Dibaca : 16244 x
KhotbahMinggu 01 September 2024 Yeremia 30:1-11 ALLAH PENGHARAPAN DAN MANUSIA
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Hal yang berkaitan dengan karya Allah kadangkala menjadi peristiwa yang tidak disambut dengan rasa syukur sebab karya Allah menjadi tidak terjadi di sini dan kini. Karya Allah tidak lagi menggugah, memberi kekuatan sebab ibarat halusinasi karena begitu beratnya beban kehidupan yang dialami. Kecenderungan ini membuat kehidupan religious menjadi sekedar gerak seperti mesin yang teratur dan berlangsung dengan dingin. Di sisi lain kepalsuan telah menjadi bagian sehari-hari sehingga tidak ada yang tidak dipalsukan. Kepalsuan ini muncul dalam gerak religious yang luar biasa dan sekaligus gerak kejahatan yang luar biasa. Kepalsuan tidak didasari pada kebenaran tetapi pada kepentingan sehingga apakah yang menjadi kepentingan dengan segera menciptakan kepalsuan. Di titik inilah manusia kehialangan otentitasnya �" keasliannya.
Dalam teks bacaan saat ini dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang bertindak dalam kebenaran. Allah kebenaran adalah Allah yang identitasnya adalah PENGHARAPAN. Allah yang demikian menempatkan manusia sebagai manusia kebenaran dan juga pengharapan. Kebenaran dan pengharapan inilah yang kemudian berpadu dalam tindakan yang membebaskan. Memang umat mengalami penghukuman Allah namun tindakan penghukuman itu didasari dengan kebenaran dan pengharapan. Allah yang pada diri-Nya ada pengharapan menjadi Allah yang tidak pernah putus asa. Tidak putus asa untuk terus menyertai manusia, tidak putus asa untuk membebaskan manusia. Maka seluruh karya pembebasan itu disertai dengan pengharapan yang terus bergerak ke masa depan yang mendatangkan kesembuhan (ayat 17). Pengajaran inilah yang hendak dikemukakan Yeremia sehingga pokok pengajaran tersebut adalah demikian
1. Karya Allah menjadi bukti (ayat 1-3)
Dengan menuliskan Firman Tuhan pada sebuah buku maka hendak dikemukakan bahwa seluruh karya Allah menjadi bukti (evidence). Bukti bahwa pada diri Allah selalu hadir kebenaran dan pengharapan maka manusia ciptaan Allah juga harus dikuasai kebenaran dan harapan. Manusia yang tidak menghayati bukti karya Allah akan menjadi manusia yang kehilangan kebenaran dan pengharapan dan hidup dalam kepalsuan. Karya Allah adalah bukti bahwa Ia hadir dan membebaskan manusia bukan tanpa tujuan sebab muara dari karya Allah adalah umat MENGABDI (ayat 9). Mengabdi dalam kebenaran dan pengharapan adalah mengabdi dalam pengkuan bahwa manusia rapuh dan ringkih tetapi selalu disertai Allah pengharapan (ayat 11). Maka kesadaran bahwa manusia selalu dilingkupi kebenaran dan harapan akan mendorong manusia tiba pada menyembah Allah dalam kebenaran dan pengharapan. Artinya jangan pernah hilang pengharapan sebab hal itu bertentangan dengan identitas Allah. jangan pernah hilang pengharapan sebab hal berarti mengingkari karya Allah.
2. Karya Allah hadir di tengah pergumulan (ayat 4-8)
Allah menyatakan karya-Nya yang berisi pengharapan itu adalah Allah yang memasuki Lembah kekelaman manusia. Ketika manusia sendiri tidak berdaya di tengah kenyataan yang menakan maka Allah hadir sebagai pembebas. Manusia tetap diarahkan memasuki pengharapan yakni kemampuan untuk terus melangkah dan keluar dari pergumulan bersama Allah. di sinilah kehadiran Allah yang benar dan pengharapan ini membawa perubahn yang besar. Perubahn gaya hidup yang memungkinkan setiap orang percaya melangkah dengan optimis bahwa penyertaan Allah bukanlah halusinasi. Maka suasana pergumulan yang hebat bisa saja mendera kehidupan kita namun pemeliharaan Allah tidak pernah berubah yakni menyatakan kebenaran dan pengharapan. Pengharapan itulah yang hendak digaris bawahi oleh Yeremia bahwa Allah tidak membiarkan umat-Nya. Inilah karya Allah yang berpuncak pada karya Yesus Kristus. maka kehadiran selaku orang percaya adalah kehadiran yang selalu mewujudkan pengharapan (Mazmur 33:18)
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dalam pengertian inilah kita tiba pada Kesimpulan bahwa hilang pengharapan adalah hilangnya penghormatan pada karya Allah. Tetap merawat pengharapan dengan bukti pemeliharaan Allah yang terus berlangsung ke masa depan. Maka jangan hilang pengharapanmu sekali lagi kukatakan jangan hilang harapanmu. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan_nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Laus Deo. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|