Dibaca : 16462 x
KhotbahMinggu 16 Juni 2024 2 Korintus 8: 1-4 MENJADI TELADAN DENGAN BERBUAT BAIK
 Dalam bacaan ini dikemukakan oleh Paulus bahwa hidup yang bermakna menjadi nyata ketika kasih Allah menjadi penggerak dan energi dalam berkarya. Kehidupan yang demikian memang tidaklah mudah sebab dikelilingi oleh beragam keinginan dan kemauan yang berpusat pada diri. Sebagai jemaat yang sudah berkomitmen untuk membantu jemaat di Yerusalem maka Paulus menghendaki agar jemaat Korintus mewujudkan komitmen tersebut (band Roma 15:25). Hal ini penting karena didasarkan pada pemahaman bahwa pelayanan kasih adalah pelayanan yang berujung pada menggelorakan semangat hidup orang lain. Pelayanan kasih bukanlah sebuah pelayanan yang didasarkan kalkulasi untung rugi tetapi didasarkan pada semangat menghadirkan Kasih Allah didalam Yesus Kristus. Tindakan pelayanan kasih pertama-tama harus didasari pada keyakinan bahwa Allah sudah terlebih dulu melayani dan kita berpartisipasi dalam pelayanan-Nya bagi dunia (band Yoh. 3:16).
Paulus mengemukakan hal penting yang berkaitan dengan anugerah bahwa bahwa oleh anugerah-Nya maka umat dapat menjadi sarana Allah yang meneruskan kebajikan Allah kepada jemaat di Yerusalem. Rasul Paulus menunjukkan bahwa anugerah Allah menjadi pemicu utama dalam melakukan kebajikan �" dalam hal ini pelayanan kasih. Anugerah yang dihayati tersebut membuat gerak melayani sesama adalah gerak yang melintasi perbedaan, bukan lagi Yahudi atau Yunani sebab didalam dan melalui karya Yesus Kristus semuanya perbedaan dapat diatasi (band. Galatia 3: 28). Anugerah Allah yang bersifat searah itu kemudian diwujudkan oleh manusia searah juga sehingga pada dasarnya kita hanya meneruskan dan mengungkapkan kasih Allah kepada sesame (band 1 Yoh. 3: 17-18). Kesadaran inilah yang perlu dirawat oleh jemaat Korintus agar tindakan pelayanan kepada jemaat Yerusalem diwujudkan dengan sukacita. Sukacita yang didasarkan pada iman atas karya Allah yang sudah dialami oleh jemaat di Korintus. Jadi alurnya adalah Allah menyatakan anugerah-Nya kepada jemaat Korintus dan jemaat Korintus menyatakan kasih kepada jemaat di Yerusalem sebagai partisipasi dalam kasih Allah.
Dengan mengemukakan teladan jemaat Makedonia yang dengan antusias terlibat dalam pelayanan kepada jemaat Yerusalem maka Paulus hendak mengemukakan hal penting sebagai pengajaran yang tetap berlaku hingga sekarang.
1. Pelayanan Kasih tidak ditentukan oleh keadaan (ayat 1 dan 2)
Keadaan jemaat Makedonia memang tidak seberuntung jemaat Korintus namun mereka memiliki kedewasaan iman yang pantas menjadi teladan. Mereka -jemaat di Makedonia tidak dibatasi oleh keadaan mereka yang menderita. Dalam terjemahan lain dikemukakan sebagai "the most severe trial" (NIV), a "severe ordeal of affliction" (NRSV), Namun terlepas dari parahnya penganiayaan yang mereka alami dan betapa parahnya kemiskinan mereka, umat Kristen Makedonia menunjukkan kegembiraan dan kemurahan hati yang tak terduga. The phrase "overflowing joy" (NIV), "abundant joy" (NRSV) memberi gambaran bahwa tindakan jemaat di Makedonia adalah tindakan spontan bukan tindakan kalkulasi sebab apakah yang bisa diharapkan dari jemaat di Yerusalem sebagai balasan? �" Roma 15:25-26. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan kebajikan yang diperlihatkan oleh jemaat di Makedonia dapat terjadi karena mereka penuh sukacita berpartisipasi pada kasih Allah kepada jemaat di Yerusalem. Paulus menunjukkan bahwa tindakan seperti inilah yang harus diwujudkan jemaat Korintus sehingga kebajikan jemaat Makedonia adalah contoh dari penghayatan mereka terhadap kasih Allah didalam Yesus Kristus.
