Dibaca : 16270 x
KhotbahMinggu, 14 Januari 2024 Keluaran 17: 1-7 VIDI AQUAM
 Khotbah Tematis Ke-2 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Air menjadi kebutuhan manusia yang paling mendasar sehingga diperlukan usaha untuk merawat dan menjaga berbagai sumber mata air. Air tidak sekedar cairan dengan rumus kimia H2O tetapi sekaligus memiliki makna yang penting bagi manusia. Dalam berbagai tradisi dikemukakan bahwa air juga menjadi sarana transformasi dan kesucian serta kehidupan. Air tidak sekedar mengalir tetapi lebih dari itu dapat melewati berbagai halangan dan rintangan dan bergerak terarah menuju muara. Sebagai kebutuhan hidup air memberi banyak kegunaan bagi manusia yang seringkali hadir dengan semangat destruktif terhadap sumber atau mata air. Manusia yang mandi memerlukan 15-17 liter air dengan gayung tetapi hanya 7-9 liter jika memakai shower. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap penghematan air memang diperlukan. Maka keberadaan air bukanlah hal biasa tetapi berkaitan dengan gaya hidup.
Dalam konteks pembacaan saat ini adalah permasalahan mengenai air ditampilkan sebagai pintu masuk pada persoalan utama yakni pertanyaan tentang ‘penyertaan Allah’. Bangsa Israel yang keluar dari Mesir adalah bangsa yang sudah terbentuk pola hidupnya seperti pola hidup Mesir. Mereka memang beribadah kepada Yahweh tetapi dalam keseharian mereka ditundukkan oleh budaya Mesir yang bersifat ‘nyata’. Artinya persoalan air bagi nabi Musa adalah persoalan mendasar yang dapat ditangani Allah tetapi bagi bangsa Israel persoalan air adalah ‘kesempatan’ untuk menggerutu kepada Allah dan mempertanyakan penyertaan-Nya, persoalan air adalah persoalan untuk menguji sampai sejauh mana Allah adalah Allah yang memenuhi kebutuhan mereka. Maka Allah yang membebaskan tidak lagi dilihat sebagai kasih karunia tetapi sebagai kewajiban Allah bagi Israel. Cara berpikir bangsa Israel adalah cara berpikir Mesir yakni cara berpikir mengendalikan dewa Ra sesuai dengan pelayanan mereka. Berbeda dengan bangsa Israel yang harus berada dalam ketidakmampuan mengendalikan Allah dengan segala persembahan mereka. Maka dalam pengajaran yang dikemukakan adalah:
1. Allah adalah Allah yang tidak dapat dikendalikan untuk menyatakan kebaikan (ayat 1-3)
Dengan pengajaran ini hendak dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang bertindak dalam kebebasan namun selalu dikemas oleh kasih karunia-Nya yang besar. Allah adalah Allah yang kasih karunia-Nya terus mengalir bagaikan air yang tidak dapat dihadang oleh apapun sebab muaranya adalah kemerdekaan umat. Seringkali persoalan dalam relasi dengan Allah menjadi persoalan yang mendalam dan bukan sekedar permasalahan yang kelihatan di luar. Maka mengubah cara pandang terhadap berbagai realitas yang terjadi menjadi kebutuhan yang mendesak. Allah yang menyertai umat adalah Allah menyatakan jaminan-Nya maka setiap persoalan yang dihadapai umat bukanlah pintu masuk untuk mempertanyakan penyertaan Allah. Bukanlah alasan untuk mengaburkan tindakan Allah. Allah adalah Allah yang hadir bagai air yang mengatasi berbagai kehausan manusia untuk menjalani kehidupan dengan baik. Manusia yang haus akan kebaikan adalah manusia yang akan mengalami kepuasan didalam kehadiran-Nya sebagai air (band. Mazmur 107: 8-9).
Maka dalam kehidupan kita sekarang hendaknya kita tidak mengatur kebaikan Tuhan agar disesuaikan dengan kehendak kita yang masih bergumul dengan dosa. Kebaikan Tuhan tidak bisa kita takar dengan cara berpikir kita yang cenderung korup. Maka jalan terbaik adalah meyakini kebaikan Tuhan dan tidak mempertanyakan kuasa Tuhan. Kehidupan kita selalu diwarnai dengan kebaikan Tuhan dimana kebaikan Tuhan tidak selalu sama dengan keinginan kita maka hendaklah kita merubah sudut pandang kita terhadap kasih karunia Allah.
