuhan yang memulihkan. Kerinduan pemazmur untuk mengalami perjumpaan dengan Allah adalah kerinduan yang sekaligus dikusasi oleh kebenaran. Rindu pada Allah berarti rindu pada kebenaran, pada ajaran dan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah dari manusia adalah percaya kepada-Nya sehingga rindu pada Allah merupakan puncak dari iman kepada Allah. Artinya ketika pemazmur rindu kepada Allah maka kerinduan pemazmur adalah kerinduan karena didasari oleh percayanya kepada Allah.
Fokus Mazmur 84 adalah kenikmatan dalam beribadah dimana menyembah Allah didasari pada kerinduan. Mazmur ini merupakan mazmur tentang para penyembah yang rindu berada di bait suci di Zion. Sehingga berdiam di Zion menunjukkan betapa indahnya dan kuatnya relasi antara pemazmur dan Allah. Pada titik inilah memuji Allah menjadi sangat berarti sebab dengan memuji Allah hendak dikemukakan pengakuan bahwa Allah yang tidak terbatas adalah Allah yang menjumpai manusia terbatas. Pemazmur merindukan Allah di Zion tetapi Allah menjumpai manusia dimana saja sebab ruang gerak-Nya tidak bisa dibatasi. Maka dalam pemahaman yang demikian pembelajaran penting yang hendak disampaikan adalah:
1. Kerinduan pada Allah selalu berujung Pujian (ayat 2-4)
Pengakuan bahwa perjumpaan dengan Allah merupakan peristiwa yang menggembirakan sehingga hati bergelora menyatakan pujian hanya bisa terjadi ketika umat percaya kepada Allah. Hal ini penting sebab hanya dalam pengertian yang benar tentang percaya yang tidak sekedar RASA maka umat akan memuji kehadiran Allah. Allah yang hidup menyatakan bernilainya kehidupan manusia yang terpelihara oleh-Nya (ayat 3). Allah itu hidup maka segala keadaan yang dikuasai-Nya selalu menghsilkan kehidupan. Allah itu hidup maka Ia yang tidak terbatas mengetahui selruh peristiwa yang dialami oleh manusia yang terbatas. Pemazmur menunjukkan bahwa ciptaan Allah yang lemah seperti burung pipit dan layang-layang dapat dijumpai-Nya. Lemah dan kotor namun Allah tetap menjangkau ciptaan-Nya dan menghidupkan.
Melalui pengajaran seperti ini hendak dikemukakan bahwa memuji Allah kita lakukan dalam kebenaran tentang Allah yang merangkul dan menghidupkan. A. Memuji Allah adalah jawaban atas tindakan Allah yang menghidupkan sebab pergumulan bisa menyesakkan. Persoalan bisa membuat kita dalam tekanan yang hebat. Masalah bisa menghadirkan suasana mencekam. Namun Allah yang hidup adalah Allah yang memungkinkan kita melewati berbagai peristiwa tersebut. Kita hadir saat ini dalam pengakuan bahwa kita terbatas dan tertolong oleh-Nya yang tidak terbatas. Dietrich Bonhoeffer �" menyebutkan bahwa god is not god of emotions but the god of truth untuk menjelaskan bahwa memuji Allah bukan sekedar rasa tetapi didalamnya terkandung pengakuan pada fakta-fakta kebenaran bahwa Allah menyertai. Hal inilah yang membuat kita memuji Allah berdasarkan pengalaman nyata bagaimana Allah menyertai kita. Maka memuji Allah itu penting tetapi muncul dalam aktifitas (band. Yoh. 15:8). Memuji Allah selalu hadir dalam kehidupan yang utuh.
B. Memuji Allah menjadi pengikat yang menentukan kualitas persekutuan. Memuji Allah memang bisa dilakukan individual tetapi dalam keluarga memuji Allah dilakukan secara komunal. Keluarga memasuki persekutuan yang kokoh dengan bersama memuji Allah dalam pelayanan bersama dan tidak terjebak dalam perpecahan. Iblis memang senang mematikan suakcita, mematikan pengharapan dan sebaliknya Allah selalu menghidupkan (Fil. 4:1)
2. Kebahagiaan Dalam Tuhan (ayat 5-6)
Kebahagiaan dalam konteks ini adalah karena memuji-muji Tuhan. Kebahagiaan yang hadir dengan indah dalam bentuk memuji Tuhan adalah kebahagiaan yang mendasar. Kebahagiaan seperti ini adalah kebahagian yang bergerak keluar dan tidak hanya mendominasi keinginan diri sendri. Kebahagiaan dalam Tuhan adalah kebahagiaan jika melihat sesama HIDUP sebab kebahagiaan dalam Tuhan tidak pernah terwujud ketika sesama direndahkan, dihina. Kebahagiaan yang hakiki adalah tidak mengukur kebahagiaan dari segi materi saja tetapi dari segi HIDUP. Apakah materi membawa kehidupan atau pertengkaran. Apakah status membawa kehidupan atau perselisihan. Dalam konteks inilah pengajaran pemazmur menjadi sangat penting bahwa keluarga yang memuji Allah di dalamnya ada suami-istri yang saling menopang dan bukan meruntuhkan. Orangtua-anak yang saling mendukung dan bukan saling merendahkan. Itulah kebahagiaan yang tidak bersifat rasa saja tetapi kebahagiaan dalam kebenaran (Kolose 2: 6-7).
Maka memuji Allah dapat terwujud dalam pengakuan bahwa kita semua hidup, bukan soal kuantitas tetapi kualitas. Bukan soal ragawi saja tetapi soal keseluruhan hidup. berhasrat mengadakan ziarah! Kata “berhasrat” mengandung arti memiliki komitmen berjalan bersama Tuhan. Kalau tidak punya komitmen, kapan bisa bertumbuh makin kuat? Kalau punya komitmen, maka Tuhan terus bersama pada apapun yang kita lakukan. Namun tidak berarti Allah melakukan apa yang saya mau (ini kekeliruan teologis) karena kita seharusnya melakukan kehendakNya seperti yang tertuang pada doa Bapa Kami , jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga (Mat 6:10b) jadi bukan kehendak kita yang jadi.
Maka memuji Allah bukanlah soal sederhana tetapi soal identitas kita selaku orang percaya. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|