Dibaca : 16446 x
KhotbahMinggu, 07 April 2024 Yesaya 11: 11-14 PEMULIHAN ALLAH DAN RENCANA-NYA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Tema khotbah ini adalah pemulihan Allah dan rencana-Nya bagi umat yang mengalami pemulihan. Hal ini untuk menunjukkan bahwa seluruh gagasan tentang Kerajaan Allah terkandung di dalamnya suatu pemulihan yang harus berlangsung setiap hari atau dengan kata lain sebuah pertobatan setiap hari. Kenapa ? sebab dalam tatanan kerajaan dunia dengan segala bentuknya, apakah demokratis, system Kerajaan, semuanya berujung pada satu tatanan yang menunjukkan bahwa yang berkuasa selalu diatas dan yang dikuasai selalu ada di bawah. Kekuasaan lalu diberlakukan tanpa memperhatikan apakah kekuasaan itu berpihak kepada yang tertindas atau kekuasaan itu berlangsung dan bersifat merusak (destruktif). Kekuasaan adalah kekuasaan yang produktif jika berada ditangan mereka yang merendahkan diri untuk melayani (John Stoot). Dengan pemahaman inilah maka Yesaya pasal 11 hendak memberi pengajaran tentang Kerajaan Allah. Sebuah istilah teologis yang hendak memperlihatkan bagaimana cara Allah bekerja dan car aitu sangat berbeda dengan cara kerja Kerajaan pada umumnya. Cara kerja Kerajaan Allah itu secara jelas mulai diperkenalkan pada Yesaya 11: 1 ‘suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai dan suatu taruk akan tumbuh dari pangkalnya’. Cara kerja Kerajaan duniawi ini berbeda dengan cara kerja Kerajaan Allah sebab Kerajaan Allah tidak mendemonstrasikan pola yang umum berlaku tetapi memunculkan pola yang sebaliknya. Bertumpu pada pemahaman yang demikian maka pengajaran yang hendak dikemukakan melalui perikop bacaan saat ini adalah:
1. Kuasa yang memulihkan (ayat 11-12)
Ayat 11 diawali dengan frasa ‘pada waktu itu’ -bay yom’ untuk menjelaskan apa yang dikemukakan sebelumnya yakni suatu keadaan yang sama sekali baru, berbeda dan bahkan halusinasi (ayat 6-8). Namun yang paling penting dan utama ialah bahwa siapakah Kerajaan Allah dan bukan apakah Kerajaan Allah. Dalam Lukas 20:21 dikemukakan bahwa Yesuslah sang Kerajaan Allah dan hal ini berarti melalui kehadiran Yesuslah maka relasi Allah dan manusia mengalami pembaruan yakni Salib di Golgota. Artinya melalui kehadiran Kerajaan Allah hendak dinubuatkan bvahwa suatu saat nanti yakni saat kehadiran Yesus akan tampil suatu Kerajaan baru yang sifatnya memulihkan. Melalui ayat 11 dan 12 dikemukakan bahwa Allah hadir dengan kuasa-Nya yang memulihkan dan mengundang gereja untuk hadir dalam semangat pemulihan. Allah yang memulihkan adalah Allah yang dengan kuasa-Nya berkomunikasi dengan manusia (menaikan panji-ayat 12) dan menuntun manusia untuk selalu mengingat tugas yang diemban yakni tugas memulihkan. Pemulihan itu bisa saja nampak mustahil tetapi bukan berarti tidak bisa sebab pemulihan itu bahkan dimulai denga napa yang diperlihatkan pada ayat 1. Tugas yang diemban untuk memulihkan adalah tugas yang dimulai dari hal kecil seperti diayat 1. Pemulihan ini berpuncak pada karya Yesus di salib sehingga manusia memiliki pengharapan sekecil apapun.
