Dibaca : 16312 x
KhotbahJumat 29 Maret 2024 Yohanes 19: 16b-27 YESUS YANG TERALIB DAN RELASI YANG BARU
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Peristiwa penyaliban merupakan hukuman yang merendahkan manusia sebab melalui salib hendak diperlihatkan kekuasaan. Peristiwa penyaliban adalah peristiwa penting sebab melaluinya tampil wajah kuasa kematian yang memutuskan hubungan antara Allah dan manusia. Salib menjadi alat yang ampuh untuk menggilas harapan dan menghancurkan masa depan sebab di salib masa depan dan masa kini dilenyapkan. Yesus yang disalib adalah Yesus yang menggenapi nubuat Yesaya di Yes. 53:5 untuk mempertegas karya keselamatan dari Allah bertumpu pada Rahmat-Nya. Dosa dengan kuasanya yang mematikan dan memisahkan, tampil menakutkan dan memaksa orang berdosa untuk berhadapan dengan akibatnya. Maka Yesus yang tersalib bukan saja memperlihatkan kengerian dosa tetapi sekaligus di salib itulah ditampilkan kuasa keselamatan. Kuasa salib yang memisahkan namun kuasa kasih menyatukan sehingga melalui peristiwa salib ditampilkan kejahatan manusia dan sekaligus keselamatan manusia. Maka pembelajaran penting yang hendak dikemukakan ialah:
1. Tulisan Hina Namun Penting (ayat 19-22)
Pilatus menempatkan tulisan yang tidak bisa dibantah oleh imam-imam kepala (ayat 21). Tulisan yang bersifat menghina dan merendahkan dan ditujukan juga kepada orang-orang Yahudi. Tulisan hina yang hendak menunjukkan bahwa singgasana raja bukanlah di salib tetapi istana. Kuasa raja bukanlah hina tetapi kemuliaan. Keputusan bisa dibuat raja tetapi bukan di golgota. Tulisan hina mengguncang sebab dalam sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Namun sesungguhnya didalam tulisan ‘Yesus orang Nazareth, Raja orang Yahudi’ (ayat 19) tampil sebuah pengharapan bagi setiap orang percaya. Pengharapan bahwa memang benar Dialah orang Nazareth, dan benar bahwa Ia adalah Raja. Allah hadir di tengah manusia dalam rupa seorang hamba dari Nazareth. Karya keselamatan bukanlah sebuah imajinasi tentang keselamatan tetapi peristiwa nyata yang diwujudkan Yesus. Iesus Nazarenus rex Iudaeorum (INRI) menunjukkan bahwa Yesuslah Raja yang akan mewujudkan keselamatan bagi setiap orang berdosa.
Dosa dengan kuasa kebencian, kuasa yang mematikan, kuasa yang menghina bisa saja tampil menakutkan tetapi di Jumat Agung yang terjadi adalah hari dimana kematian mengalami kematian. Yesus yang tersalib adalah Ia yang mematikan kuasa kematian agar setiap orang percaya dilepaskan dari hukuman (Yoh. 3: 18). Yesus yang menjadi Raja dalam kehidupan setiap orang percaya adalah Yesus menghadirkan pengharapan ke masa depan.
2. Relasi Yang Baru (ayat 25-27)
Yesus yang mempercayakan Maria kepada murid yang dikasihi-Nya menunjukkan bahwa relasi beriman tidak dibatasai oleh hubungan darah. Salib adalah darah yang tertumpah dan mewujudkan makna baru dari relasi yakni relasi yang menghidupkan. Yesus yang memnpercayakan Naria kepada Yohanes adalah Allah yang membentangkan karya keselamatan melampaui Batasan-batasan yang diciptakan manusia. Dalam konteks inilah betapa hina dan sekaligus mulia karya Yesus di salib. Maka hendaknya setiap orang percaya dapat memahami bahwa karya keselamatan yang tidak terbelenggu telah hadir. Relasi yang mengalami pembaruan oleh salib adalah relasi yang membuka kenyataan bahwa hidup di luar Tuhan adalah hidup yang relasinya terputus.
Diucapan ketiga Yesus disalib ini hendak ditunjukkan bahwa relasi dengan Tuhan dan dengan sesama harus terus diperjuangkan sehingga tidak membelenggu dan membatasi namun tumbuh dalam kualitas yang menghidupkan.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Di perjamuan kudus hari ini kembali diingatkan bahwa perjamuan kudus adalah peristiwa bersejarah dan bermakna. Perjamuan kudus adalah tanda dipulihkannya relasi manusia dengan sesame dan Allah. Maka perjamuan kudus adalah peristiwa penting yang harus diterima bahwa pada salib ada hina tetapi sekaligus keselamatan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|