Dibaca : 16182 x
KhotbahMinggu, 11 Agustus 2024 1 Korintus 7: 17-19 IDENTITAS PANGGILAN WARGA GEREJA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Pengenalan diri menjadi syarat penting untuk terus berbenah sebab tanpa kesdiaan untuk mengenal diri sendiri maka pembenahan tidak akan berlangsung. Pengenal diri sebagaimana dikemukakan dalam 1 Petrus 2:9 adalah penting untuk semakin membuka pemahaman kita tentang kehadiran kita di tengah dunia ini. Kita adalah persekutuan yang hadir di tengah dunia namun bukan dari dunia hendak menjelaskan tebalnya batasan namun bukan untuk menjadi eksklusif sebaliknya agar tetap waspada untuk tidak cair dalam dunia dan tidak kehilangan terang. Pengenalan diri demikian penting sehingga satu-satunya cara untuk mengenal diri adalah dengan mengarahkan pandangan kepada Allah. Satu-satunya cara untuk mengenal diri sendiri adalah dengan berupaya mengenal siapakah Allah. Maka dalam upaya pengenalan diri yang demikian kita diundang untuk melihat narasi ajaran yang dikemukakan oleh Paulus. Setelah Paulus memberi pengajaran tentang hal yang penting tentang perkawinan di pasal 7 bagian awal maka kini Paulus menukik pada ajaran tentang keadaan seseorang yang tidak berubah ketika dipanggil oleh Allah. Setelah Paulus menunjukkan bahwa bagaimana relasi suami-istri yang sehat harus didasari oleh damai sejahtera Allah (ayat 15b) maka kini Paulus mengurai hal yang mendasar yakni identitas sebagai warga gereja. Paulus memperlihatkan bahwa bangunan kehidupan pelayanan bergeraj tidak bisa dilepaskan dari pola hidup sehari-hari. Pola hidup yang dikemukakan sebagai ciri panggilan dan pengutusan:
1. So let him walk (ayat 17)
Paulus menjelaskan bahwa mereka yang sudah dipanggil oleh Allah ..so let him walk’ yang menunjukkan adanya kesediaan untuk hidup dalam keteraturan dalam derap dan ayunan Langkah kaki yang sama (seperti peserta upacara). Paulus menjelaskan bahwa panggilan itu bukanlah sesuatu yang sekali jadi atau sekali dan sempurna tetapi harus terus dijalani dengan kesungguhan hati sebab anasir dunia ini hendak membelokkan arah panggilan. Pengaruh dunia hendak mendangkalkan nilai panggilan itu sehingga setiap orang percaya perlu menjaga dengan sungguh-sungguh identitas panggilannya. Hadirnya seorang yang percaya kepada Allah memang bisa merubah penampilan tetapi yang lebih utama lagi dikemukakan Paulus adalah perubahan gaya hidup ‘the way of life”. Jika setiap orang hidup dalam keadaan yang demikian maka keluarganya adalahnkeluarga yang ‘berkhotbah’, maka pekerjaannya adalah ruang dimana ia berkhotbah dalam antusiasme. Maka dalam pemahaman yang demikianlah kita semua hadir untuk terus memperlihatkan identitas yang bermakna bagi sesama. Dalam dunia Pendidikan apakah kita juga mengajar anak-anak kita di rumah dengan etiket yang baik. Sekolah bisa mahal tetapi pengajaran bapak ibu di rumah tidak ternilai harganya.
2. Keeping the commandments of God (ayat 20)
Selanjutnya Paulus menunjukkan bahwa identitas panggilan dapat selalu terjaga ketika menyadari diri ‘ditawan oleh kehendak Allah’. kesiapan untuk terus mencemarti berbagai peristiwa dan menempatkannya dalam perspektif Firman Allah akan bermuara pada rasa takjub dan terpesona. Setiap orang percaya diundang memasuki ruang persekutuan bersama Tuhan sehingga dalam setiap keadaan selalu mampu menjaga identitas diri. Berada dalam relasi dengan Allah membuat kita bersedia ‘listen to understand not listen to react’.
Dengan menjaga perintah-Nya maka kehidupan identitas kita semakin terasah dari waktu ke waktu. Dan inilah yang juga penting dalam dunia Pendidikan Kristen. Yapendik GPIB tidak bisa bersaing dengan baik ketika harga sekolah mahal jemaat minta gratis. Tidak usaha apapun yang bisa berlangsung dengan baik jika dikatakan ‘ya kita sama2 orang Kristen’. Bisa dibayangkan jika orang Kristen bisnis SPBU, atau lainnya. Keeping the commandments of God berarti memberi yang terbaik kepada para murid. Memberi yang terbaik kepada domba-domba. Memberi yang terbaik itu bukan saja dalam khotbah tetapi dalam reputasi.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi
Dengan pengajaran inilah kita semua diundang memasuki dunia pendirikan yang formil maupun non formil dengan semangat yang sama yakni memberi yang terbaik sebab Tuhan sudah memberi yang terbaik bagi kita semua. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|