Kita semua bisa berada di bawah tekanan kuasa dunia yang merusak dan memisahkan tetapi kita tidak bisa mengingkari adanya kuasa yang memulihkan. Namun kita juga bisa menjadi yang berkuasa dan tidak memperlihatkan keteladanan sebagaimana dikemukakan oleh Donald B. Kraybill bahwa di seluruh Injil, Yesus menampilkan kerajaan sebagai sebuah tatanan baru yang mendobrak dan menjungkirbalikkan cara-cara lama, nilai-nilai lama, dan asumsi-asumsi lama. (the upside down kingdom). Maka hal terpenting adalah bahwa Kerajaan Allah adalah soal relasi, Kerajaan Allah bukan di surga tetapi dari surga untuk menjumpai kita yakni Yesus Kristus.
Inilah berita yang penting yakni Allah selalu hadir dengan kesempatan, membuka kesempatan, memberi kesempatan, semua kesempatan yang memungkinkan manusia mengalami pembaruan hidup yakni hidup yang berpengharapan. Kata kerja ‘mengangkat’, ‘menebus’ (ayat 11) dan kata kerja ‘mengumpulkan’, ‘menghimpun’ adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa pemulihan itu adalah inisatif Allah. Allah yang mengambil Prakarsa sehingga melalui Yesus Kristus pengharapan itu sekalipun kecil dapat dimunculkan kembali. Jika dalam kehidupan masa kini kita dihadapkan dengan kuasa Kerajaan yang merendahkan, menyingkirkan dan membinasakan maka pada saat yang sama kita hadir untuk memberitakan karya Kerajaan yang memulihkan dan mendekap. Jadi jangan pernah hilang pengharapan kita sekalipun kita mengalami peristiwa yang menegangkan, peristiwa yang menyakitkan hati sebab ada pribadi yang sudah mengalaminya yakni Yesus.
2. Misi yang memulihkan (ayat 13-14)
Kehadiran Efraim sebagai Israel utara dan Yehuda di Selatan menunjukkan bahwa pada waktunya keterpisahan itu akan dihilangkan. Relasi permusuhan antara Efraim dan Yehuda akan dihapuskan Allah. Semua perselisihan akan dihapus oleh tindakan Allah yang mempersatukan. Maka mereka yang mengalami pemulihan adalah mereka yang juga mempersaksikan pemulihan tersebut. Kesaksian yang bertupu pada tinakan Allah yang membebaskan dan memulihkan merupakan sebuah pengutusan untuk juga menghadirkan pemulihan tersebut. Pada titik inilah kata ‘dengan’ menjadi sangat bermakna sebab misalnya arti imanuel ‘allah menyertai kita’ menandakan bahwa tidak ada sedikitpun, tidak masa yang kosong karena Allah tidak menyertai. Jika demikian maka memulihkan adalah peristiwa yang berlanjut dan bukan berhenti. Pemulihan adalah suatu perubahan kearah yang lebih baik daripada sebelumnya. Di sinilah sebagaimana dikemukakan oleh Donald Kraybill adalah pemulihan bukanlah sekedar pernyataan tetapi diwujudkan. Injil dengan kaki demikian Donald Kraybill. Pengajaran penting yang kemudian dikemukakan ialah dalam Kerajaan itu tidak ada permusuhan sebab bagaiman permusuhan dapat hidup dalam relasi dengan sumber kasih? Dan mengasihi orang yang memusuhi adalah sebuah tindakan yang bisa dikatakan mustahil saat ini. Padahal kedewasaan setiap orang beriman justru tampil ketika dalam kehidupan yang mengarah kepada Kristus dihadapkan dengan tantangan dan mampu menghadapinya. Inilah cara paling ampuh untuk memberi kesaksian bukan dengan kata-kata bicara tentang Yesus tetapi tidak tertib dalam melayani. Maka bertobatlah.
Sahabat-sahabat terkasih
Dalam pemahaman yang demikian maka hendak ditegaskan kepada kita semua bahwa ada jutaan orang yang memakai pola demikian yakni kuasa yang memulihkan dan misi yang memulihkan. Ada banyak orang Kristen yang kemudian bergerak dalam nama Tuhan Yesus dan mereka terkenal maupun tidak dikenal, namun bermuara kepada satu nama Yesus Kristus. Hal ini bisa dimulai dari rumah yakni agar kita semua memahami peran kita yang sekalipun kecil dapat memberi kesaksian bahwa Tuhan Yesus memulihkan setiap keadaan kita. Maju terus bersama Tuhan yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|