aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16629 x

Khotbah
Minggu, 6 Oktober 2024
Markus 9: 30-37
JADILAH YANG PERTAMA DAN MAU MELAYANI

JADILAH YANG PERTAMA  DAN MAU MELAYANI
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Perjalanan Yesus melewati Galilea adalah perjalanan menuju penderitaan sebagaimana yang disampaikan kepada para murid (ayat 31). Perjalanan penderitaan ini menjadi sangat berbeda dengan perjalanan ‘transfigurasi’ yang dialami Yesus sebelumnya (ayat 2). Hal ini penting dikemukakan sebab peristiwa transfigurasi yang terjadi di bukit adalah transfigurasi yang kini ‘turun’ menjumpai manusia yang menderita (anak yang bisu di ayat 14). Peristiwa yang menjelaskan mengapa jalan penderitaan adalah jalan keselamatan, jalan untuk tidak terpesona dengan peristiwa transfigurasi namun kesediaan untuk turun dan berjumpa dengan mereka yang menderita. Jalan penderitaan yang ditempuh adalah jalan penderitaan yang memberi makna sebab penderitaan menjadi cara kerja Allah untuk menyatakan keselamatan. Penderitaan menjadi cara Allah untuk menyatakan keberpihakan-Nya pada manusia sehingga manusia yang terkungkung penderitaan akibat dosa adalah manusia yang mengalami pembebasan sebab kesediaan Allah untuk ‘turun’ menjumpai manusia. Pengajaran ini penting di tengah kehidupan yang mengejar kesenangan diatas penderitaan orang lain. Pola kehidupan Yesus menjelaskan hal ini secara tegas bahwa jalan penderitaan adalah jalan yang tidak sia-sia sebab Ia menjumpai manusia dengan segala penderitaan yang dialami.

Maka melalui teks ini hendak disampaikan pengjaran yang penting bahwa:
1. Murid-murid tidak mengerti penderitaan (ayat 30-32)
Untuk bisa mengerti jalan penderitaan memang tidak mudah dimengerti sebab bukankah ini pilihan yang tidak sehat. Kesediaan Yesus untuk menjalani penderitaan sangat berbeda dengan realitas transfigurasi. Para murid menjadi tidak mengerti sebab bukankah ini pilihan yang tidak lazim? Yesus dengan sangat serius mengajari para murid dalam ketidakmengertian mereka, Ia mempersiapkan mereka untuk berhadapan dengan peristiwa yang akan mengguncang perasaan mereka, Peristiwa yang akan membuat para murid suatu saat mengalami penderitaan yang sama ketika memberitakan Injil.
Inilah jalan yang sulit dimengerti oleh para murid dan bisa jadi oleh kita pada masa kini. Kita dikepung oleh gaya hidup yang memuja kesenangan dan alergi terhadap penderitaan. Kita hidup dan dikepung dengan gaya hidup yang memuja kesenangan bahkan diatas penderitaan sesame. Di tengah gaya hidup seperti inilah kita diundang untuk terus belajar memahami karya Allah yang berujung sukacita. Jadi penderitaan bisa saja hadir dengan bermacam bentuk tetapi setiap orang percaya mampu merubah rasa SAKIT menjadi SAKSI, kesakitan menjadi kesaksian. Hanya melalui pemahaman seperti inilah maka setiap bentuk penderitaan adalah bagian dari kehidupan orang berimana ( band. Matius 16:24). Kita bisa belajar dari setiap rasa sakit yang kita alami oleh karena kebenaran ketika ujungnya adalah kualitas kehidupan yang bertumbuh. Jadi tidak perlu mengejar penderitaan sebab penderitaan adalah gaya hidup penyangkalan diri dan Yesus sudah pernah mengalahkan-Nya (ayat 31-Ia akan bangkit)

2. Murid-murid tidak mengerti tentang kuasa (ayat 33-37)
Yesus memberi pengajaran tentang kuasa yang dibahas para murid dengan menunjukkan pola hidup yang berbeda. Jika sebelumnya Ia mengajar tentang kesediaan untuk turun dari bukit transfigurasi dan memasuki penderitaan, kini Ia memberi pengjaran tentang kesediaan untuk menurunkan rasa haus kekuasaan. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kuasa yang terbaik adalah kuasa dalam ketidakkuasaan diri. Yesus menjelaskan bahwa kuasa terbesar adalah ketika setiap murid bersedia tidak dikungkung oleh rasa berkuasa. Mereka yang hendak berkuasa justru harus yang pertama-tama tidak merasa berkuasa. Berkuasa di rumah, berkuasa di pelayanan sebab mereka yang berkuasa adalah mereka yang tidak menguasai orang lain untuk dirinya. Inilah perbedaan yang ditamnpilkan oleh Yesus. Jika dunia memakai kuasa untuk diri sendiri, Yesus mengajarkan kuasa untuk kepentingan sesame. Jika dunia mau memeluk kekuasaan untuk diri sendiri maka Yesus mengarahkan kekuasaan yang bermuara bagi banyak orang. Jika dunia menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan maka Yesus mengajarkan kesediaan menjadi seperti anak kecil (ayat 30).
Pengajaran ini penting agar kuasa yang destruktif tidak menjadi gaya hidup para murid sebab kuasa yang terbesar adalah kuasa yang tersembunyi untuk dengan diam menyatakan damai sejahtera.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Melalui pengajaran inilah kita semua diaundang memasuki gaya hidup yang baru yang diproklamirkan oleh Yesus. Gaya hidup berkualitas yang didasari pengakuan bahwa aku tidak mengerti pengajaran Yesus dan terus belajar untuk menerima setiap pengajaran dengan penyangkalan diri. Gaya hidup berkualitas yang tidak arogan dengan kuasa namun menyatakan kuasa damai sejahtera dengan kerendahan hati. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518