aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16213 x

Khotbah
Minggu, 29 September 2024
Keluaran 3: 6-8
ALLAH YANG MEMPERHATIKAN DAN MENDENGAR

ALLAH YANG MEMPERHATIKAN DAN MENDENGAR
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Paul Tillich "the first duty of love is to listen " tugas pertama dari kasih adalah mendengarkan. Mendengar bukan hal mudah sebab diperlukan ketenangan diri sehingga mendengar adalah untuk mengerti dan bukan reaktif. Mendengar adalah kesediaan untuk berdian diri di tengah dunia yang riuh dengan berbagai ‘suara’. Maka apa yang dikemukakan oleh Paul Tillich sangatlah relevan sebab ketika mendengar dilandasi dengan pemahaman bahwa inilah tugas pertama dari kasih maka mendengar bukanlah hal sederhana sebab di dalam mendengar sejatinya seseorang sedang memberi perhatian. Dalam mendengar terjadilah gerak perhatian karena kesediaan untuk mendengar adalah gerak lembut dari perhatian.


Dalam teks bacaan saat ini dikemukakan bahwa Allah memperhatikan mendengar ‘seruan umat Israel - ayat 7’. Allah yang memperhatikan dan mendengar adalah Allah yang solider dengan penderitaan manusia. Allah yang demikian adalah Allah yang memyembuhkan dan memulihkan. Sehingga ketika Allah menjumpai Musa untuk mengutus Musa sebagai hamba-Nya maka didalam perjumpaan itu Allah pertama-tama memperhatikan dan mendengar suara ketidaktahuan, suara kekaguman bahkan suara pertanyaan dalam kondisi yang gamang (ayat 3). Di sinilah terwujud sebuah sikap tunduk dan takjub pada Allah yang membuat Musa mendekat kepada Semak yang menyala (ayat 2). Allah yang memperhatikan dan mendengar adalah Allah yang melibatkan Musa dalam rencana-Nya membebaskan umat. Maka hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengajaran ini ialah:

1. Allah memulihkan Musa (ayat 5-7)
Allah yang memulihkan Musa adalah Allah yang merengkuh Musa yang ditolak, ditolak karena keadaan yang rumit oleh perintah Firaun. Musa yang orang Israel adalah Musa yang dihanyutkan, Musa yang ada di Istana Mesir tetapi bukanlah orang Mesir, Musa yang menjadi gembala di Midian namun bukan orang Midian. Allah yang memanggil dan mengutus Musa adalah Allah yang menyematkan identitas baru kepadanya. Identitas baru ini penting sebab di dalamnya terkandung gagasan Allah yang memperhatikan dan mendengar. Musa yang melepas kasutnya adalah Musa yang memasuki lingkungan baru, Musa yang mengalami penerimaan sehingga pemulihan yang dialami Musa adalah pemulihan yang bersumber dari kasih Allah. Pemulihan inilah yang memungkinkan Musa mengetahui bahwa hubungan perjanjian Allah dengan umat adalah hubungan perjanjian dengan keluarganya (Allah ayahmu) dan dengan Umat (Allah Abraham, Ishak dan Yakub). Hubungan perjanjian yang demikian adalah hubungan perjanjian yang tidak pernah luntur oleh jaman, tidak runtuh oleh badai pergumulan. Inilah saat dimana Allah memperhatikan dan mendengar keluh kesah umat dalam tekanan yang hebat. Namun Allah mengingatkan bahwa hubungan perjanjian harus dipahami dalam konteks keluarga. Ini hal pertama dan mendasar untuk dapat memahami karya Allah secara luas. Kesengsaraan umat tidak dibaikan oleh-Nya sebaliknya kesengsaraan umat tidak membuat Allah lupa pada hubungan perjanjian. Jika Firaun melupan peran Yusuf di Mesir maka Allah tidak pernah melupakan Israel. Inilah keindahan terwujudnya janji Allah yang merengkuh Musa dan memberinya status baru bukan sebagai pejabat tetapi sebagi hamba. Bukan sebagai penguasa tetapi pembebas. Hal ini terjadi sebab Allah selalu berpihak pada mereka yang tertindas oleh kesewenang-wenangan. Allah yang berpihak kepada mereka yang tertindas oleh tekanan pergumulan yang tidak mudah.

Inilah pesan kepada kita semua bahwa Allah yang memulihkan adalah Allah yang mengingat hubungan perjanjian yang berlaku. Allah yang senantiasa berpihak kepada para tertindas. Untuk hal itulah Yesus telah hadir dan menyatakan solidaritasnya dengan manusia. Untuk itulah kehadiran selaku orang percaya memperoleh penghiburan yang kuat bahwa Allah merengkuh dirinya dan keluarga memasuki keadaan yang baru. Pengajaran ini sekaligus memberi pesan yang kuat bahwa derasnya arus pergumulan yang dialami tidak pernah mampu menghentikan hubungan perjanjian.

2. Allah Yang Turun (ayat 8)
Allah yang turun adalah Allah yang membungkuk menjumpai manusia. Allah yang turun adalah Allah yang membebaskan manusia. Semua tindakan Allah yang membebaskan adalah tindakan didasari pada tindakan Allah yang turun. Allah yang turun adalah menutup luka-luka yang diakibatkan oleh penindasan. Seringkali di tengah pergumulan pertanyaan tentang ‘dimanakah Allah’, ‘kenapa Allah membiarkan’ adalah pertanyaan-pertanyaan yang tercetus dari hati yang luka dan memerlukan pemulihan. Maka Allah yang turun adalah Allah yang bertindak dalam kepastian. Pengajaran penting yang hendak disampaikan ialah jangan pernah meragukan karya Allah dalam kehidupan sebab Ia tidak pernah ingkar janji (2 Petrus 3:9) dan bahkan Allah senang dengan orang-orang yang memegang janji (Amsal 12:22)

Jadi ketika hidup terasa pengap dengan penolakan dan terasa berat dengan himpitan maka Allah yang turun adalah Allah yang mengundang kita untuk terlibat menjadi pembebas. Allah yang turun adalah Allah yang menempatkan kita sebagai pembawa kelegaan dan bukan penderitaan. Ingatlah hal ini senantiasa - allah selalu ada di pihak yang tertindas. Jadi baiklah kita semua meneruskan karya Allah yang membebaskan.

Sahabat-sahabat terkasih
Dengan pengajaran demikian maka kita semua diundang memasuki keadaan yang baru ketika dunia ini dipenuhi dengan orang yang lupa pada kebajikan (contoh Firaun lupa pada Yusuf) maka Allah tidak pernah melupakan kebajikan. Ketika dunia ini hadir orang-orang yang suka menindas maka Allah selalu hadir bersama yang tertindas. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518