aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16296 x

Khotbah
Minggu, 08 September 2024
Efesus 4: 17-24
MANUSIA BARU SAHABAT YESUS

MANUSIA BARU SAHABAT YESUS
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi



Bunga Wijaya Kusuma (queen of the night) adalah bunga yang harum dan berkembang hanya pada malam hari. Bunga Wijaya Kusuma berkembang antara jam 21.00-22.00 dan pagi harinya akan layu dan gugur. Bunga yang indah ini sekalipun hanya berkembang pada waktu yang singkat tetapi mampu memberi perbedaan antara gelapnya malam dan putih bersihnya sang Wijaya Kusuma. Hadir dan memnghadirkan perbedaan adalah identitas setiap orang percaya sebab hadirnya orang percaya memang tidak terlepas dari unsur pembeda (band. Yohanes 17:16). Sehingga dalam menjalani hidup yang singkat kita dapat terus memberi makna bahwa harumnya hidup sebagai murid Yesus Kristus haruslah menyebar. Harumnya hidup sebagai murid Yesus Kristus adalah kehidupan yang terus bergerak dalam semangat belajar. Mengapa hal ini penting dikemukakan Paulus yakni perbedaan manusia lama dan baru? Jawabnya adalah karena Yesus Kristus menjadi menjadi alasan perubahan. Dalam perspektif demikian maka ungkapan ‘show me your friend and I will show you your futrure’ (Daniel Pena) merupakan ungkapan yang tepat berkaitan dengan perubahan. Dengan siapa kita bergaul akan turut memberi warna dalam kehidupan kita.

Dalam konteks inilah surat Paulus menyampaikan suratnya ke jemaat Efesus. Paulus yang menulis surat ketika berada di penjara namun iman kepada Yesus tidak bisa dipenjara (Efesus 3:1, 4: 1). Penjara memang membatasi ruang gerak namun relasi persahabat dengan Yesus senantiasa hadir dan membawa makna. Penjara bukanlah alasan untuk berdiam diri tetapi sabaliknya dari penjara hadir surat yang sampai sekarang masih kita baca. Adapun pengjaran Paulus dalam kaitannya dengan jemaat Efesus adalah pengajaran yang menukik pada aspek penting yakni:



1. Persahabatan dengan Yesus menghadirkan perbedaan (ayat 17-19)

Pada bagian ini Paulus memberi perintah agar tidak lagi hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah. Tidak mengenal Allah diperlihatkan dengan cara hidup dengan pikiran yang sia-sia (pikiran yang tidak tumpul, tidak arif, tidak cerdas). Pikiran yang sia-sia lalu menghadirkan kehidupan yang juga sia-sia. you are what you think. Paulus dari dalam penjara dengan pikiran yang bermakna, pikiran yang baik adalah Paulus yang tidak melupakan jemaat di Efesus. Paulus peduli kepada mereka karena daya tarik yang kuat kuil dewi artemis yang menarik minat, yang mempesona. Paulus peduli kepada jemaat sekalipun dari dalam penjara sehingga pikirannya tetap jernih tetap positif ke jemaat. Semuanya menjadi mungkin ketika persahabatan dengan Yesus menjadi unsur pembeda. Persahabatan dengan Yesus menjadi unsur penguat. Sehingga bagaikan bunga Wijaya Kusuma setiap orang percaya dapat menebarkan keharuman di tengah gelapnya malam.

Perintah yang sama dikemukakan kepada kita selaku orangtua agar selalu hadir sebagai sahabat bagi anak-anak kita. Kita hadir dan mewujudkan keharuman hidup dalam keseharian dalam segala aktifitas. Kita tidak hadir dalam semangat menertawakan kesusahan orang lain apalagi susah melihat sukacita orang lain. Dengan ketajaman pikiran yang demikian maka kita menjadi sahabat bagi anak-anak sehingga mereka dapat menjadi sahabat peduli dengan orang lain. Yesus adalah sahabat karena Ia mengenal nama kita semua. Yesus adalah sahabat yang membuat kehidupan me njadi semerbak harum bagi banyak orang. Yesus adalah sahabat yang menjadi alasan kuat untuk berubah dan selalu diperbarui.



2. Belajar Tentang Kristus (ayat 20-24)

Kesediaan untuk terus belajar dengan tujuan memiliki ketajaman pikiran sebab belajar bukan saja knowledge (pengetahuan) tetapi juga soal understanding (pengertian). Belajar tentang Kristus adalah kesediaan untuk melepas semua atribut lama yang berdosa dan menyesatkan (ayat 22) dan bermuara pada kebinasaan. Pikiran yang terus diperbarui adalah kesediaan untuk terus menerima pengjaran-Nya yang membebaskan karena mengenakan manusia baru yakni lawan dari manusia lama (ayat 17-19). Belajar tentang Kristus memungkinkan memiliki ketajaman pikiran sehingga pikiran tidak tumpul -apathetic - having or showing little or no feeling or emotion. Keadaan ini sangat berbahaya sebab kehilangan rasa berdosa menjadi sangat berbahaya. Kehilangan rasa berdosa akan membuat segala sesuatu dilakukan tanpa rasa. Mereka para sahabat Yesus adalah mereka yang mau terus belajar mau terus diperbarui mau terus dipertajam pikirannya. Belajar tetang Yesus adalah kesediaan untuk memahami relasi persahabatan yang semakin kuat. Belajar tentang Kristus membuat kita tahu bahwa warisan yang terbaik bagi anak-anak bukan saja soal harta warisan, tetapi soal keteladanan yang ketajaman mengurai setiap peristiwa dengan pengakuan bahwa kita membutuhkan Yesus. Maka belajar tentang Yesus adalah warisan kita bagi generasi anak-anak sebab kita adalah sahabat mereka. Jesus is my friend.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Maka melalui pengjaran Paulus ini hendak dikemukakan bahwa relasi kita tidak sekedar relasi yang biasa tetapi relasi yang menghidupkan. Artinya keharian kita bagaikan bunga Wijaya Kusuma hanya sebentar tapi menghadirkan keharuman. Itulah hasil persahabatan dengan Yesus yang merengkuh kita menjadi sahabat-Nya. Lalu kita terus belajar menjadi sahabat yang baik. Maju terus bersama Tuhan yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin




Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518