Dibaca : 16345 x
KhotbahMinggu, 02 Juni 2024 Mazmur 8: 2-10 MANUSIA DAN ALAM
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Pertanyaan penting yang bisa diajukan oleh manusia masa kini bukan saja pertanyaan ‘siapakah aku’ tetapi lebih dari itu ialah ‘siapakah Allah’. Hal ini bukan berarti memahami Allah lebih mudah dari pemahaman tentang manusia tetapi sebaliknya pemahaman tentang siapakah manusia hanya menjadi jelas dalam perspektif mengarahkan diri kepadaAllah. Artinya jika manusia mau memahami siapa dirinya maka tidak bisa tidak manusia harus mengarahkan pandangan kepada siapa yang menciptakan manusia. Dengan mengamati berbagai realitas di sekitar dirinya maka manusia dimungkinkan untuk menemukan pencerahan. Manusia yang mengalami pencerahan dalam corak berpikirnya adalah manusia yang dicerahkan oleh pengakuan mendasar tentang siapakah Allah. Sebagaimana dikemukakan dalam Mazmur 8:2 dan 10, tentang sikap manusia yang memuliakan Allah. Daud berupaya untuk memahami dirinya dengan mengarahkan pujiannya kepada Allah. Memuji Allah menjadi tindakan awal dan tindakan penting untuk dapat mengerti segala realitas. Memuji Allah tidak saja berkaitan dengan pengakuan bahwa Allah adalah Allah yang Agung, tetapi sekaligus pengakuan bahwa hidup manusia bergantung pada Allah yang demikian. Jika demikian maka manusia yang mengakui kedaulatan Allah adalah manusia yang mengakui bahwa kedaulatan manusia terbatas. Artinya sekalipun manusia mendapat mandat dari Allah untuk memelihara dan merawat ciptaan Allah namun manusia bukanlah pencipta (band. Kejadian 2: 20). Hal ini penting agar manusia yang memberi nama kepada segala ciptaan menjadi manusia yang memahami bahwa sebenarnya ia terbatas. Maka pengajaran penting yang dikemukakan melalui perikop ini ialah:
1. Siapa Manusia? (ayat 2 dan 10).
Pertanyaan siapa manusia harus dimulai dengan pengakuan siapa Allah. Jika manusia mengakui keagungan Allah maka manusia semakin paham bahwa hidupnya memikul mandat untuk merawat segala
ciptaan. Manusia yang menyadari bahwa Allah saja yang perlu diagungkan akan menolong manusia untuk tidak mengagungkan diri sendiri. Manusia yang mengakui bahwa dirinya penuh dengan keterbatasan adalah manusia yang akan menjumpai kesadaran bahwa ia dipercayai Allah untuk melaksanakan tugasnya merawat ciptaan. Manusia yang mengakui keagungan Allah adalah manusia yang dalam siklus hidup yang berubah namun tidak berubah dalam memuji Allah. Inilah manusia yang menemukan diri sebagai bukan yang mulia sebab yang mulia hanya Allah. Pengakuan demikianlah yang akan menjadi titik tolak manusia dalam melihat dirinya.
Jadi apakah yang bisa diagungkan di hadapan Allah?
Nama besar, kedudukan atau harta? Jadi apakah yang dimuliakan? Semua pertanyaan ini akan mengerucut pada pengakuan bahwa dunia ini dengan segala yang di dalamnya ada dalam kendali Allah. Allah mengasihi dunia ini (Yoh.3:16) maka manusia dalam keterbatasan ruang dan waktu adalah manusia yang diutus Allah untuk berperan dengan baik dalam dunia. Dunia memang penuh dengan kejahatan namun justru kepada dunia seperti inilah manusia diutus. Dunia dengan segala keadaannya tidak membuat manusia bersikap eksklusif tetapi sebaliknya menjadi manusia beriman yang hadir dengan kesadaran bahwa alam dunia dan alam semesta ini diciptkan Allah agar manusia dapat terlibat dalam karya Allah. Manusia seperti ini adalah manusia yang tidak mudah atau tidak cepat mempersalahkan
sesama bahkan Allah tetapi berani untuk bertanya sudah benarkah kehadiranku di
hadapan Allah. Dengan pemahaman yang demikian maka manusia terus diasah untuk
semakin memiliki kesadaran bahwa manusia bukanlah Allah dan karena itu harus
mengakui keagungan Allah.
2. Apakah Makna Alam (ayat 4-9).
Pemazmur mengamati alam dalam kekuatan pengakuannya bahwa manusia dengan kuasa yang dimilikinya adalah manusia yang bertangungjawab terhadap Allah. Jika manusia digambarkan ringkih dan tidak berdaya seperti bayi dan anak yang menyusu (ayat 3) namun sekaligus dilengkapi Allah untuk menghentikan musuh dan pendendam maka manusia menjadi tahu diri. Selama kuasa yang diusungnya diakui sebagai kuasa Allah maka kuasa itu selalu menghadirkan ketertiban. Kuasa yang menertibkan inilah yang akan menundukkan kuasa yang tidak tertib yang dihasilkan oleh para musuh dan pendendam.
Dengan pemahaman demikianlah pemazmur mengatamati seluruh ciptaan Allah sebagai
ciptaan yang bergerak dengan tertib dan disiplin. Kesadaran inilah yang memungkinkan pemazmur tidak memungkiri keadaannya yang ringkih namun sekaligus
tidak mengabaikan kuasa yang dipercayakan kepadanya. Sebagaimana ciptaan Allah
bergerak pada alur yang ditentukan-Nya (ayat 8 dan 9) maka manusia diundang Allah untuk juga berada pada alur yang seharusnya. Inilah gerak yang tertib yang dikehendaki Allah.
Manusia yang bergerak pada alurnya dalam konteks alam adalah manusia yang dengan tertib mengelola ala mini secara baik. Mengelola ciptaan Allah secara sungguh-sungguh adalah mengelola dalam ketertiban.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pemahaman seperti inilah kita semua dapat belajar bahwa pelayanan dan kesaksian atau bulan Pelkes adalah pelayanan dan kesaksian dalam kesadaran bahwa pelakunya adalah manusia yang tertib. Manusia yang selalu menjaga keseimbangan pemahaman tentang kebenaran agar tidak jatuh dalam kesombongan rohani dan pribadi yang tidak percaya diri. Manusia yang selalu menjaga keseimbangan dalam mengelola alam agar keseimbangan tetap terjaga. Bulan Pelkes sekaligus adalah bulan yang mengundang setiap warga jemaat agar hidup dengan disiplin baik di rumah maupun di luar rumah. Hal penting agar setiap bulan pelayanan dan kesaksian gpib selalu dikumandangkan nyanyian mazmur 8 ini yang berseru ‘siapakah aku?’ maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|