Dibaca : 16524 x
KhotbahMinggu, 12 Mei 2024 Kisah Rasul 1: 12-14 REALITAS KRISIS
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Peristiwa Yesus naik ke sorga bukanlah peristiwa usainya kehadiran Yesus di dunia tetapi awal dari pergerakan damai sejahtera yang dilakukan dengan militant. Kehadiran para murid yang melihat keatas (kelangit di ayat 11) dengan segera diperintahkan untuk melihat ke bawah, ke dunia. Para murid kini tidak lagi menengadah ke atas tetapi harus menunduk ke dunia sebab bukankah hanya dalam menunduk ditampilkan sikap bergantung pada Allah dan sekaligus melihat dunia. Kehadiran selaku para murid yang sebelum kenaikan Yesus ke surga mengalami intimidasi dan ketakutan sekarang menghadapi kenyataan baru setelah perjumpaan dengan Yesus selama 40 hari. Jadi menunduk melihat dunia adalah sikap yang dihasilkan dari pembelajaran untuk terus memberitakan injil. Para murid yang dilengkapi oleh Yesus adalah para murid yang kini harus kembali pada identitas mereka yang baru sebagai pemberita kabar sukacita.
Di sisi lain kehadiran pada murud dan sekaligus dengan para perempuan menunjukkan bahwa pelayanan dan persekutuan tidak dibatasi oleh laki-laki atau perempuan. Kehadiran para murid yang kesemuanya bertekun dalam doa dan sehati menjadi persekutuan yang menampilkan kuatnya ketergantungan kepada Allah. Kesadaran inilah yang menjelma menjadi kekuatan dalam pelayanan.
Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan ialah:
1. Kembali ke Yerusalem (ayat 12) adalah keputusan yang bererisiko. Kembali ke Galilea ke kampung halaman jauh lebih aman. Kembali ke Yersualem sekaligus adalah kembali mengalami krisis (krinein : point of decision). Yersualem lalu menjadi keputusan mendasar sebab Pentakosta terjadi di Yerusalem. Keputusan untuk kembali ke Yersualem memang bukan hal mudah tetapi itulah yang dikehendaki Yesus dengan menyatakan mulai dari Yerusalem.
Dalam hal ini para murid menamilkan kesetiaan pada perintah Tuhan untuk meneruskan kabar sukacita di tengah krisis. Krisis bisa saja terjadi, tetapi krisis tidak mengubah loyalitas pelayanan sesuai rencana-Nya. Melayani memang tidak mudah sebab pelayanan harus berlangsung dalam sikap tunduk kepada-Nya dan inilah yang menantang. Ministry in no way is a privilege...it is the core of the Christian life. No Christian is a Christian without being a minister. (Pelayanan sama sekali bukan suatu hak istimewa... itu adalah inti kehidupan Kristen. Tidak ada orang Kristen yang menjadi Kristen tanpa menjadi pelayan)
Pelayanan yang berlangsung bisa saja berhadapan dengan krisis namun dalam keadaan demikian hadirlah point of decision (titik keputusan) yang akan berpengaruh, gereja yang melayani adalah gereja yang berhadapan dengan kenyataan akibat keputusan kembali ke Yerusalem dan itulah hakikat gereja yang mentaati perintah Yesus Kristus sang Kepala Gereja. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas pelayanan adalah ketika dalam krisis membuat keputusan yang tepat yang sulit namun mengarah bagi Tuhan.
2. Bertekun dalam doa (ayat 13-14) adalah bertekun dalam persekutuan yang beragam. Murid-murid Yesus yang disebutkan menunjukkan bahwa mereka hadir dengan kerapuhan mereka bersama. Bertekun dalam doa adalah dalam rangka memulihkan kembali kebersamaan spiritualitas yang akan memasuki pelayanan besar. Petrus yang tadinya menyangkal, Tomas yang apatis, Yohanes yang pendiam dan para perempuan semuanya akan berubah. Inilah persekutuan orang-orang yang mengalkami pembaruan dalam Yesus Kristus. inilah juga persekutuan yang menjadi gerak dari gereja yakni gereja yang memahami kerapuhannya dan menghayati panggilan pengutusannya. Gereja yang menyadari bahwa kehidupan selaku persekutuan yang bertekun dalam doa adalah persekutuan yang akan berada di tengah krisis namun tetap setia dalam panggilan pengutusan.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan belajar dari kedua hal tersebut kita semua diundang memasuki keputusan yang kita buat melalui janji pelayanan. Apakah di rumah apakah di gereja apakah di kantor semua bentuk tugas kita adalah pelayanan itu sendiri. maju terus bersama Tuhan yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|