Pembelajaran ini penting bagi kita selaku umat Tuhan dewasa ini agar selalu hidup dalam penghayatan pada anugerah-Nya. Gereja bisa saja berbuat kebajikan namun jika tidak didasari anugerah-Nya maka kebajikan itu dilakukan dengan ‘terpaksa’ sambil berhitung dengan Tuhan. Kebajikan yang demikian akan membuat pelayanan terbelenggu oleh keadaan.
Gereja selalu ada dalam ketegangan antara kasih Allah yang besar (Yoh.3:16) dan mewujudkan kasih dengan tindakan (2 Kor. 8: 14). Pelayanan kebajikan yang dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan agar segera lepas dari masalah, agar semakin diberkati lebih banyak lagi adalah pikiran yang harus kita hindari. Kita tidak melayani supaya diberkati tetapi melayani karena sudah diberkati dan inilah jatidiri gereja. Gereja sebagai persekutuan yang adalah hasil anugerah Allah adalah gereja yang berpartisipasi dalam menyatakan anugerah-Nya bagi dunia. Jemaat di Makedonia adalah contoh yang bagus bahwa kebajikan itu bukan nanti setelah semua baik-baik saja tetapi sebaliknya justru dalam keadaan yang tidak baik-baik saja sebuah kebajikan tetap bisa diwujudkan. Sebab jika melayani dalam keadaan baik maka lembaga dunia juga melakukan hal yang sama. Kebajikan yang diwujudkan dari keadaan yang tidak baik lalu menunjukkan bahwa kita ada dalam dunia tapi beda dari dunia.
2. Kesaksian melalui tindakan pelayanan kasih (ayat 3-4)
Paulus memberi kesaksian artinya Paulus sendiri tahu keadaan jemaat di Makedonia. Paulus yang memberi kesaksian adalah Paulus menunjukkan bahwa jemaat Makedonia tidak telah menjadi teladan yang baik dengan mendesak agar terlibat dalam pelayanan kasih. Paulus tidak bersaksi tentang dirinya sendiri tetapi bersaksi tentang jemaat Makedonia. Demikian juga jemaat Makedonia tidak bersaksi dalam janji-janji tetapi memberlakukan kebajikan di tengah keadaan mereka yang sulit. Sebuah kesaksian memang dapat memberi pengaruh besar jika disertai dengan tindakan nyata. Bersaksi melalui apa yang dikerjakan adalah kesaksian yang bernilai tinggi. Mereka memberikan "sesuai dengan kemampuan mereka" (kata dynamin), sebuah ungkapan yang sangat umum dalam dokumen papirus pada masa itu, terutama dalam kontrak pernikahan di mana seorang suami berjanji untuk menyediakan makanan dan pakaian untuk istrinya "sesuai dengan kemampuannya. Hal ini memperlihatkan adanya sikap terbuka dari jemaat di Makedonia untuk memposisikan diri mereka sama dengan jemaat di Yerusalem, yaitu sama-sama jemaat yang mendapat anugerah-Nya. Sikap terbuka seperti inilah yang memungkinkan jemaat Makedonia tidak berhenti pada ugkapan simpati atau empati tetapi melampaui itu semua adalah tindakan persahabatan. Kebajikan yang didasarkan pada sikap seperti ini membuat jemaat Makedonia tidak menutup diri tetapi sebaliknya membuka diri mewujudkan kebajikan kepada jemaat di Yerusalem.
Inilah Pelajaran penting bagi kita selaku umat Tuhan agar supaya setiap pergumulan dan keadaan yang menekan kehidupan kita tidak membuat kita menutup diri. Sikap menutup diri atau lebih tepatnya tidak peduli adalah sebuah sikap yang tidak mempersaksikan karya Kristus. Sikap terbuka bukan berarti harus menceritakan semua pergumulan kita kepada pihak lain tetapi sikap terbuka yang didasari dengan pengakuan bahwa Yesus selalu terbuka untuk dijumpai oleh setiap orang percaya dalam keadaan apapaun. Disinilah kesaksian tentang kebajikan tidak dibatasi oleh kondisi sulit atau tidak tetapi dimulai dari kesediaan untuk terbuka menjadi kesaksian bagi karya Kristus.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Melalui jemaat Korintus dan Makedonia kita dapat pembelajaran bahwa kehidupan yang bermakna tidak ditentukan oleh keadaan yang kita alami. Baik senang maupun susah kita tetap dimungkinkan untuk memberi kesaksian yang bernilai melalui kebajikan kita. Sebuah kebajikan yang tidak bertumpu hanya pada uang tetapi kebajikan melalui karya sebagaimana janji sebagai suami-istri. Artinya kebajikan harus dimulai dengan penghayatan yang demikian bahwa hidup kita telah mengalami kebajikan Allah yang tidak pernah ditentukan oleh kebajikan kita. Itulah anugerah yang harus selalu dipersaksikan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|