Hal inilah yang juga dikemukakan oleh Pdt. Charles Spuergeon yang menyatakan bahwa di tengah besarnya persoalan yang dihadapai disana selalu ada celah/ruang untuk menyatakan kasih Allah yang besar. Maka hendaklah pikiran ini yang kita perlu munculkan bahwa di tengah keadaan yang sulit pasti ada ruang untuk karya Allah yang membebaskan. Rasa haus akan kualitas hidup yang baik tidak bisa dipenuhi oleh apapun sebab hanya Yesus sang Air Kehidupan yang mampu mengatasinya.
2. Masa dan Meriba adalah adalah symbol perjalanan (ayat 4-6)
Persitiwa Masa dan Meriba adalah peristiwa yang harus selalu diingat dan tidak boleh diabaikan. Di Masa dan Meriba umat hendak menjerumuskan Musa yang memimpin mereka padahal Musa yang dipilih dan ditentukan Allah untuk memimpin mereka. Masa dan Meriba menjadi titik berangkat pembaruan selaku umat Allah. Ketika air menjadi sumber pertengkaran dan sumber pengerdilan karya Allah maka tindakan Musa yang berseru kepada Allah merupakan tindakan pembaruan cara pandang. Musa tidak ikut dalam cara pandang yang popular yakni ikut-ikutan untuk menggerutu dan sebaliknya membuat jalan yang berbeda. Air bisa menjadi pangkal persoalan tetapi sekaligus dapat menghadirkan pembaruan cara berpikir yakni tidak terjebak pada MASA dan MERIBA.
Selaku umat Tuhan dewasa ini kita semua dapat berada dalam kebutuhan yang paling mendasar yakni kesegaran dan keadaan yang baik. Namun kenyataan tidak selalu berpihak pada kemauan kita sebab kenyataan selalu hadir dengan caranya sendiri. Peristiwa yang tidak pernah bisa diduga menjadi bagian dari kehidupan dan menghantam setaip harapan. Masa dan Meriba adalah gambaran bahwa kehidupan kita tidak selalu selaras dengan kalkulasi dan perhitungan. Namun bagai air yang menyegarkan, Allah hadir dengan cara-Nya sendiri, dengan perhitungan-Nya sendiri. Kadang seluruh harapan kita tercapai dan disanalah Allah menyatakan kebersamaan sehingga kesegaran juga dapat dialami.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Melalui pengajaran ini hendak dikemukakan kepada kita semua bahwa sebagai manusia yang memilih untuk berjalan dengan Allah bukanlah berarti bahwa segala keinginan terpenuhi. Sebaliknya dalam berjalan bersama Tuhan selalu ada jaminan dari-Nya. Hal inilah yang dikemukakan Tuhan Yesus dalam Yohanes 7: 37-38 demikian: Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum. Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Pernyataan ini menunjukkan bahwa bahwa dalam percaya kepada-Nya setiap orang dimungkinkan untuk menjadi aliran air yang membawa kesegaran dan bukan kegersangan. Pernyataan ini juga menjelaskan bahwa bahwa kebutuhan akan keterlibatan Yesus dalam kehidupan akan menanggulangi dahaga yang dialami sebab tanpa Yesus manusia binasa seperti halnya tanpa air manusia akan binasa. Hal ini juga yang dikemukakan Paulus dalam 1 Korintus 10: 3-4 tentang betapa pentingnya pemahaman tentang kehadiran Yesus. Kebutuhan mendasar setiap orang percaya adalah kebersamaan dengan-Nya yang memungkinkan setiap dahaga dapat diatasi. Maka dengan melihat air �" vidi aquam, kita semua diundang memasuki kehidupan 2024 dengan semua keadaan tetapi kita tidak terjebak dalam kondisi MASA yang berarti pengujian, dan nama MERIBA, yang berarti pertengkaran. Maka setiap kali kita melihat air setiap kali juga kita diingatkan bahwa hidup menjadi berarti ketika berarti bagi sesama -keluarga. Setiap kali melihat air setiap kali diingatkan bahwa penyertaan Tuhan tidak pernah terpatahkan oleh tandusnya kehidupan sebab bahkan dari batu dapat mengalir air yang memberi kehidupan. Water is not a solid wall, it will not stop you. But water always goes where it wants to go, and nothing in the end can stand against it. (Air bukanlah tembok yang kokoh, ia tidak akan menghentikan Anda. Namun air selalu mengalir kemana pun ia mau, dan pada akhirnya tidak ada yang bisa menahannya). Itulah kesetiaan Tuhan yang dengan sabar menuntun kita ke masa depan yang lebih baik. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan jerih lelah kita menghadirkan kesegaran dari Tuhan, jerih lelah itu tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|