aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16318 x

Khotbah
Minggu, 03 Maret 2024
Mazmur 8: 2-9
MANUSIA YANG MANUSIAWI

MANUSIA YANG MANUSIAWI
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi

Hadir sebagai manusia bukan saja berarti sebagai ciptaan Allah yang luar biasa di atas semua ciptaan lain tetapi hadir sebagai manusia sekaligus dengan ‘point of view’ yang manusiawi. Soren Kierkegaard seorang pemikir Denmark mengemukakan bahwa masalah utama manusia adalah dalam keberadaan manusia yang mudah bosan, cemas dan putus asa. Manusia seolah dikepung dengan tiga kenyataan ini yang membuat manusia bisa tiba pada pertanyaan ‘siapakah manusia’ ‘siapakah aku’. pertanyaan ini jika salah terjawab akan mengarahkan manusia sebagai manusia yang berfungsi dan lupa pada hakikatnya. Manusia yang hanya mengutamakan fungsi pada titik tertentu akan bertanya untuk apa semua ini, apa arti hidupku? Tanpa memahami hakikat atau dirinya sendiri mansuai akan tampil sebagai manusia yang bosan, cemas dan putus asa.

Hari ini kita mendapat pengajaran yang indah dari pemazmur yang mengemukakan pertanyaan yang sama berabad-abad yakni apakah manusia sehingga Allah mengingat dan mengindahkannya. (ayat 4 dan 5). Sebuah pertanyaan yang tentu saja tidak berarti bagi manusia yang hidupnya asal aktif, tetapi menjadi pertanyaan yang mendasar untuk menemukan tujuan hidupnya. Kemajuan cara pikir manusia dengan pengetahuan yang berkembang sampai sekarang telah menghadirkan kemajuan yang luar biasa. Kemajuan yang bahkan dikemukakan sebagai Homo Deus oleh Yuval Harari dalam pemikiran manusia sudah menjadi Allah. Semua perubahan yang dilakukan oleh manusia ternyata tidak juga membuat manusia tiba pada penemuan jawaban siapa dirinya. Harari ini kita diarahkan untuk melihat pertanyaan siapakah manusia dengan perenungan yang dilakukan oleh pemazmur.

1. Pemazmur mengawal dan menutup mazmurnya dengan pernyataan yang sama di ayat 2 dan 10. Sebuah doksologi yang menempatkan pemazmur dalam konsep berpikir baru. Manusia yang bertanya rentang siapakah dirinya pertama-tama diarahkan untuk melihat kepada Allah. Allah sebagai point of view, titik pandang yang membuat manusia dapat melihat seluruh peristiwa yang terjadi dengan sudut pandang baru. Sudut pandang yang memungkinkan manusia dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam kehidupan. Kebosanan (boredom), kecemasan (anxiety) dan keputusasaan (despair). Dengan melihat pada Allah maka manusia tidak lagi menjadi manusia yang bimbang tetapi memiliki kepastian dengan hidupnya. Kierkegaard katakan bahwa satu satunya jalan adalah to have total faith in God - percaya penuh pada Allah. Inilah penghayatan yang akan memberi pencerahan dalam perjalanan hidup manusia. Pertanyaan bagi kita sekarang ialah apakah yang menjadi titik acuan kita dalam melihat kehidupan. Allah? Harta? Ketenaran?. Dengan menentukan kesadaran inilah maka kita terbuka untuk menerima karya Allah Tritunggal. Kita dibuat memiliki kepastian dalam menjalani kehidupan sebagai pribadi yang memegang tangan kita (Yesaya 41: 13). Dengan pemahaman ini kita dapat terus menghayati aktifitas kita sebagai manusia yang memiliki tujuan dalam hidup yakni kemuliaan Allah. Kita memuliakan Allah atau tidak Ia tetap mulia, kita mengagungkan Allah atau tidak Ia tetap Agung. Jadi semua pemujaan kepada Allah sebenarnya untuk kepentingan manusia sendiri. Kenapa ?



2. Pemazmur mengemukakan bahwa ketika melihat semesta ini maka seharusnya memahami dirinya yang kecil, rapuh dan rendah. Manusia yang menyadari keterbatasannya adalah manusia yang tahu bahwa dia tidak memiliki sedikitpun alasan untuk memberontak. Manusia yang memberontak terhadap Allah adalah manusia yang fokus hanya pada aspek ‘kongkrit’ dan bukan ‘abstrak’. Manusia yang terjebak dengan konkritieme, sehingga ukuran kehadiran Allah harus kongkrit jika tidak maka Allah mengecewakan. Padahal bagi mereka yang memiliki point of view yang benar akan semakin berkembang ke abstrak. Manusia bertumbuh seiring Tingkat kedewasaan imannya tetapi sekaligus menjadi mansuai yang paradoksal (ayat 3). Manusia yang menyadari bahwa tidak sedikitpun ada ruang untuk menyatakan bahwa Allah tidak menyertai. Manusia yang bergerak dari kongkrit ke abstrak tetapi sekaligus manusia yang membutuhkan keduanya. Sehingga manusia dapat mengerti bahwa ia hampir sama dengan Allah (ayat 6). Paradoks adalah dua hal yang nampak berlawanan tetapi harus diterima bersama. Manusia kecil sekaligus berharga. Hina namun dimuliakan.

Betapa kecilnya manusia sedemikian kecilnya sehingga dipakai Allah membungkam kesombongan. Kita hampir sama dengan Allah ‘a little lower than god,’. Maka tahu diri tanpa harga diri maka yang muncul rendah diri �" manusia kecil. Harga diri tanpa tahu diri adalah kesombongan. Aku memang rapouh dan tidak berharga tetapi tetapa dicintai Allah. Aku ini hina tetapi tetap berarti dalam tangan Allah.

Dengan begitu kita memperlakukan manusia secara manusiawi. The worst and best of humanity. Menjumpai Allah dapat dijumpai diwajah sesama. Sehingga pernyataanYesus menjadi penting di Matius 25. Jadi menjumpai Allah bukan saja soal ibadah tetapi soal kesediaan memanusiawikan sesama. Maka kehadiran kita yang memuliakan Allah.



Sahabat-sahabat terkasih

Kita memang menyadari kerapuhan kita tetapi sekaligus mengigat bahwa Allah memuliakan. Maka memuliakan Allah adalah dengan memanusiakan manusia. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518