aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16365 x

Khotbah
Minggu, 23 Juni 2024
Lukas 12:13-15
HIDUP YANG TIDAK BERJARAK DARI-NYA

HIDUP YANG TIDAK BERJARAK DARI-NYA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kehadiran Yesus sebagai Rabi memang telah menunjukkan bahwa Ia berbeda dengan para rabbi yang lain. Hal ini terlihat secara utuh bagaimana Yesus berinteraksi dengan para murid dan bahkan dengan orang banyak. Pembacaan perikop ini dimulai dengan Yesus yang mengajar orang banyak untuk menjelaskan bahwa perlu diwaspadai ragi orang Farisi yang hidup dalam kemunafikan (12: 2). Peringatan ini penting sebab dalam Yesus menunjukkan bahwa para murid tidak perlu takut terhadap mereka yang dapat memakai kekuasaan Romawi untuk membunuh (12: 4). Jangan takut demikian ungkap-Nya sebab rambut dikepalapun diperhatikan-Nya (12: 7) yang menunjukkan bahwa kehidupan yang berporos kepada Yesus adalah kehidupan yang menggemakan keberanian menjalani kebenaran.
Maka pengajaran yang tidak dapat diabaikan adalah keberadaan Yesus yang menjamin kehidupan. Yesus yang menyatakan keutamaan hidup hanya dapat terwujud di dalam pengakuan pada otoritas-Nya. Seluruh gagasan yang hendak dikemukakan dalam konteks demikian ialah berdasarkan jaminan dalam kehidupan tersebut maka manusia tidak perlu jatuh dalam ketamakan. Ketamakan selalu hadir sebagai penggoda yang memberi penawaran dalam hidup yang tidak berkualitas sekalipun secara kuantitas nampak lebih. Artinya ketamakan dapat menurunkan kualitas kehidupan sehingga tidak bermakna dalam perjumpaan dengan realitas. Bertolak dari pemahaman demikian maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan ialah:
1. Kebodohan vs Kecerdasan (ayat 13)
Kebodohan dalam konteks ini tentu bukanlah kebodohan secara intelektual sebab kehidupan membvutuhkan lebih dari sekedar intelektualitas. Gambaran tentang keberadaan Yesus yang dileibatkan dalam soal pembagian warisan merupakan upaya buruk yang memanfaatkan kemunafikan rabbi seperti yang selama ini sudah dilakukan. Yesus yang tidak terjebak dengan diutarakannya maksud tersebut adalah Yesus yang tidak bisa dilibatkan dalam pemikiran transaksional. Hal ini penting sebab hidup yang demikian adalah hidup yang memakai kapasitas diri sebagai penjaja kekayaan dan kemakmuran. Pelayanan yang berorientasi pada tiondakan demikian adalah pelayanan yang tidak berkualitas atau kebodohan. Pelayanan yang didasarkan pada kebodohan adalah pelayanan yang mengukur keberhasilan hanya dengan materi. Dan inilah yang ditolak oleh Yesus sebab hidup yang berpusat pada Yesus bukanlah hidup yang terikat pada materi. Inilah kecerdasan sehari-hari sebagai lawan dari kecebderungan yang monumentalis. Hidup sebagai seorang yang bertentangan dengan saudara karena warisan adalah contoh buruk dari rendahnya kualitas kehidupan. Keadaan yang tidakj saja bertentangan dengan misi kehidupan yang ditetapkan Allah.
Dalam konteks dewasa ini kehadiran kita selaku orang percaya memang tidaklah mudah dalam tarikan keserakahan yang demikian menonjol. Hidup lalu menampilkan wajah ketamakan yang tidak pernah bersentuha dengan kasih (love) tetapi nafsu (lust). Hidup yang sangat ditentukan oleh angka-angka transaksi yang mengakibatkan keringnya makna kehidupan. Inilah kebodohan yang harus diwaspadai sebab bukankah ini adalah jurus penakluk dari si jahat. Namun Roh Kudus menolong kita untuk mengerti dengan sungguh-sungguh bahwa hidup bukanlah soal angka saja tetapi soal nilai. Inilah kecerdasan setiap hari quotidian quotion.
2. Keterbagian yang utama (ayat 14-15)
Yesus memberi pengajaran sesungguhnya tentang keterbagian. Jika diayat 13 dikemukakan agar warisan dibagi maka Yesus memperlihatkan perspektif yang berbeda yakni keterbagian antara diri dan materi. Artinya Yesus menunjukkan bahwa harus selalu ada jarak dengan semua yang dimiliki tetapi jarak itu hilang dalam kepemilikan Yesus. Inilah yang disebut sebagai teologi kepemilikan bahwa diri kitapun adalah milik-Nya dan hadir tanpa jarak sedikitpun. Soal keterbagian ini juga yang ditegaskan oleh Yesus (band. Ayat 51). Jadi soal keterbagian adalah soal kewarasan menguatkan Batasan antara disini dan disana. Artinya keputusan untuk berpihak pada Yesus dengan segera menimbulkan jarak dengan segala sesuatu. The art of living well and the arti of dying well adalah ungkapan yang menjelaskan bahwa baik hidup ataupun mati kita bergantung pada Yesus dan bukan pada segala harta kepemilikan. Pengajaran ini mau menjelaskan betapa urgent/penting pemahaman yang berporos pada Yesus sehingga memungkinkan setiap orang percaya dapat terus menbyadari bernilainya kehidupan anugerah-Nya.
Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi
Marilah kita menjalani kehidupan ini dengan kecerdasan setiap hari sebab kita harus membuat keputusan setiap hari agar pilihan kita tetap yang terbaik. Berjarak dengan Yesus adalah kehidupan yang tidak bernilai sebab berjarak dengan Yesus artinya tidak berjarak dengan segala sesuatu, marilah kita dengan arif menentukan sikap hidup yang berkualitas. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518